Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-38. Hari Pertandingan


Setelah setengah jam berlalu sejak kedatangan elang es, Zhao Feng dan yang lainnya akhirnya sampai di belakang sekte Phoenix Emas, mereka berdua benar-benar senang saat melihat guru mereka ternyata sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


Zhao Tian kemudian langsung memerintahkan singa es untuk menghampiri tetua Liu Changhai, sesampainya di sana mereka berdua langsung turun dan langsung berlutut di hadapan tetua Liu Changhai.


"Murid memberi hormat pada guru" ucap mereka berdua serempak.


"Hahahaha bangunlah muridku, aku ucapkan selamat untuk kalian berdua, terutana kau Tian'er, selamat karena telah mendapatkan Beast Spirit yang kuat" jawab tetua Liu Changhai.


"Terimakasih guru" ujar mereka berdua serempak.


"Feng'er, kenapa sifatmu tiba-tiba berubah seperti ini?" tanya Liu Changhai kebingungan.


"Tidak apa-apa guru, sudah sepatutnya aku bersikap hormat dan sopan pada guru karena mau bagaimanapun, guru sudah seperti orang tua kedua bagiku, aku juga minta maaf karena sikap ku yang sebelumnya" jawab Zhao Feng.


"Sudahlah Feng'er, guru tidak pernah menyalahkan dirimu karena hal itu, dulu saat guru masih muda, guru juga seperti dirimu, guru hanya akan berlutut dan hormat pada orang-orang yang guru anggap pantas mendapatkannya" ucap Liu Changhai.


"Ah ya, guru benar-benar kagum dengan kalian, bahkan guru tidak pernah menyangka bahwa Tian'er sudah menerobos ke ranah Body Tempering bintang tiga dan mendapatkan seekor Beast Spirit yang kuat" lanjutnya.


"Tapi bagaimana denganmu Feng'er?" tanya Liu Changhai.


Zhao Feng hanya tersenyum tipis, lalu setelah itu ia membuka segel yang menutupi tingkat kultivasi dan juga auranya, seketika aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Zhao Feng, bahkan Liu Changhai sampai tidak percaya pada tingkat kultivasi Zhao Feng saat merasakan auranya.


"Hahahaha liar, aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku mempunyai dua murid yang luar biasa" ujar Liu Changhai.


"Woaah, kak Feng aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau sudah sampai di ranah Body Tempering bintang sembilan" ucap Zhao Tian kagum.


"Kalian adalah orang kedua yang sudah melihat tingkat kultivasku" jawab Zhao Feng.


"Memangnya siapa yang pertama?" tanya Zhao Tian.


"Ibuku" jawab Zhao Feng singkat.


"Sudahlah itu tidak penting sekarang, sebaiknya kita kembali dan bersiap-siap untuk pertandingan besok" ujar Liu Changhai.


Mereka bertiga kemudian kembali ke kediaman tetua Liu Changhai, tapi sebelum itu, tetua Liu Changhai mengatakan kepada Zhao Tian untuk tidak sembarangan memanggil Beast Spiritnya, terlebih lagi dalam pertandingan besok pagi, dia hanya diizinkan memanggil singa es saat dia benar-benar dalam keadaan pertarungan yang sesungguhnya.


Maksudnya adalah, Zhao Tian hanya diperbolehkan memanggil singa es saat dia berhadapan dengan lawan atau musuh, dan tidak diizinkan untuk menggunakan Beast Spirit saat pertandingan melawan sesama murid sekte, kecuali jika murid yang menjadi lawannya tersebut juga menggunakan Beast Spiritnya untuk bertarung.


Sementara untuk Zhao Feng, Liu Changhai hanya melarangnya agar tidak menyakiti murid tetua Zhang saat pertandingan besok, Liu Changhai juga melarang Zhao Feng untuk memperlihatkan kekuatan aslinya, apa lagi sampai menggunakan aura membunuhnya yang sangat besar.


