
Dewa kehidupan hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan Lin Feng, ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa lagi, karena ia sendiri tidak bisa mengerti jalan pikiran Lin Feng, namun ia juga sangat bangga dengan Lin Feng yang tidak tergiur dengan segala sesuatu yang sudah ia tawarkan, meskipun dia tidak mengatakannya secara langsung, jika sebenarnya Lin Feng adalah manusia yang dipilih oleh Dewi Nuwa untuk menjadi penerusnya.
Perkataan Lin Feng memang terdengar sangat naif dan munafik bagi orang lain, karena sangat tidak mungkin jika manusia tidak membutuhkan kekuasaan, tapi bagi Lin Feng sendiri, apa yang ia katakan adalah kebenarannya, karena memang dia sangat tidak membutuhkan yang namanya kekuasaan, karena hal itu hanya akan membuatnya merasa terbelenggu dan tidak bisa hidup dengan bebas.
"Aku sangat iri denganmu yang bisa melakukan apapun sesuka hatimu dan tidak ada seorangpun yang bisa mengatur hidupmu" ucap dewa kehidupan.
"Kau salah, justru kehidupanku sekarang berjalan tidak sesuai dengan yang aku inginkan" jawab Lin Feng.
"Hahahaha! Kau benar, karena terkadang hidup memang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan" ujar dewa kehidupan.
"Tapi masih ada satu hal yang tidak aku mengerti" ucap Lin Feng.
"Apa itu?" tanya dewa kehidupan.
"Kenapa kau bisa mengetahui cerita itu dengan sangat rinci? Seakan-akan kau menyaksikan kejadian itu secara langsung, apa jangan-jangan kau..."
"Jangan salah faham, aku bisa bercerita seperti ini karena telah membaca dari catatan kuno ditempat tinggal ku yang dulu" ujar dewa kehidupan.
"..." Lin Feng tidak menjawab, ia justru memandangi dewa kehidupan dengan tatapan mata yang tajam, karena alasan dewa kehidupan sangat tidak meyakinkan untuknya, bahkan Lin Feng bisa melihat jika ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh dewa kehidupan.
Melihat kecurigaan Lin Feng, dewa kehidupan buru-buru melanjutkan perkataannya. "Sudahlah, aku ucapkan selamat atas pencapaian mu dan ini adalah hadiah dariku" ucap dewa kehidupan, kemudian memberikan sebuah kotak kecil kepada Lin Feng.
Lin Feng meraih kotak kecil pemberian dewa kehidupan, ia kemudian membukanya dan melihat isi kota tersebut. Lin Feng sangat terkejut ketika melihat di dalam kotak kecil tersebut terdapat sembilan pil yang memiliki aroma yang sangat harum, serta aura yang sangat besar. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah, ia tidak bisa melihat ataupun mengetahui tingkatan sembilan pil yang ada di dalam kotak tersebut.
"Pil apa ini?" tanya Lin Feng.
"Aku sendiri juga tidak tahu namanya, tapi pil itu sangat berguna untuk meningkatkan kekuatanmu. Dan ingatlah untuk tidak menyerapnya sekaligus, karena tubuhmu tidak akan sanggup menahannya" jawab dewa kehidupan.
"Terimakasih pak tua, aku akan mengingat perkataan mu dengan baik" ucap Lin Feng.
Mereka bertiga mengobrol cukup lama di tempat tersebut, bahkan mereka tidak sadar jika matahari sudah hampir tenggelam dan obrolan mereka masih terus berlanjut. Selama mengobrol Lin Feng sempat menanyakan nama pria tua tersebut, tapi ia malah mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan keinginannya, bahkan dewa kehidupan selalu berkata jika Lin Feng bisa memanggilnya dengan sebutan apa saja.
Tidak hanya Lin Feng, dewa kehidupan juga sempat menawari Lin Feng untuk menjadi muridnya, tapi tawaran tersebut langsung ditolak oleh Lin Feng, karena ia sudah memiliki guru dan hanya ingin memiliki satu guru saja. Dewa kehidupan sangat menyayangkan keputusan Lin Feng, tapi ia juga tidak bisa memaksanya dan hanya bisa menerima keputusan serta komitmen Lin Feng yang hanya ingin memiliki satu guru saja.
"Baiklah, kalau begitu aku juga tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, tapi aku masih memiliki sesuatu untukmu" ucap dewa kehidupan.
