
Xie Wang Jun benar-benar kaget mendengar perkataan Lin Feng, bahkan semua murid sekte Pedang Suci langsung menghampiri Xie Wang Jun dan bersiap-siap untuk menyerang Lin Feng, namun tindakan mereka dihentikan oleh Xie Wang Jun, karena dia tidak ingin terlibat masalah dengan pangeran.
"Tidak peduli siapapun kau, tapi kau telah lancang menentang sekte Pedang Suci" ucap Xie Wang Jun.
"Memangnya kenapa? Apa kalian pikir aku takut berhadapan dengan sekte pedang suci?" tanya Lin Feng acuh.
"Lancang! Akan aku hancurkan kau sekarang juga!" ujar salah seorang murid.
"Jangan banyak bicara dan buktikan ucapanmu, kalau tidak aku yang akan membunuh kalian semua" jawab Lin Feng.
"Hahahaha! Memangnya kau mampu membunuh kami? Sadarlah dimana tempatmu, sampah!" ujar Xie Wang Jun.
"Kalian pikir aku tidak mampu?" tanya Lin Feng sinis.
Swush... Lin Feng melepaskan aura membunuhnya yang sangat mengerikan, dalam sekejap semua orang yang ada di sana langsung terkena tekanan intimidasi dari aura membunuh Lin Feng, tidak ada seorangpun yang bisa lolos dari tekanan intimidasi tersebut, termasuk para kultivator ranah Expert yang berada di sana.
"A-aura macam apa ini, ke-kenapa sangat mengerikan?"
"Su-sudah berapa banyak nyawa yang ia renggut untuk mendapatkan aura membunuh sebesar ini?"
"A-aku tidak bisa bernafas"
Karena memikirkan orang-orang yang ada di tempat tersebut, Lin Feng kemudian menarik kembali aura membunuhnya, setelah itu, tekanan intimidasi mengerikan yang menindas semua orang langsung menghilang, setelah merasakan tekanan dan aura yang sangat mengerikan tersebut, tatapan semua orang langsung berubah terhadap Lin Feng.
Mereka yang sebelumnya merendahkan Lin Feng, sekarang justru memandang Lin Feng dengan perasaan takut, bahkan untuk menatap mata Lin Feng saja mereka tidak berani, begitu juga dengan Xie Wang Jun dan semua murid sekte pedang suci, bahkan mereka langsung melompat menjauh dari Lin Feng.
"Sial, sepertinya dia adalah kultivator kuat yang sedang menyamarkan kultivasinya, semoga saja dia tidak menyimpan dendam kepadaku" gumam Xie Wang Jun.
Tidak lama kemudian, gunung dan tanah di sekita tempat tersebut tiba-tiba saja bergetar hebat, bersamaan dengan itu, di hadapan semua orang tiba-tiba mucul cahaya yang sangat besar, yang mana cahaya tersebut semakin membesar setiap waktunya, sampai membentuk sebuah lingkaran yang sangat besar.
Semua kultivator yang ada di kaki gunung Yunshan sangat senang ketika melihat cahaya tersebut, karena cahaya yang membentuk lingkaran yang sangat besar itu adalah gerbang menuju ke dunia kuno, Lin Feng yang juga mengetahui hal tersebut langsung melesat masuk ke gerbang tersebut dengan kecepatan tinggi, kemudian diikuti oleh semua kultivator yang ada di sana.
***
Di hamparan luas padang rumput, di sebuah dunia yang sama dengan dunia nyata, sebuah gerbang yang cukup besar tiba-tiba saja terbuka di langit, tidak lama kemudian, dari dalam gerbang tersebut keluar seorang pemuda yang tidak lain adalah Lin Feng, karena tidak ingin terjun bebas dari ketinggian, Lin Feng langsung mengeluarkan sepasang sayap Phoenix nya dan turun dengan perlahan.
"Dimana yang lainnya? Apa cuma aku yang keluar di sini?" gumam Lin Feng sambil melihat ke sekelilingnya.
