Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-211. Berpamitan


Sementara itu, setelah mengetahui kegunaan jiwa silat bayangan, Lin Feng kemudian memutuskan untuk beristirahat, lagipula sekarang pikirannya sudah benar-benar menjadi tenang. Namun, saat Lin Feng hendak menutup matanya, tiba-tiba saja Lin Feng merasakan ada sesuatu yang ingin menyatu dengan tubuhnya.


Lin Feng kemudian bergegas bangun dari tempat tidurnya dan langsung duduk bersila di atas tempat tidur, yang Lin Feng rasakan sebelumnya memang benar adanya, karena Lin Feng memang bisa merasakan adanya energi yang mencoba menyatu dengan dirinya, namun Lin Feng malah nampak kaget, ketika mengetahui energi tersebut berasal dari jiwa silat bayangan.


Meskipun masih bingung karena tidak tahu apa yang terjadi, tapi Lin Feng juga tidak ingin membuang keuntungan yang datang padanya tersebut, karena dengan menyatunya jiwa silat bayangan dengan tubuhnya, itu artinya Lin Feng akan benar-benar bisa mengendalikan jiwa silat tersebut dengan sepenuhnya, bahkan jiwa silat bayangan bisa saja menjadi jiwa silat yang permanen seperti pedang emas.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya penyatuan tersebut benar-benar selesai, tubuh Lin Feng sekarang benar-benar dipenuhi oleh energi yang sangat besar, bahkan Lin Feng juga bisa merasakan aura membunuhnya bertambah berkali-kali lipat.


Tapi sayangnya, energi yang besar tersebut masih belum bisa membuat Lin Feng menembus ke ranah Expert, karena untuk meningkatkan kultivasinya sampai ke ranah Expert, harus membutuhkan sumberdaya yang sangat banyak dan energi yang benar-benar besar.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa sekarang aku merasa seperti jiwa silat bayangan benar-benar menjadi milikku sepenuhnya?" gumam Lin Feng.


"Memang benar tuan, karena aku telah membunuh pria yang sebelumnya muncul dan mengaku sebagai bawahan tuan yang baru" jawab Huise.


"Apa maksudmu Huise? Kenapa kau membunuhnya?" tanya Lin Feng kaget.


"Maafkan aku karena melakukan sesuatu tanpa memberitahukannya kepada tuan terlebih dahulu, tapi semua ini aku lakukan hanya untuk kebaikan tuan, terlebih lagi, pria misterius tersebut memiliki niat yang jahat kepada tuan" jawab Huise.


"Apa yang kau katakan Huise, kenapa harus minta maaf padaku? Jiwa kita berdua sudah menyatu, itu artinya kita sama saja seperti saudara. Jadi, apapun yang kau lakukan, aku percaya semua itu memang untuk kebaikanku" ucap Lin Feng.


"Terimakasih tuan, sampai kapanpun aku akan tetap menjaga tuan, bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku sendiri" ujar Huise.


"Jangan terlalu formal seperti itu, lagipula aku tidak akan pernah membiarkanmu mati" ucap Lin Feng.


"Tapi ada satu hal yang masih mengganggu pikiranku, jika pria misterius tersebut telah mati, itu artinya jiwa silat bayangan telah menjadi milikku sepenuhnya bukan?" tanya Lin Feng.


"Benar sekali tuan, meskipun aku berada di dalam ruang jiwa tuan, tapi aku bisa merasakan bahwa jiwa silat tersebut telah menyatu sepenuhnya dengan tuan" jawab Huise.


"Baguslah, karena dengan begitu, artinya aku adalah satu-satunya kultivator yang mempunyai jiwa silat ganda" ucap Lin Feng.


Lin Feng benar-benar nampak senang karena telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar, dia bahkan tidak pernah menyangka sebelumnya, bahwa dia akan memiliki jiwa silat ganda. Setelah itu, Lin Feng kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Lin Feng kemudian menutup matanya sampai akhirnya tertidur dengan lelap.


***


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Lin Feng telah datang ke ruang tahta untuk menemui Luo Ming An, namun karena di ruangan tersebut sudah banyak yang berkumpul, Lin Feng kemudian meminta Luo Ming An untuk berbicara dengannya di tempat yang lain.


Para petinggi istana tentu saja sangat tidak menyetujui hal tersebut, namun karena Luo Ming An merasa yang akan Lin Feng katakan adalah hal yang sangat penting, akhirnya Luo Ming An setuju untuk berbicara di tempat lain, tapi untuk menenangkan para petinggi istana, Luo Ming An juga mengajak Luo Yuan bersama mereka.


"Ada apa Lin Feng? Apa yang ingin kau katakan?" tanya Luo Ming An penasaran.


"Semalam aku sudah menghubungi guruku dan menanyakan tentang tubuh petir surga, untungnya guruku mengetahui tentang tubuh spesial tersebut, dia mengatakan bahwa tubuh petir surga sebenarnya adalah tubuh spesial yang hanya dimiliki oleh dewa petir, tapi jika manusia memiliki tubuh tersebut maka hanya akan ada dua kemungkinan setelahnya" jawab Lin Feng.


