
Di sekte Phoenix Emas, seperti sejak pertama kali Zhao Feng dan Zhao Tian datang ke sekte, hari inipun mereka berdua juga masih melakukan latihan serta hukuman yang di berikan oleh guru mereka yaitu tetua Liu Changhai, namun ada sedikit perbedaan kali ini, sebab murid-murid sekte sudah banyak yang meniru cara latihan mereka.
Kali ini tetua Liu Changhai meminta mereka berdua untuk memikul batang kayu besar dan juga berat dan mereka berdua harus membawanya sampai ke puncak bukit, namun kali ini mereka tidak diberikan batas waktu, hanya saja mereka di haruskan untuk berlari, latihan kali ini sama halnya dengan perlombaan yang pernah mereka adalah seminggu yang lalu.
"Ya ampun, latihan kali ini benar-benar jauh lebih berat dari yang sebelumnya" ucap Zhao Tian.
"Sudahlah jangan mengeluh, bukankah kau sudah aku beritahu bahwa latihan ini sangat berguna untuk kecepatan dan kekuatan fisik kita" jawab Zhao Feng.
"Aku tau itu kak Feng, hanya saja aku sedikit merasa heran padamu, kenapa kau sama sekali tidak pernah mengeluh dengan hal ini?" tanya Zhao Tian.
"Latihan ini masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kerasnya kehidupan yang aku jalani selama ini" jawab Zhao Feng.
Zhao Tian tidak lagi bertanya kepada Zhao Feng sebab ia mengetahui sendiri bagaimana keadaan Zhao Feng selama ini, sejak kecil dia selalu di rendahkan dan di hina oleh keluarga Zhao, jadi wajar saja jika saat ini dia tidak pernah mengeluh dengan latihan berat yang mereka jalani.
Namun sebenarnya bukan hal itu yang di maksud oleh Zhao Feng, kerasnya kehidupan yang ia maksud adalah ketika dia berada di bumi, bagaimana tidak hidup sebatang kara dan menyandang status seorang pembunuh bayaran yang paling di cari tentunya sangat berat baginya, belum lagi selama sisa hidupnya dia selalu terbayang dengan kejadian saat semua anggota keluarganya mati terbunuh.
"Hey, berhentilah mengobrol dan percepat langkah kalian" ujar Liu Changhai.
"Ba-baik guru" jawab Zhao Feng dan Zhao Tian serempak.
**
Di kedalaman hutan, seorang pria yang mengenakkan jubah hitam serta topeng tengkorak berwarna perunggu nampak sedang mengawasi Zhao Feng dan yang lainnya, pria tersebut adalah salah satu anggota Asosiasi pembunuh bayaran yang telah di sewa untuk membunuh Zhao Feng.
Pembunuh bayaran tersebut tersenyum sinis di balik topengnya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan menemukan targetnya secepat itu, namun untuk saat ini dia tidak bisa melakukan apa-apa, sebab targetnya masih di jaga oleh seseorang yang jauh lebih kuat darinya, jadi untuk sementara dia hanya bisa bersembunyi sambil terus mengawasi mereka.
"Untung saja teknik menyembunyikan aura yang diberikan pemimpin sangat kuat, jika tidak keberadaan ku pasti sudah di ketahui oleh pria tua itu" batin pembunuh bayaran tersebut.
Memang benar bahwa ilmu menyembunyikan aura miliknya sangatlah hebat, bahkan Liu Changhai sampai benar-benar tidak menyadari keberadaannya, namun pembunuh bayaran tersebut juga tidak menyadari bahwa keberadaannya juga tidak lepas dari pengawasan Zhao Feng yang tentunya sudah merasakan keberadaannya sejak tadi.
Zhao Feng memang tidak merasakan aura keberadaan pembunuh bayaran tersebut, namun Zhao Feng bisa merasakan aura dan niat membunuh yang kuat sedang mengawasi mereka, bagi Zhao Feng yang bisa di katakan seorang raja pembunuh bayaran tentunya tidak sulit baginya untuk menemukan aura dan niat membunuh seseorang, sebab dia sudah sangat ahli dengan yang namanya aura dan niat membunuh.