"Sudahlah, yang penting aku sudah berada di dunia kuno ini" ucap Lin Feng, kemudian melesat terbang meninggalkan tempatnya saat ini.
"Aneh, kenapa energi ku seperti berkurang sangat banyak?" gumam Lin Feng.
"Tuan, sebaiknya anda menghemat energi, karena dunia ini sangat berbeda dengan dunia nyata" jawab Huise.
"Apa maksudmu Huise?" tanya Lin Feng.
"Aku juga tidak terlalu mengerti tuan, tapi jika tuan terlalu sering menggunakan energi, maka akan ada kemungkinan bahwa tuan akan kehabisan energi" jawab Huise.
"Apa?! Tapi bagaimana itu mungkin?" tanya Lin Feng bingung.
"Entahlah tuan, yang jelas tuan harus berhati-hati, karena dunia kuno ini tidak sesederhana yang terlihat" jawab Huise.
"Baiklah, terimakasih telah mengingatkan aku" ucap Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng melanjutkan perjalanannya dengan cara berjalan kaki, Lin Feng juga langsung menutup energinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan, misalnya seperti energi Qi-nya ditarik keluar secara paksa dari dalam tubuhnya. Sama seperti sebelumnya, Lin Feng yang sekarang terlihat seperti manusia biasa, yang tidak memiliki energi ataupun aura kultivasi.
Setelah berjam-jam menyusuri padang rumput yang sangat luas tersebut, Lin Feng akhirnya sampai di tepi sebuah hutan yang juga sangat luas, jika dilihat secara sekilas, hutan tersebut memang tampak seperti hutan biasa saja, namun aura yang berasal dari hutan tersebut terasa sangat mengerikan.
"Huise, kenapa aura hutan ini sangat mengerikan, apa di dalamnya ada Beast tingkay tinggi?" gumam Lin Feng.
"Tenang saja tuan, aku tidak merasakan adanya aura Beast di dalam hutan tersebut, kalaupun ada, mereka tidak akan berani menggangu tuan" jawab Huise.
"Kau benar juga, aku bahkan sampai lupa identitas dirimu yang telah menjadi partnerku selama ini" ucap Lin Feng kemudian berjalan memasuki hutan tersebut.
Semakin dalam Lin Feng memasuki hutan tersebut, aura yang sangat mengerikan yang Lin Feng rasakan sebelumnya menjadi semakin besar, namun anehnya aura tersebut sama sekali tidak menindas Lin Feng, padahal biasanya aura yang sangat besar dan sangat mengerikan seperti itu, pasti akan sangat mengintimidasi walaupun hanya sedikit.
Tidak lama kemudian, Lin Feng sampai di sebuah bukit batu yang tidak terlalu tinggi, karena terlihat aneh, Lin Feng kemudian memeriksa bukit batu tersebut, setelah mengamati bukit batu tersebut dengan sangat teliti, Lin Feng menemukan sebuah keanehan, yang mana bukit batu tersebut membentuk seperti sebuah lingkaran, atau lebih tepatnya seperti seekor ular yang sedang melingkari tubuhnya.
"Aneh, kenapa bukit batu ini terlihat seperti ulang yang sedang melingkar?" gumam Lin Feng.
Karena rasa penasarannya yang semakin besar, Lin Feng kemudian memutuskan untuk memanjat bukit batu tersebut, tapi saat tangan Lin Feng menyentuh bebatuan tersebut, tiba-tiba saja bukit batu tersebut bergetar dan bergerak, karena khawatir, Lin Feng kemudian melompat kebelakang untuk menjauh dari bukit batu tersebut.
Lalu, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar membuat Lin Feng sangat kaget, karena bukit batu yang ada di hadapan Lin Feng sekarang benar-benar seekor ular yang sangat besar dan seluruh tubuhnya terbuat dari batu.
"Sial, aku benar-benar sangat sial!" ujar Lin Feng kesal.