"Apa itu?" tanya Lin Feng penasaran.
Dewa kehidupan kemudian berdiri dan menyentuh dahi Lin Feng dengan jari telunjuknya, lalu melalui jari telunjuknya itu, dewa kehidupan memberikan beberapa pengetahuan kepada Lin Feng, yang nantinya akan sangat berguna bagi Lin Feng dalam menyelesaikan misinya. Ketika beberapa pengetahuan tersebut masuk kedalam kepalanya, Lin Feng langsung merasakan sakit yang sangat luar biasa di kepalanya.
"Arrgghhh! Ke-kepala ku..."
"Tahanlah, karena yang akan kau alami dimasa depan nanti akan jauh lebih menyakitkan lagi" ujar dewa kehidupan.
Dewa kehidupan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Lin Feng, karena ia masih fokus untuk memberikan pengetahuan kepadanya. Setelah beberapa menit berlalu, dewa kehidupan kemudian menarik tangannya dari dahi Lin Feng, bersamaan dengan itu, rasa sakit pada kepala Lin Feng juga berangsur menghilang dengan perlahan-lahan, sampai akhirnya rasa sakit tersebut benar-benar menghilang dari kepalanya.
"Sekarang kalian boleh pergi, karena masih ada hal lain yang harus aku kerjakan" ucap dewa kehidupan.
"Baiklah, maafkan kami karena telah mengganggumu, aku juga sangat berterimakasih untuk hadiah yang mau berikan" ucap Lin Feng.
"Tidak masalah jangan dipikirkan lagi" jawab dewa kehidupan.
"Kalau begitu, kami berdua pergi sekarang" ucap Lin Feng, kemudian ia dan Huise pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah berada di tepi air terjun, Lin Feng yang merasakan keanehan saat meninggalkan pria tua langsung mengalihkan pandangannya ke air terjun. Dan benar saja, air terjun yang ada di dekatnya tidak setinggi sebelumnya, bahkan air terjun tersebut sangat renadah, yang tingginya hanya sekitar 4 sampai 5 meter. Tidak hanya itu saja, air terjun tersebut juga tidak memiliki sumber energi kehidupan yang besar seperti sebelumnya.
"Siapa pria tua itu sebenarnya?" gumam Lin Feng pelan, namun suaranya masih terdengar oleh Huise.
"Entahlah tuan, aku juga tidak mengetahui siapa pria tua itu, aku sudah mencoba menyelidikinya berulang kali, tapi aku tidak menemukan apapun" jawab Huise.
"Siapapun dia, yang penting dia sudah membantuku dan aku sangat berterimakasih untuk itu" ucap Lin Feng.
"Sekarang kita harus kemana tuan?" tanya Huise.
"Aku tidak mungkin kembali ke benua Timur sekarang, jadi sebaiknya kita ke dunia bawah saja" jawab Lin Feng.
"Baik tuan!" ujar Huise.
Setelah itu, Lin Feng dan Huise langsung menghilang dari tempat tersebut dan sesaat kemudian, mereka berdua telah sampai di kerajaan dunia bawah. Kedatangan mereka berdua disambut dengan rasa hormat oleh Yin Ouyang dan yang lainnya, begitu juga dengan Lang Diyu dan Du Fang Ren yang juga berada di istana.
"Selamat datang kembali, yang mulia!" ucap mereka semua serempak sambil berlutut di hadapan Lin Feng yang sedang duduk di singgasana raja.
"Terimakasih, kalian bisa berdiri sekarang" ucap Lin Feng.
"Lang Diyu, Du Fang Ren, kenapa kalian bisa berada di istana, apa ada masalah dengan para prajurit?" tanya Lin Feng.
"Tidak tuan, justru kami datang ke istana untuk melaporkan perkembangan para prajurit" jawab Lang Diyu.
"Perkembangan apa yang kau maksud?" tanya Lin Feng.
"Saat ini, kekuatan pasukan kita benar-benar telah meningkat dengan sangat luar biasa tuan, masing-masing prajurit kita memiliki kultivasi yang telah berada di ranah Nirvana bintang sembilan. Dan sekarang, mereka sedang berusaha untuk menerobos, jadi hamba bermaksud untuk mengajak tuan datang ke tempat pelatihan, agar para prajurit semakin bersemangat" jawab Lang Diyu.
"Baiklah, kalau begitu mari kita ke sana!" ucap Lin Feng.