
Setelah mendapatkan izin dan mengobrol cukup lama dengan ibunya, Lin Feng kemudian langsung memutuskan untuk pergi memulai perjalanannya, karena menurutnya berlama-lama di kota Zuanshi hanya akan membuat tekadnya menjadi rapuh dan akhirnya tidak bisa pergi, tentunya Lin Feng tidak ingin hal itu terjadi.
"Putraku, apa kau tidak mau menemui kakek dan kedua pamanmu?" tanya Lin Hua.
"Tidak bu, kakek mungkin tidak akan mengizinkan aku pergi, jadi aku tidak bisa menemuinya, jika nanti kakek pulang sampaikan saja permintaan maafku kepadanya" jawab Lin Feng.
"Baiklah, nanti akan ibu sampaikan" ucap Lin Hua.
"Kalau begitu aku pergi sekarang, ibu" ujar Lin Feng kemudian berjalan meninggalkan Lin Hua.
"Ingatlah untuk kembali dengan cepat dan jangan lupa untuk kembali bersama dengan calon menantu ibu" ujar Lin Hua lantang.
Ucapan Lin Hua sangat lantang, bahkan bisa didengarkan oleh para anggota keluarga Lin yang berada di dekat tempat tersebut, mereka semua nampak tersenyum senang sambil melihat ke arah Lin Feng, tentunya hal tersebut membuat Lin Feng merasa sangat tidak nyaman dan akhirnya memutuskan untuk langsung menghilang dari tempat tersebut.
"Tuan muda sepertinya merasa malu"
"Benar sekali, jujur saja aku juga sudah tidak sabar melihat tuan muda memiliki pasangan"
"Semoga saja tuan muda bisa menemukan pendamping yang baik dan hebat, sama seperti dirinya"
"Aku yakin tuan muda akan menemukan pasangan yang cocok dengannya, sama seperti tuan muda kedua, aku bahkan tidak menyangka bahwa putri kaisar akan jatuh hati padanya"
"Kedua tuan muda keluarga kita memang hebat"
Meskipun Lin Feng sudah menghilang dan pergi dari wilayah keluarga Lin, akan tetapi para anggota keluarga Lin tetap saja membicarakannya, pasalnya mereka semua merasa penasaran dengan orang seperti apa yang akan menjadi pasangan Lin Feng nantinya. Dan mereka semua juga berharap, pasangan Lin Feng nantinya adalah orang yang sangat hebat sama seperti dirinya.
***
Setelah menghilang dari wilayah keluarga Lin, Lin Feng langsung muncul di dekat gerbang kota, para prajurit penjaga gerbang tentunya sangat kaget saat melihat Lin Feng muncul secara tiba-tiba, salah seorang penjaga gerbang kemudian memberanikan dirinya untuk menghampiri Lin Feng.
"Ma-maaf tuan muda, apa telah terjadi sesuatu pada tuan muda?" tanya prajurit tersebut.
"Tidak, aku tidak apa-apa" jawab Lin Feng santai.
"Sudahlah, lanjutkan tugasmu, aku juga akan langsung pergi sekarang" lanjutnya.
"Baik tuan muda!" ujar prajurit tersebut.
Prajurit tersebut kemudian kembali ke tempatnya yang semula, sementara Lin Feng langsung berjalan keluar gerbang kota, setelah beberapa langkah melewati gerbang kota, Lin Feng kemudian berhenti dan mengalihkan pandangannya ke arah kota Zuanshi selama beberapa detik, setelah itu, Lin Feng langsung menghilang dari pandangan.
"Huise, apa kau mengetahui tempat yang cocok untuk berlatih?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja ada tuan, makan tempat tersebut adalah jurang kematian, yang berada di wilayah Benua Biru bagian tengah" jawab Huise.
"Kenapa aku harus ke sana? Apakah tidak ada tempat lain?" tanya Lin Feng.