"Aku tidak mengetahui siapa dia, tapi sepertinya dia memiliki niat buruk pada kami" batin Zhao Feng.
Zhao Feng juga tidak tahu harus berbuat apa, karena keberadaan orang tersebut sangat jauh darinya, selain itu saat ini dia juga sedang berlatih, jadi tidak mungkin baginya untuk menyerang orang tersebut, lalu dia juga tidak mengetahui seberapa kuat orang yang sedang mengawasi mereka itu.
Karena benar-benar tidak menemukan cara, Zhao Feng kemudian memutuskan untuk memberitahukan hal tersebut kepada Liu Changhai.
"Guru" ucap Zhao Feng melalui telepati.
"Hmm, ada apa Feng'er kenapa kau menghubungiku seperti ini?" tanya Liu Changhai.
"Maaf guru, aku tidak bisa berbicara secara langsung sebab akan ada masalah jika aku mengatakannya" jawab Zhao Feng.
"Aku merasakan ada aura dan niat membunuh yang sangat kuat di sekitar sini yang sedang mengincar kita" jawab Zhao Feng.
"Apa!, tapi guru tidak merasakan keberadaan apapun di sini" ujar Liu Changhai kebingungan.
"Tentu saja tidak bisa guru, sebab aura dan niat membunuh hanya bisa di rasakan oleh orang yang mempunyai aura dan niat membunuh juga, meskipun aura membunuhnya dia sembunyikan tapi aku tetap bisa merasakannya" jawab Zhao Feng.
"Jadi begitu ya, memangnya berapa jumlah mereka?" tanya Liu Changhai.
"Hanya satu orang guru, dia sudah mengawasi kita sejak tadi, aku akan mengatakan dimana keberadaannya tapi berjanjilah untuk tidak menoleh ke sana" jawab Zhao Feng.
"Baiklah" ujar Liu Changhai.
"Dia sekarang ada di atas pohon besar yang ada di sebelah kiri" ucap Zhao Feng.
Liu Changhai kemudian mencoba untuk merasakan keberadaan orang itu dengan menggunakan auranya, namuan Liu Changhai sama sekali tidak bisa menemukan keberadaannya, karena masih tidak mengerti maksud dan tujuan orang tersebut, Liu Changhai kemudian mengatakan kepada Zhao Feng untuk tetap tenang dan melanjutkan latihan mereka.
Sambil terus berjalan menuju puncak bukit, Zhao Feng terus mengatakan kepada Liu Changhai dimana posisi orang tersebut, karena memang sejak awal posisinya selalu berpindah-pindah agar selalu bisa mengawasi Zhao Feng dan yang lainnya.
Zhao Feng dan Zhao Tian juga menyusun rencana untuk menjebak orang tersebut, mereka berdua berencana untuk memancing orang tersebut keluar, karena dengan begitu mereka tidak perlu repot-repot lagi untuk mengejar orang tersebut.
"Feng'er apa dia masih mengawasi kita?" tanya Liu Changhai.
"Benar guru, sepertinya dia memang tidak ingin melepaskan kita" jawab Zhao Feng.
"Baiklah, kalau begitu kita akan menjebaknya saat sampai di puncak bukit" ucap Liu Changhai.
"Baik guru" jawab Zhao Feng.
Setelah berlari hampir seharian dengan membawa batang pohon yang sangat berat di pundaknya, akhirnya mereka berhasil sampai di puncak bukit, Zhao Feng dan Zhao Tian langsung menghempaskan batang pohon tersebut ke tanah lalu setelah itu mereka berdua langsung merebahkan tubuhnya di tanah untuk beristirahat.
Beberapa menit kemudian, Zhao Feng memberikan tanda kepada Liu Changhai dengan cara menganggukkan kepalanya sedikit, sebagai tanda bahwa dia akan memulai rencananya, namun sebelum itu Zhao Feng terlebih dahulu memberitahukan kepada Liu Changhai dimana posisi orang yang selalu mengikuti mereka sejak tadi.
"Gu-guru, izinkan aku pergi sebentar" ucap Zhao Feng.
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Liu Changhai.
"Aku ingin buang air kecil" jawab Zhao Feng.
"Baiklah jangan jauh-jauh" ujar Liu Changhai.