"Dua kemungkinan? Apa saja dua kemungkinan itu?" tanya Luo Ming An semakin penasaran.


"Yang pertama, orang yang memiliki tubuh petir surga, berkemungkinan akan menjadi seorang dewa atau dewi, lalu yang kedua, orang tersebut juga bisa mati jika tidak memiliki kekuatan yang kuat untuk menahan kekuatan petir surga" jawab Lin Feng.


Luo Ming An dan Luo Yuan nampak sangat kaget mendengar informasi yang disampaikan oleh Lin Feng, karena yang langsung terlintas dalam pikiran mereka sekarang adalah kematian yang akan menunggu Luo Ning.


"A-apakah tidak ada cara untuk menyelamatkannya dari kematian?" tanya Luo Ming An.


"Benar saudaraku, apakah tidak ada cara sama sekali?" Luo Yuan menimpali.


"Tiga tahun lagi? Itu artinya petir tersebut akan terjad saat Ning'er berumur 19 tahun" ucap Luo Ming An.


"Tapi kalian harus ingat satu hal, mulai dari sekarang Luo Ning harus meningkatkan kekuatannya, agar mampu menahan Sambaran petir surga. Jika tidak, maka kalian akan tahu sendiri apa akibatnya" ucap Lin Feng.


"Lin Feng, terimakasih karena sudah mengatakan informasi ini kepada kami, jangan lupa untuk menyampaikan rasa terimakasih ku kepada gurumu, mulai sekarang aku akan mencari guru yang benar-benar hebat untuk Ning'er" ujar Luo Ming An.


"Aku pasti akan menyampaikannya kepada guruku" jawab Lin Feng.


Lin Feng akhirnya bisa merasa lega setelah mengatakan semua informasi tersebut kepada Luo Ming An, meskipun Lin Feng berbohong tentang gurunya, tapi yang terpenting bagi Lin Feng adalah, informasi tersebut sudah mereka dapatkan, lagipula, Lin Feng juga tidak mungkin mengatakan bahwa informasi tersebut dia dapatkan dari Huise.


"Baiklah, karena aku sudah memberitahukan semuanya kepada kalian berdua, sekarang saatnya untuk ku berpamitan kepada kalian" ucap Lin Feng.


"Berpamitan? Memangnya kau mau kemana?" tanya Luo Ning yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka.


"Ning'er, sejak kapan kau berada di sana?!" tanya Luo Ming An kaget.


"Sebenarnya dia sudah berada di sana sejak tadi, aku juga yakin dia telah mendengarkan semua yang aku katakan tadi" jawab Lin Feng.


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanya Luo Yuan.


"Tidak ada yang bisa bersembunyi dariku" jawab Lin Feng santai.


"Kau memang hebat, tapi kau belum menjawab pertanyaan Ning'er dan pertanyaan yang akan kami tanyakan, kenapa kau malah berpamitan? Memangnya kau mau kemana?" tanya Luo Yuan.


"Aku akan melanjutkan perjalananku, karena aku tidak bisa selamanya berdiam diri di kekaisaran Luo ini, masih banyak tempat yang harus aku jelajahi" jawab Lin Feng.


"Tapi..."


"Maaf saudaraku, tapi aku memang tidak bisa tinggal di sini" ujar Lin Feng memotong perkataan Luo Yuan.


Luo Yuan dan Luo Ming An nampak agak sedikit tidak rela dengan kepergian Lin Feng, namun mereka berdua juga mengerti bahwa Lin Feng bukanlah orang yang bisa mereka kekang begitu saja, dari sifatnya saja, mereka sudah bisa mengetahui bahwa Lin Feng adalah orang yang bebas dan tidak mau terikat dengan apapun.


Tapi tetap saja mereka berdua sangat menyayangkan kepergian Lin Feng, terlebih lagi rencana mereka berdua untuk menjodohkan Lin Feng dan Luo Ning masih belum sukses, bahkan rencana tersebut baru saja mereka jalankan, tapi Lin Feng malah pergi terlebih dahulu.


"Baiklah, kami juga tidak bisa menahan dirimu, tapi kalau ada waktu kembalilah kapan saja, karena kekaisaran Luo akan selalu terbuka untukmu" ucap Luo Ming An.


"Terimakasih, kalau begitu aku pergi" ujar Lin Feng.


"Tunggu!..." Ucap Luo Ning menghentikan langkah Lin Feng.


"Ada apa?" tanya Lin Feng.


"Apa kita bisa bertemu lagi dan bisa bertarung lagi seperti kemarin?" tanya Luo Ning.


"Jika kita berjodoh maka kita pasti akan bertemu lagi, tapi aku sarankan, saat bertemu nanti, kau harus bisa mengimbangi kecepatan dan kekuatanku yang sebenarnya" jawab Lin Feng kemudian menghilang.


"Pasti! Aku pasti akan menjadi lebih kuat dan lebih cepat lagi, agar bisa berjalan disampingmu, meskipun hanya sebagai teman" batin Luo Ning.