Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-54. Maafkan ayah


Ledakan leras terjadi saat pukulan Lin Dian dan Zhao Chun beradu, namun karena tingkat kultivasi dan kekuatan yang berbeda Zhao Chun tidak sanggup menahan kerasnya pukulan Lin Dian, hingga akhirnya Zhao Chun terlempar ke arah pasukannya dan mengalami luka dalam yang lumayan parah.


"Si-sial, aku jelas-jelas bukan tandingannya" ucap Zhao Chun memuntahkan seteguk darah segar.


"Cih, sampah sepertimu seharusnya tidak mengatakan orang lain sebagai sampah, apa lagi yang kau katakan sampah itu adalah keponakanku!" ujar Lin Dian kesal.


"Maaf tuan, meskipun ini masalah keluargamu dan keluarga Zhao, tapi aku tetap tidak bisa membiarkan pertarungan ini berlanjut" ucap Wang Bing Cao.


"Apa kau juga mau menantang seluruh keluarga Lin?" tanya Lin Dian sinis.


"Aku tidak bermaksud demikian, tapi demi keamanan kota ku apapun akan aku lakukan" jawab Wang Bing Cao, kemudian melepaskan aura kekuatannya.


Aura kekuatan ranah Heaven Spiritual bintang lima yang di lepaskan oleh Wang Bing Cao berhasil membuat Lin Dian yang hanya berada di ranah Earth Spiritual bintang tujuh merasakan tekanan intimidasi yang kuat, tidak hanya Lin Dian saja bahkan saudaranya Lin Duan dan pasukan keluarga Lin juga merasakan hal yang sama.


"Raja kota, seharusnya kau tidak mencampuri urusan keluarga Lin, apa lagi kau sampai mengancam keluarga Lin ku dengan menggunakan aura kekuatanmu" jawab Lin Jianheeng.


Swush.., aura kekuatan ranah Expert bintang tujuh meledak dari tubuh Lin Jianheeng dan langsung melenyapkan tekanan intimidasi dari Wang Bing Cao, seketika aura kekuatan Lin Jianheeng berbalik mengintimidasi raja kota dan para pasukan kerajaan Awan, serta pasukan dari para keluarga bangsawan yang ada di sana.


Semua orang benar-benar tidak bisa mempercayai bahwa patriark keluarga Lin adalah seorang kultivator ranah Expert, sekarang mereka bisa mengetahui alasan kenapa pasukan yang mereka bawa hanya berjumlah seratus orang, dan jika saja Lin Jianheeng benar-benar ingin menghancurkan keluarga Zhao, maka tidak seorangpun dari mereka yang bisa menghentikannya.


"Aku beri kesempatan sekali lagi, serahkan Hua'er atau aku akan benar-benar menghancurkan klan Zhao, jika ada yang mau menghalangi silahkan coba saja jika mampu" ucap Lin Jianheeng dengan tenang.


Zhao Chun terdiam mendengar ucapan Lin Jianheeng, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ayah Lin Hua adalah seorang kultivator yang sangat kuat. Zhao Chun benar-benar tidak mempunyai pilihan lain lagi, dia kemudian memerintahkan beberapa pasukan untuk menjemput Lin Hua.


"Tunggu, aku datang ke sini bukan cuma untuk menjemput Hua'er, tapi aku juga datang untuk menjemput ibu Zhao Tian" ucap Lin Jianheeng menghentikan pasukan yang ingin menjemput Lin Hua.


"Apa maksudmu, memangnya apa hubungan Zhao Tian dan ibunya dengan keluarga Lin?" tanya Zhao Chun kesal.


"Tentu saja ada hubungannya, sebab Zhao Tian sudah menjadi bagian dari keluarga Lin dan menjadi cucu angkatku" jawab Lin Jianheeng.


Zhao Chun benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi, walaupun dia tidak pernah memperdulikan Zhao Tian dan ibunya, tapi tetap saja Zhao Tian dan ibunya adalah bagian keluarga Zhao, namun dia juga tidak bisa untuk menolak perkataan Lin Jianheeng, karena jika tidak keluarga Zhao akan benar-benar di hancurkan oleh Lin Jianheeng.


