Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-141. Membantu pria tua misterius.


Setelah selesai menghabisi pemimpin Asosiasi, Lin Feng kemudian berjalan menghampiri Jin Feng Huang dan mengucapkan terimakasih karena telah membantunya, akan tetapi Jin Feng Huang tidak mengatakan apa-apa selain hanya tersenyum lembut pada Lin Feng.


Lin Feng juga merasa senang karena kedatangan kakeknya, meskipun sedikit terlambat namun Lin Feng merasa sangat terbantu, hanya saja Lin Feng masih tidak mengerti bagaimana Lin Jianheeng bisa mengetahui keberadaannya dan Lin Tian, padahal Lin Feng sama sekali tidak pernah menghubungi kakeknya tersebut.


"Kakek, bagaimana kau bisa..."


"Bodoh! kenapa kau tidak menghubungiku saat ada masalah, apa kau tidak menganggap aku sebagai kakekmu lagi? lihat saudaramu! keadaannya sampai seperti ini karena kecerobohan yang kau lakukan" ujar Lin Jianheeng marah.


"Maaf kakek, aku juga tidak tahu kalau Lin Tian telah disandera oleh mereka" jawab Lin Feng menyesali perbuatannya.


"Tapi bagaimana kakek bisa mengetahui semua ini?" tanya Lin Feng bingung.


Lin Jianheeng kemudian menjelaskan bahwa semua anggota inti keluarga Lin memiliki giok jiwa, yang berguna untuk mengetahui keadaan setiap anggota keluarga Lin, ketika ada sesuatu yang terjadi pada salah satu anggota keluarga Lin, maka giok jiwa tersebut akan bercahaya, jika pemilik giok jiwa dalam keadaan terluka seperti Lin Tian, maka giok jiwa tersebut akan retak.


Giok jiwa sebenarnya adalah sebuah pusaka yang sangat sulit di dapatkan, harga jualnya juga sangat mahal, karena itulah tidak sembarang orang bisa memiliki giok jiwa, di keluarga Lin sendiri hanya beberapa orang saja yang memilikinya, mereka adalah Lin Jianheeng sendiri, kedua putranya, Lin Tian dan para tetua keluarga.


"Ternyata begitu, aku benar-benar minta maaf kakek" ucap Lin Feng tulus.


"Sudahlah, lain kali kakek harap kau bisa berpikir panjang, kakek memang mengakui kekuatanmu, tapi bukan berarti kau bisa bertindak sendiri apa lagi sampai membahayakan nyawa saudaramu" ucap Lin Jianheeng.


"Patriark Lin, janganlah terlalu marah, coba anda lihat semua mayat ini, mereka semua adalah korban yang telah dimusnahkan oleh Lin Feng sendirian" ujar Jin Feng Huang.


"Tenang saja pemimpin Huang, aku mengetahui apa yang harus aku lakukan, aku justru sangat bangga dengan kehebatan Lin Feng, hanya saja aku ingin mengajarkan kepadanya bahwa di dunia ini dia tidak sendirian" ucap Lin Jianheeng.


"Baik kakek, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi" ujar Lin Feng.


Setelah itu, mereka semua langsung pergi dari tempat tersebut, pemimpin sekte beserta kedua tetua dan pasukan Phoenix langsung kembali ke sekte, sementara Lin Feng diminta kembali ke keluarga Lin untuk sementara waktu.


**


Beberapa hari berlalu dengan sangat cepat, keadaan Lin Tian juga sudah mulai membaik, sedangkan Asosiasi pembunuh bayaran benar-benar telah musnah dari wilayah kerajaan Zuanshi, kabar tersebut juga telah menyebar ke seluruh kota, yang membuat semua orang merasa sangat senang.


Saat ini, Lin Feng masih berada di kota Zuanshi dan masih belum diperbolehkan kembali ke sekte sebelum Lin Tian benar-benar sembuh, lalu untuk menghilangkan rasa bosannya, Lin Feng berjalan-jalan di kota Zuanshi sambil mencari sesuatu yang bisa menghiburnya.


Saat sedang berkeliling sambil menikmati suasana kota Zuanshi yang ramai, seorang pria tua nampak sedang berjalan ke arah Lin Feng, pria tua tersebut nampak sangat kurus dengan pakaian yang sudah tidak layak di pakai lagi, Lin Feng yang merasa kasihan kemudian menghampiri pria tua tersebut.


"Kakek, kau mau kemana?" tanya Lin Feng ramah.


"Aku ingin pergi keluar kota, tapi sebelum itu aku harus membeli beberapa roti untuk perjalananku nanti" ucap pria tua tersebut.


"Kalau begitu aku akan membantu kakek, tapi kenapa kakek harus pergi ke luar kota?" tanya Lin Feng.


"Tidak apa-apa nak, aku hanya harus melakukan sesuatu di luar kota" jawab pria tua tersebut.


Setelah itu, Lin Feng pergi menuju ke toko roti bersama pria tua tersebut, sesampainya di sana, Lin Feng langsung membeli beberapa potong roti untuk pria tua tersebut, lalu setelah itu, Lin Feng langsung membawa pria tua tersebut menuju ke gerbang kota.


