Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-345. Permintaan Feng Yue Yin


Dunia bawah.


Lin Feng dan Huise muncul di aula singgasana dan langsung disambut dengan hormat oleh semua bawahannya yang sedang berada di aula tersebut, setelah duduk di singgasana dan Huise berdiri disampingnya, Lin Feng kemudian mempersilahkan semua bawahannya untuk berdiri dan duduk di tempat mereka masing-masing, karena sebelumnya mereka berlutut untuk menunjukkan rasa hormat mereka.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Lin Feng pada Lang Diyu dan Du Fang Ren.


Lang Diyu dan Du Fang Ren saling berpandangan selama beberapa saat, lalu menganggukkan kepalanya serempak. "Tugas yang tuan berikan telah kami selesaikan dengan baik" Lang Diyu menjawab pertanyaan Lin Feng. "Kami berdua juga telah memberikan sebagian harta rampasan kepada tuan Yuan Chun Zhe, lalu sisanya telah kami simpan di gudang harta" lanjutnya.


"Apa kalian telah menghancurkan kedua sekte itu sampai ke akar-akarnya?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja tuan, kami benar-benar telah memusnahkan mereka seperti perintah tuan, kami juga telah memastikan tidak ada satu orangpun yang selamat" jawab Du Fang Ren.


"Bagus! Aku benar-benar senang mendengarnya!" ucap Lin Feng, "Satu lagi, apa kakekku mengatakan sesuatu pada kalian berdua?" tanya Lin Feng.


"Meski awalnya sempat kaget dengan kedatangan kami berdua dan tidak percaya dengan apa yang kami katakan, tapi beliau hanya mengucapkan terimakasih kepada kami, beliau juga berpesan agar kami menjaga tuan dengan baik" jawab Lang Diyu.


"Sepertinya kakek mengkhawatirkan aku" Lin Feng bergumam pelan.


"Baiklah, kalian berdua boleh beristirahat selama beberapa hari, setelah itu lanjutkan tugas kalian seperti biasanya!" Lin Feng memberikan perintah dengan tegas.


"Baik tuan!" Lang Diyu dan Du Fang Ren menjawab serempak.


Lin Feng kemudian mengarahkan pandangannya pada Yin Ouyang. "Yin Ouyang, aku ingin kau bersiap-siap, karena setelah ini aku akan mengajakmu untuk menyusuri seluruh daratan dunia bawah!" ucap Lin Feng.


"Baik yang mulia" jawab Yin Ouyang dengan patuh.


Karena tidak bisa pergi ke alam kegelapan, Lin Feng kemudian memutuskan untuk menelusuri seluruh daratan dunia bawah, karena ia harus mencari kristal sembilan surga yang ke dua, yang kebetulan ada di dunia bawah. Jika saat itu Lin Feng tidak diberitahu oleh Dewi Nuwa, mungkin Lin Feng tidak akan pernah tahu bahwa salah satu kristal sembilan surga ada di dunia bawah, bahkan keberadaan kristal sembilan surga lah yang membuat Lin Feng akhirnya setuju untuk menjadi raja dunia bawah.


Tapi di sisi lain, Lin Feng juga merasa bingung dengan Dewi Nuwa, sebelumnya dia pernah mengatakan bahwa tidak tahu sama sekali dimana keberadaan kristal sembilan surga, tapi ketika Lin Feng menolak untuk menjadi raja dunia bawah, Dewi Nuwa malah datang dan memberitahukan keberadaan salah satu kristal sembilan surga, yang berada di dunia bawah. Hal tersebut tentu saja membuat Lin Feng bingung dan secara tidak langsung, Dewi Nuwa seperti memaksanya untuk menjadi raja dunia bawah.