Zhao Feng dan Zhao Tian sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut, mereka berdua tentunya menyadari bahwa alasan guru mereka melarang hal-hal tersebut adalah untuk kebaikan mereka juga, hanya saja Zhao Feng langsung mengatakan di dalam hatinya bahwa dia harus terpaksa melanggar hak tersebut jika ada sesuatu yang membahayakan.


Liu Changhai hanya bisa menggelengkan kepalanya, sekali lagi dia benar-benar merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan dua orang murid yang sangat luar biasa dan sangat berbakti, seandainya saja dia tidak menjadi tetua di sekte Phoenix Emas, itu tidak masalah baginya asalkan dia tetap bersama kedua muridnya.


Setelah setengah jam menunggu, akhirnya Zhao Feng dan Zhao Tian kembali ke ruang makan dengan membawa beberapa makanan di tangan mereka, setelah itu mereka bertiga langsung menikmati makanannya dengan lahap.


"Guru, seberapa besar kemungkinan untuk aku bisa menang menghadapi murid tetua Zhang?" tanya Zhao Feng.


"Selain Fang Jian, guru rasa tidak ada seorangpun dari murid tetua Zhang yang bisa menghadapi mu" jawab Liu Changhai.


"Fang Jian, aku sangat penasaran seperti apa dia, jika memungkinkan aku ingin sekali mencoba bertarung dengannya" ucap Zhao Feng.


"Sayangnya hal tersebut tidak bisa dikabulkan, sebab Fang Jian sedang tidak berada di sekte" jawab Liu Changhai.


"Memangnya dia kemana guru?" tanya Zhao Tian.


"Fang Jian sedang melakukan latihan tertutup, dimana dan kapan dia akan kembali hanya tetua Zhang saja yang mengetahuinya" jawab Liu Changhai.


Setelah selesai menikmati makanannya, mereka bertiga lanjut mengobrol hingga larut malam, sampai pada akhirnya obrolan mereka selesai karena tetua Liu Changhai memerintahkan mereka untuk segera beristirahat, sebab akan sangat merepotkan jika saat pertandingan besok mereka berdua malah kelelahan.


**


Keesokan harinya, suasana di sekte Phoenix Emas langsung menjadi ramai, karena para murid dan semua guru langsung menghampiri arena pertandingan sekte untuk menyaksikan pertarungan antara murid tetua Liu dan murid tetua Zhang.


Belum sampai dua jem sejak matahari terbit, tapi arena pertandingan benar-benar sudah dipenuhi oleh murid-murid sekte, mereka semua nampak sangat bersemangat, bukan hanya karena ingin menyaksikan pertarungan tapi mereka juga bersemangat karena ingin melakukan pertaruhan.


"Hey, menurut kalian murid tetua siapa yang akan menjadi pemenang?" tanya salah satu murid pada temannya.


"Tentu saja murid tetua Zhang, bukankah semua orang sudah tau bahwa murid-murid tetua Zhang adalah murid-murid yang hebat, aku bahkan merasa yakin bahwa murid tetua Liu tidak akan mampu menghadapi salah satu murid tetua Zhang" jawab temannya.


"Kalau begitu mari kita bertaruh untuk murid tetua Zhang" ujar yang lainnya.


Para murid yang sudah tidak sabaran langsung melakukan pertaruhan untuk kemenangan murid tetua Zhang, bahkan para guru sekte juga melakukan hal yang sama, hanya saja sangat sulit menemukan murid lain yang ingin bertaruh dengan mereka, sebab hampir semua murid dan guru sekte melakukan pertaruhan untuk murid tetua Zhang.


Saat semua murid sedang sibuk mencari lawan untuk bertaruh, pemimpin sekte dan para tetua tiba-tiba muncul di kursi khusus, sehingga membuat mereka semua diam dan langsung kembali ke tempat duduk masing-masing.


"Wah, wah, ternyata sudah sangat ramai ya, kalau begitu kita mulai saja pertandingannya" ucap Jin Feng Huang.


"Tapi sebelum itu, aku ingin tetua Xiao Jian Zheng yang menjadi wasit pertandingan ini" lanjutnya.


"Baik pemimpin" jawab tetua Xiao Jian Zheng kemudian langsung naik ke atas arena