Setelah berjalan cukup lama, mereka berdua akhirnya sampai di gerbang kota, karena para penjaga gerbang sudah mengetahui siapa Lin Feng, mereka langsung memberikan hormat kepadanya, namun mereka agak penasaran dengan pria tua yang sedang bersama Lin Feng.


"Kakek, sekarang kau mau kemana?" tanya Lin Feng.


Tanpa menanyakan tujuan dari pria tua tersebut, Lin Feng langsung mengiyakan permintaan pria tua itu dan langsung membawanya menuju ke arah hutan, sebenarnya ada sedikit rasa curiga dalam hati Lin Feng, namun kecurigaan tersebut langsung hilang seketika, setelah Lin Feng memeriksa pria tua tersebut.


Lin Feng tidak menemukan apapun pada tubuh pria tua tersebut, bahkan Lin Feng tidak menemukan aura kultivasi sedikitpun pada dirinya, tentu saja Lin Feng percaya dengan pria tua tersebut, karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa lolos dari penglihatan matanya, seandainya kalau pria tua tersebut menjebak Lin Feng, pasti sejak awal Lin Feng sudah menyadarinya.


***


Setelah lumayan lama berjalan, mereka berdua akhirnya sampai di dalam hutan, Lin Feng benar-benar merasa bingung karena tidak ada apapun di dalam hutan tersebut, padahal awalnya Lin Feng mengira bahwa pria tua tersebut tinggal di dalam hutan.


Namun Lin Feng tidak ingin menanyakan apapun, karena Lin Feng tidak ingin menyinggung perasaan pria tua tersebut, dengan tenang Lin Feng terus mengikuti pria tua tersebut sampai akhirnya mereka berhenti setelah masuk cukup dalam ke hutan.


"Terimakasih karena sudah membantu kakek, sekarang katakan apa permintaanmu, kakek akan mengabulkannya" ucap pria tua tersebut.


"Apa maksud kakek?" tanya Lin Feng kebingungan.


"Kau sudah repot-repot membantu kakek, tentu saja kakek tidak bisa membiarkan kau kembali tanpa memberikan apapun, jadi katakan saja apa yang kau inginkan, maka kakek akan mengabulkannya" jawab pria tua menjelaskan.


"Sudahlah kakek, jangan pikirkan masalah itu, aku tulus membantu kakek dan tidak mengharapkan balasan apapun dari kakek" ucap Lin Feng.


"Kalau begitu baiklah, tapi kakek akan tetap memberikan sesuatu untukmu" ucap pria tua tersebut sambil memberikan selembar kertas kepada Lin Feng.


Dengan berat hati Lin Feng menerima pemberian pria tua tersebut, meskipun Lin Feng tidak mengetahui kertas apa yang diberikan oleh pria tua tersebut, namun Lin Feng juga tidak ingin membuat kakek tersebut kecewa, setelah meraih kertas tersebut, Lin Feng langsung memeriksanya.


Raut wajah Lin Feng langsung berubah, sorot matanya yang selalu tajam dan dingin, tiba-tiba saja berubah menjadi sangat tenang saat melihat gambar keluarganya yang ada di kertas tersebut, meskipun sekarang berada di dunia dan zaman yang berbeda, namun Lin Feng masih mengetahui bahwa kertas tersebut adalah selembar foto.


"Darimana kakek mendapatkan foto keluargaku?" tanya Lin Feng bingung.


"Jangankan sebuah foto, bahkan aku bisa langsung membawa keluargamu ke sini, karena aku adalah sang Author" ucap pria tua tersebut, kemudian tubuhnya diselimuti olah cahaya yang sangat menyilaukan.


Beberapa saat berlalu, cahaya menyilaukan yang menutupi cahaya pria tua tersebut juga telah menghilang, Lin Feng benar-benar kaget saat melihat pria tua yang telah ia tolong sebelumnya telah berubah menjadi seorang pria yang sangat tampan, Lin Feng bahkan bisa menebak bahwa umur pria tersebut masih dibawah 25 tahun.


"Siapa senior sebenarnya?" tanya Lin Feng.


"Aku adalah pencipta alam ini, aku juga yang mengatur semuanya, apapun bisa aku lakukan sesuai dengan keinginanku" jawab sang Author.


"Kembali ke pertanyaan ku yang sebelumnya, apa kau benar-benar tidak menginginkan sesuatu?" tanya sang Author.


"A-aku, hanya ingin bertemu dengan keluargaku" jawab Lin Feng.


"Maka akan aku kabulkan" ujar sang Author kemudian menjentikkan tangannya.


Dalam sekejap mata, di hadapan Lin Feng tiba-tiba muncul ayah, ibu dan juga kakaknya, dengan air mata yang menetes, Lin Feng langsung berlari ke arah mereka dan memeluk mereka bertiga dengan sangat erat.


"Aku benar-benar merindukan kalian bertiga" ucap Lin Feng lirih.


(Heyo Genk, ada Author lagi di novel nih 😂😂, tenang aja ini bukan jalan cerita yang asli kok, chapter ini bisa dikatakan sebagai special chapter, karena sekarang adalah hari kasih sayang, jadi Author juga ingin Lin Feng merasakan lagi kasih sayang dari kedua orang tuanya..


Oke sekian dulu hari ini, see you next chapter, Bai Bai)