Namun pada akhirnya, keputusan Lin Feng untuk menjadi raja dunia bawah adalah keputusan yang sangat tepat, karena saat berperang dengan Yama dan bangsa iblis nantinya, dia pasti membutuhkan pasukan yang benar-benar kuat. Dan pasukan dunia bawah adalah pilihan yang sangat tepat, selain memiliki kekuatan fisik yang berada di atas rata-rata manusia biasa, pasukan dunia bawah juga adalah pasukan yang sangat luar biasa, karena hanya dengan latihan dalam waktu singkat, mereka telah berubah menjadi pasukan yang sangat mengerikan.


"Baiklah, aku akan kembali ke dunia atas sekarang, setelah menyelesaikan urusanku di sana, aku akan datang lagi ke sini" ucap Lin Feng.


"Huise, kita kembali sekarang!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan semua orang, lalu diikuti oleh Huise.


***


Lin Feng dan Huise muncul lagi di hutan yang ada di belakang sekte Phoenix Emas, setelah meminta Huise untuk kembali ke ruang jiwanya, Lin Feng kemudian beranjak pergi dari hutan tersebut dan langsung kembali ke sekte, untuk menemui guru serta adik-adik seperguruannya.


Setibanya di kediaman tetua Liu Changhai, Lin Feng langsung menghampiri guru dan keempat adik seperguruannya, yang sedang berkumpul dan mengobrol di halaman kediaman tersebut. "Guru, aku kembali" ucap Lin Feng sambil memberikan hormat.


Tetua Liu Changhai menaikan alisnya ketika merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Lin Feng. "Murid ku, kau..."


"Benar guru, aku telah menembus ranah Matrial Emperor" jawab Lin Feng, yang sepertinya sudah mengerti dengan pertanyaan dari gurunya itu.


Mereka semua terperanjat karena perkataan Lin Feng, namun setelah itu, mereka langsung tersenyum bahagia dan kemudian mengucapkan selamat atas pencapaian Lin Feng. Jika saja yang mengatakannya bukanlah Lin Feng, mungkin mereka hanya akan tertawa setelah mendengarnya dan yang pastinya, mereka akan menganggap perkataan itu hanya candaan belaka. Tapi karena yang mengatakannya adalah Lin Feng, tentunya tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak percaya, mengingat begitu banyak hal mustahil yang berhasil dilakukan oleh Lin Feng selama ini.


Bagi para kultivator biasa, akan sangat mustahil bagi mereka untuk menembus ranah selanjutnya hanya dalam waktu satu Minggu, bahkan hal itu masih sangat mustahil bagi para kultivator jenius sekalipun, karena untuk naik ke tahapan selanjutnya dalam berkultivasi benar-benar membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan semakin tinggi ranah yang akan di tuju, maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya.


Misalkan seperti Lin Feng saat ini, jika itu kultivator biasa atau jenius sekalipun, setidaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum dia benar-benar berhasil mencapainya, meskipun dibantu dengan menggunakan sumberdaya berharga atau langka sekalipun, tetap tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu satu Minggu seperti yang dilakukan oleh Lin Feng.


Lalu, kenapa Lin Feng bisa mencapainya dengan mudah? Jawabannya, karena jiwa yang menempati tubuh Lin Feng adalah jiwa seorang manusia yang berasal dari dunia lain (Bumi), lalu ditambah dengan anugerah yang telah diberikan oleh Dewi Nuwa padanya. Dengan kedua keistimewaan tersebut, tentu saja Lin Feng bisa mencapainya dengan sangat mudah.


Lin Feng kemudian duduk di sebelah kanan Lin Tian, lalu mengarahkan pandangannya pada Feng Yue Yin, yang duduk di sebelah kiri Lin Tian "Yuyue, bagaimana keadaanmu?" tanya Lin Feng.


"Aku baik-baik saja, kak. Kak Feng sendiri bagaimana?" jawab Feng Yue Yin.


"Masih sama seperti sebelumnya" jawab Lin Feng.


"Kakak, a-apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Feng Yue Yin gugup.


"Kenapa kau terlihat gugup begitu? Katakan saja, aku pasti akan mengabulkannya selagi aku bisa" jawab Lin Feng, kemudian tersenyum ramah.


"A-aku ingin..."