Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-123. Meninggalkan kota Jiesi


Waktu terus berlalu dengan sangat cepat, suasana di kota Jiesi dan klan Huang juga sudah kembali seperti semula, meskipun begitu, orang-orang klan Huang tetap merasakan kepedihan dalam hati mereka, karena kejadian mengerikan yang telah menimpa keluarga mereka.


Saat ini di klan Huang, Huang Zhong nampak masih sangat sibuk melakukan persiapan untuk merekrut prajurit serta tetua klan yang baru, meskipun Huang Zhong masih dalam keadaan berduka, tapi Huang Zhong juga tidak bisa membiarkan pertahanan dan kekuatan keluarganya menurun.


Meskipun suasana sudah nampak tenang dan kembali seperti semula, namun Huang Zhong tetap menyimpan dendam di dalam hatinya, meskipun tidak ada bukti sama sekali, namun Huang Zhong tetap mencurigai Lin Feng, karena selama ini tidak ada yang bermasalah dengan keluarganya, kecuali Lin Feng.


"Lin Feng, untuk sementara waktu kau bisa tenang, tapi tunggu saja, aku pasti akan membalaskan dendam ini, aku pasti akan membunuhmu dengan cara yang lebih kejam" batin Huang Zhong.


**


Sementara itu, di salah satu penginapan yang ada di kota Jiesi, Lin Feng nampak sedang bersiap-siap untuk segera berangkat dan meninggalkan kota tersebut, Lin Feng merasa sudah terlalu lama meninggalkan keluarganya, selain itu, Lin Feng juga sudah terlalu lama meninggalkan sekte Phoenix Emas, bahkan Lin Feng sendiri tidak mengetahui sudah berapa lama dia pergi.


"Sudah saatnya aku kembali" gumam Lin Feng.


Setelah semua persiapan selesai, Lin Feng kemudian beranjak pergi dari kamarnya, tepat saat Lin Feng berada di lantai dasar penginapan, Mei Yin bersama pelayannya juga baru saja datang ke penginapan tersebut, ketika melihat Lin Feng, Mei Yin langsung bergegas menghampirinya.


"Tuan Lin Feng, apa kau akan pergi?" tanya Mei Yin.


"Benar sekali, aku sudah terlalu lama meninggalkan keluargaku, jadi sudah saatnya aku kembali sekarang" jawab Lin Feng.


"Keluarga?, a-apa kau sudah punya istri?" tanya Mei Yin.


"Pertanyaan macam apa itu, aku masih belum mau menikah, lagipula umurku masih sangat muda" jawab Lin Feng.


"Apa aku bisa ikut denganmu?" tanya Mei Yin.


"Tidak, kau hanya akan menghambat perjalananku" jawab Lin Feng tegas.


"Ta-tapi.."


"Sekali tidak tetap tidak, aku permisi" ujar Lin Feng kemudian menghilang begitu saja.


Mei Yin nampak merasa senang dan sedih di saat bersamaan, dia merasa senang karena Lin Feng masih belum menikah, yang artinya dia masih memiliki kesempatan untuk mendekati Lin Feng, walaupun Mei Yin mengetahui bahwa, untuk mendekati Lin Feng bukanlah perkara mudah.


Namun Mei Yin juga merasa sedih karena telah di tinggal oleh pemuda yang dia sukai, selama ini, para laki-laki selalu berusaha mendekati Mei Yin karena kecantikan paras yang dia miliki, bahkan tanpa menggoda mereka, para laki-laki tersebut pasti akan mengejar Mei Yin.


Sementara Lin Feng adalah laki-laki yang berbeda, dia bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan kecantikan paras Mei Yin, bahkan godaan Mei Yin yang tidak bisa ditolak oleh laki-laki lain, malah tidak berpengaruh terhadap Lin Feng, hal itulah yang membuat Mei Yin langsung menyukai Lin Feng dan jatuh hati padanya.