"Tempat tersebut sangat kaya akan sumberdaya bagi para kultivator, namuj sayangnya tempat tersebut juga di jaga oleh para monster dan Beast Spirit tingkat tinggi, bahkan kabarnya tempat tersebut juga di jaga oleh seorang iblis" jawab Huise.
"Baiklah, karena aku menyukai tantangan, maka kita akan menuju ke tempat tersebut" ujar Lin Feng, kemudian melesat terbang ke arah benua tengah.
Perjalanan menuju ke benua tengah sendiri cukup jauh, jika menggunakan kuda ataupun kereta kuda, setidaknya membutuhkan waktu selama beberapa Minggu atau mungkin selama satu bulan penuh, akan tetapi dengan kecepatan terbang Lin Feng yang sekarang, setidaknya hanya membutuhkan beberapa hari saja.
Lin Feng sengaja terbang dengan menggunakan sayapnya, karena hal tersebut akan sangat menghemat tenaga Lin Feng dan juga, energi Qi-nya tidak akan terkuras dengan cepat, tidak seperti terbang dengan cara biasa saja, karena terbang tanpa sayap akan membutuhkan banyak sekali energi Qi dan juga membutuhkan stamina yang besar.
***
Setelah terbang selama berjam-jam, Lin Feng akhirnya sampai di sebuah desa terpencil yang tentunya masih berada di wilayah kekaisaran Feng, namun sudah sangat jauh dari wilayah kerajaan Zuanshi, karena merasa cukup lelah, Lin Feng kemudian memutuskan untuk turun dan berhenti sejenak di desa tersebut.
"Desa Kabut Arwah... Nama yang cukup aneh" gumam Lin Feng sambil membaca tulisan yang ada di atas gerbang desa.
Meskipun nama desa tersebut terdengar sangat aneh dan tidak wajar, namun Lin Feng nampak acuh dan tidak mau memperdulikannya, lagipula dia hanya ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya menuju ke jurang kematian, yang ada di wilayah benua tengah.
Lin Feng berjalan menyusuri jalan utama desa tersebut, suasana di desa tersebut nampak biasa saja, tidak terlalu sepi namun juga tidak terlalu ramai, semua orang juga nampak sibuk melakukan aktivitas mereka masing-masing dan tidak menghiraukan Lin Feng, begitu juga dengan Lin Feng, yang sejak tadi berusaha untuk menemukan sebuah kedai ataupun restoran kecil.
Setelah agak lama menyusuri jalan utama desa tersebut, Lin Feng akhirnya menemukan sebuah kedai kecil yang berada di pinggiran jalan, tanpa pikir panjang, Lin Feng langsung bergegas masuk ke kedai sederhana tersebut.
Ketika Lin Feng berada di dalam kedai sederhana tersebut, Lin Feng cukup terkejut ketika melihat semua pengunjung kedai menatapnya dengan tatapan yang aneh, mereka semua melihat ke arah Lin Feng dengan tatapan yang tajam, namun dari tatapan mereka semua, Lin Feng malah merasakan kekosongan, seolah-olah mereka semua bukanlah manusia lagi.
"Ada apa ini, kenapa sikap mereka sangat aneh" gumam Lin Feng.
Lin Feng kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pelayan kedai, yang sedang sibuk melakukan sesuatu, namun Lin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya saat merasakan adanya aura yang sangat aneh menerpa tubuhnya, aura yang dirasakan oleh Lin Feng terasa seperti aura membunuh yang bercampur dengan aura kematian.
"Aura kematian, apa jangan-jangan mereka semua..." gumam Lin Feng.
Saat Lin Feng sedang termenung memikirkan semua keanehan yang dia rasakan, salah seorang pengunjung kedai tersebut tiba-tiba saja menghampiri Lin Feng dan langsung menyerangnya, beruntung Lin Feng langsung tersadar dari lamunannya dan langsung menghindar dari serangan orang tersebut.
"Hey, kenapa kau malah menyerangku?!" tanya Lin Feng kesal.