Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-254. Pasukan misterius


Setelah beberapa menit berlalu, Yun Ling akhirnya datang menghampiri Lin Feng, Yun Ling nampak sangat kaget saat melihat wajah Lin Feng yang nampak pucat, meskipun tidak dapat menyaksikan pertarungan antara Lin Feng dan naga merah sebelumnya, namun Yun Ling sangat mengerti kalau Lin Feng sedang terluka.


Karena Yun Ling sudah datang, Lin Feng kemudian mengajaknya untuk masuk kedalam gua, karena Lin Feng merasa sangat yakin di dalam gua tersebut ada sesuatu yang menarik. Yun Ling yang nampak khawatir, kemudian mencoba untuk menawarkan bantuan dengan memapahnya sampai kedalam gua, tapi sayangnya Lin Feng langsung menolak.


Sesampainya di dalam gua, mereka berdua langsung disambut dengan ratusan batu kristal yang masih tertanam di dinding gua, ukuran dari kristal-kristal tersebut juga beragam, mulai dari sebesar kerikil sampai sebesar bongkahan batu besar.


"I-ini adalah kristal roh" ucap Yun Ling kaget.


"Aku akan berkultivasi untuk mengembalikan energi ku yang telah terkuras" ujar Lin Feng.


"Baik tuan, sementara tuan berkultivasi, aku akan mengambil kristal-kristal ini untuk tuan" ucap Yun Ling.


"Tidak perlu, kau ambil saja untuk dirimu sendiri, karena aku yakin kau akan membutuhkannya nanti, lagipula aku akan langsung menyerap energi kristal ini" jawab Lin Feng.


Lin Feng kemudian berjalan mendekati kristal yang paling besar, lalu duduk bersila di samping kristal tersebut, Lin Feng kemudian menarik nafas panjang melalui hidungnya, lalu mengeluarkannya dari hidung, setelah itu, Lin Feng langsung menutup matanya dan mulai berkultivasi.


Sesaat setelah Lin Feng memulai kultivasinya, kristal roh yang ada di samping Lin Feng langsung mengeluarkan cahaya yang cukup terang, energi yang terkandung didalamnya juga langsung tersedot masuk kedalam tubuh Lin Feng.


Setelah Lin Feng memulai kultivasinya, Yun Ling kemudian memulai pekerjaannya untuk mengumpulkan kristal-kristal roh yang ada di sana, sebenarnya Yun Ling juga ingin mengambil kristal yang ada pada Demon beast, tapi sayangnya sudah tidak ada yang tersisa, karena kristal tersebut telah hancur bersama tubuh mereka.


***


Di alam bawah sadar Lin Feng.


Lin Feng yang sedang berkultivasi tiba-tiba saja membuka matanya dan langsung menghentikan kultivasinya, Lin Feng nampak kaget dan mengerutkan alisnya, saat mengetahui bahwa dia sudah berada di tempat yang berbeda.


Tempat Lin Feng berada sekarang nampak sangat aneh, dimana hanya ada daratan yang terbuat dari bebatuan, serta sejauh matanya memandang hanya kegelapan, tidak lama kemudian, disekitar Lin Feng tiba-tiba saja muncul cahaya kecil yang sangat banyak.


Cahaya kecil yang sangat banyak tersebut nampak sangat terang, mereka juga terlihat sangat dekat dengan Lin Feng, namun saat Lin Feng mencoba meraihnya, cahaya tersebut terasa begitu jauh, seperti bintang-bintang yang menghiasi langit malam.


"Tempat apa ini?" gumam Lin Feng bingung.


"Huise, apa kau tahu sekarang aku berada di mana?" Lin Feng mencoba bertanya kepada Huise, tapi sayangnya tidak ada jawaban sama sekali, padahal Lin Feng masih merasakan bahwa jiwanya masih terhubung dengan Huise.


"Huise, kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?!" ujar Lin Feng.


Lin Feng terus berusaha memanggil Huise, tapi tidak ada jawaban sama sekali, Lin Feng bahkan sudah mencoba untuk masuk kedalam ruang jiwanya untuk menemui Huise, tapi anehnya, Lin Feng sama sekali tidak bisa masuk kedalam ruang jiwanya sendiri.