**


Lin Hua yang sedang duduk dengan tenang bersama ibu Zhao Tian, tiba-tiba saja dikejutkan dengan kedatangan beberapa prajurit yang sebelumnya di perintahkan oleh Zhao Chun untuk menjemput dirinya.


"Permisi nyonya sebaiknya kalian berdua ikut kami sekarang" ucap salah seorang prajurit.


"Memangnya mau kemana?" tanya Lin Hua.


Lin Hua nampak sangat curiga dengan sikap para prajurit tersebut, namun karena dirinya bukanlah seorang kultivator lagi, jadi dia hanya bisa menurut saja dengan para prajurit tersebut, lagi pula Lin Hua sangat yakin bahwa mereka tidak akan berani macam-macam dengan dirinya.


"Baiklah kalau begitu mari kita pergi" ucap Lin Hua.


Para prajurit tersebut kemudian langsung membawa Lin Hua dan ibu Zhao Tian pergi menuju ke gerbang kota, setelah sampai di depan gerbang Lin Hua menjadi semakin bingung saat melihat pasukan kota Awan yang begitu banyak, tidak hanya itu saja bahkan pasukan keluarga bangsawan lainnya juga ada di sana.


"Ada apa ini sebenarnya" gumam Lin Hua.


Para prajurit terus membawa Lin Hua dan ibu Zhao Tian sampai ke luar gerbang, Lin Hua kembali terkejut saat melihat suaminya yang sedang terluka, karena merasa khawatir Lin Hua langsung berlari menghampiri Zhao Chun, namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melihat seorang pria tua yang sangat ia kenal menatapnya dengan tatapan yang sedih.


"Hua'er" ucap Lin Jianheeng.


"A-ayah.."


Lin Hua benar-benar mematung dan tidak bisa berkata apa-apa, air matanya tiba-tiba saja langsung menetes saat melihat ayahnya berada di hadapannya, tidak hanya itu saja bahkan Lin Hua juga tidak bisa mempercayai bahwa kedua saudaranya dan beberapa pasukan keluarga Lin juga ada di hadapannya saat ini.


"Hormat kami tuan putri" ucap pasukan keluarga Lin sambil berlutut.


"Adikku, kau telah pergi begitu lama dan tidak pernah kembali ke keluarga kita, sekarang kami datang untuk menjemput mu" ucap Lin Duan.


"A-ayah, kakak" ucap Lin Hua lirih.


"Putriku, sudah saatnya kau kembali ke keluarga Lin, maafkan ayah yang sudah membuatmu menderita" ujar Lin Jianheeng.


Lin Hua kembali terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa, perasaan dan pikirannya benar-benar kacau, di satu sisi, dia tentunya sangat ingin kembali ke keluarga Lin dan berkumpul lagi bersama ayah dan kedua kakaknya, tapi di sisi lain, dia juga tidak mau meninggalkan keluarga Zhao yang telah menjaganya selama ini, selain itu dia juga tidak mungkin meninggalkan putranya sendirian di keluarga Zhao.


"Hua'er, apa kau mau membuat Feng'er menunggu?" tanya Lin Jianheeng.


"Ja-jadi ayah sudah.."


"Benar sekali, ayah dan kedua kakakmu sudah bertemu dengan Feng'er, walaupun awalnya dia sangat marah setelah mendengar cerita ayah, tapi setelah itu dia mau memaafkan ayah dan sekarang dia sudah berada di keluarga Lin" ujar Lin Jianheeng memotong ucapan Lin Hua.


"Satu lagi, dia juga yang meminta ayah untuk menjemputmu di sini" ucap Lin Jianheeng.


"Ka-kalau begitu aku akan kembali bersama ayah, tapi.." ucapan Lin Hua tiba-tiba terhenti saat dia melihat ke arah ibu Zhao Tian.


"Tenang saja putriku, ibu Zhao Tian juga akan ikut bersama kita karena sekarang, Zhao Tian sudah menjadi bagian keluarga Lin dan menjadi cucu angkatku" ujar Lin Jianheeng.