Karena Lin Feng sudah pergi, Mei Yin kemudian meninggalkan penginapan tersebut dan kembali ke rumah lelang merak, sementara Lin Feng sendiri sudah muncul kembali di tempat pembuatan senjata milik tuan Hao, sebelum benar-benar meninggalkan kota Jiesi, Lin Feng ingin berpamitan terlebih dahulu kepada tuan Hao.


Meskipun tidak ada hubungan spesial diantara mereka, namun Lin Feng tidak ingin pergi begitu saja, karena bagaimanapun juga, tuan Hao adalah orang yang sangat berjasa dalam membuatkan pedang untuk Lin Feng, mungkin jika tidak ada tuan Hao, maka sampai sekarang pedang Lin Feng tidak akan pernah selesai.


"Tuan, apakah anda ingin memesan pedang lagi?" tanya pelayan tuan Hao.


"Tidak, aku datang untuk menemui tuan Hao" jawab Lin Feng.


"Maaf tuan, tapi tuan Hao sedang tidak ada di sini" ucap pelayan tuan Hao.


"Baiklah, kalau begitu tolong sampaikan kepada tuan Hao saat dia kembali nanti, katakan kepadanya kalau aku sudah pergi dari kota Jiesi" ujar Lin Feng kemudian menghilang lagi.


Setelah meninggalkan tempat tuan Hao, Lin Feng kembali muncul di gerbang kota Jiesi dan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, sebenarnya Lin Feng bisa saja langsung terbang, akan tetapi, Li Haochun melarang hal tersebut, karena alasan keamanan kota Jiesi.


Di gerbang kota Jiesi, Lin Feng sempat di cegat oleh prajurit penjaga gerbang, namun setelah Lin Feng menunjukkan lencana yang di berikan oleh Mei Yin, para prajurit penjaga gerbang akhirnya membiarkan Lin Feng pergi, meskipun mereka tidak ada kaitannya dengan rumah lelang merak, namun dengan menunjukkan lencana tersebut, sudah membuktikan bahwa Lin Feng adalah salah satu anggota rumah lelang merak.


Lalu setelah keluar dari kota Jiesi dan sudah berjarak cukup jauh dari gerbang kota, Lin Feng kemudian memunculkan sepasang sayap di punggungnya, setelah itu, Lin Feng langsung melesat terbang menuju ke arah benua biru bagian timur, perjalanan menuju ke benua biru bagian timur cukup panjang, dengan terbang seperti kecepatan Lin Feng yang sekarang setidaknya membutuhkan waktu selama lima hari.


Akan tetapi, bagi para kultivator tingkat tinggi, tentunya tidak membutuhkan waktu selama itu, terlebih lagi para kultivator yang mempunyai kemampuan dalam hal kecepatan, terkadang mereka hanya membutuhkan waktu satu hari, atau bahkan hanya beberapa jam saja dan akan jauh lebih cepat lagi, jika menggunakan jurus teleportasi yang sangat langka dan tidak pernah dijumpai lagi.


"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa kembali juga" ucap Lin Feng, sambil terus melesat terbang di balik awan.


Belum sampai satu jam Lin Feng melesat terbang meninggalkan kota Jiesi, tiba-tiba saja dia di hadang oleh beberapa orang kultivator, mereka terdiri dari tiga orang laki-laki dan satu perempuan, Lin Feng bisa merasakan aura yang sangat kuat dari mereka berempat. Selain itu, tingkat kultivasi mereka juga jauh berada di atas Lin Feng.


Meskipun begitu, Lin Feng mencoba untuk tetap bersikap tenang di hadapan mereka, lagipula, mereka berempat tidak bisa merasakan auranya dan tingkat kultivasi nya. Sementara keempat orang tersebut, nampak sedang mengawasi Lin Feng dengan sangat teliti.


"Senior, maaf jika kami lancang, apakah anda dari kota Jiesi?" tanya salah seorang pria.


"Benar sekali" jawab Lin Feng.


"Apakah senior tinggal di kota Jiesi, atau seorang pengembara?" tanya pria yang lain.


"Aku hanya seorang pengembara yang kebetulan singgah di kota Jiesi, sekarang aku bermaksud untuk melanjutkan perjalananku" jawab Lin Feng.