Yang lebih membuat Lin Feng terkejut adalah, kekuatan mereka semua benar-benar setara, tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah, lalu pasukan tersebut juga bukanlah pasukan manusia, melainkan pasukan tengkorak yang mengenakan armor, lengkap dengan perisai di tangan kiri mereka, serta pedang di tangan kanan mereka.


"Sial, dari mana datangnya para tengkorak sialan ini?" gumam Lin Feng, kemudian meningkatkan kewaspadaannya.


Setelah berjarak sekitar seratus meter dari Lin Feng, pasukan tengkorak tersebut tiba-tiba saja menghentikan langkah mereka, Lin Feng sempat berpikir bahwa mereka akan langsung melakukan serangan, tapi nyatanya mereka malah berhenti, seperti sedang menunggu sesuatu.


"Apa mereka menunggu kedatangan pemimpinnya?" gumam Lin Feng penasaran.


Tidak berselang lama, dari arah belakang Lin Feng datang satu pasukan lagi, yang jumlahnya tidak kalah besar dengan jumlah pasukan sebelumnya, tapi mereka nampak berbeda, karena pasukan tersebut datang dengan cara terbang di udara.


Lin Feng kembali mengerutkan alisnya, saat melihat kekuatan pasukan yang baru datang tersebut ternyata juga sama, yaitu kekuatan yang setara dengan kultivator ranah Tyrant, pasukan yang baru datang tersebut juga merupakan pasukan tengkorak, tapi mereka tidak mengenakan armor dan senjata, melainkan mengenakan jubah hitam usang.


Tidak hanya itu saja, karena di sekeliling tubuh mereka, juga terdapat tujuh bola api berwarna biru dengan ukuran sebesar kepalan tangan anak-anak, yang nampak terus berputar mengelilingi tubuh mereka semua. Sama seperti pasukan sebelumnya, mereka juga langsung berhenti setelah berjarak sekitar seratus meter dari Lin Feng.


Lin Feng sendiri nampak kebingungan, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang, Lin Feng bahkan tidak mengetahui alasan kenapa dia tiba-tiba di hadang oleh dua pasukan hebat dan aneh tersebut, terlebih lagi, Lin Feng tidak mengetahui dimana dia berada sekarang.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa aku bisa berada di tempat aneh ini? Lalu sebenarnya mereka semua datang dari mana?" tanya Lin Feng pada dirinya sendiri.


"Tenang, aku harus tenang, pertama-tama aku harus menemukan jalan keluar dari tempat ini" gumamnya.


Lin Feng kemudian melihat ke sekeliling, untuk mencari jalan keluar dari tempat misterius tersebut, namun sayangnya Lin Feng tidak menemukan apapun, selain daratan yang terbuat dari bebatuan dan tidak terhitung luasnya, serta kegelapan yang dihiasi oleh cahaya kecil seperti bintang-bintang.


"Sepertinya tidak ada jalan keluar sama sekali, kalau begitu aku terpaksa harus bertarung untuk bertahan hidup" ucap Lin Feng.


"Hei, kalian para makhluk sialan, apa lagi yang kalian tunggu? Apa kalian tidak mau melakukan serangan terlebih dahulu?" tanya Lin Feng sinis.


"Baiklah, karena kalian semua diam saja, maka aku yang akan melakukan serangan pertama!" ujar Lin Feng.


Lin Feng kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, lalu setelah itu, Lin Feng langsung bergerak dengan kecepatan tinggi menuju ke arah pasukan prajurit tengkorak.


Messkipun di hadang oleh dua pasukan yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dan jumlah yang sangat banyak, tapi Lin Feng tidak merasa gentar sedikitpun, bahkan Lin Feng nampak sangat bersemangat, seolah-olah memang sudah menantikan peperangan itu sebelumnya.


Sebelumya Lin Feng memang nampak kebingungan, karena tidak mengetahui apapun tentang tempat dan pasukan aneh tersebut, tapi sekarang, Lin Feng sudah tidak menghiraukannya lagi, sebab yang dia inginkan sekarang adalah menghabisi kedua pasukan tersebut.