Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-263. Kau mau apa?!


Saat Lin Feng dan Luo Ning sedang mengobrol, tiba-tiba saja Lin Feng merasakan ada sekelompok orang yang sedang mendekat ke arah mereka, Lin Feng bahkan bisa merasakan aura membunuh yang lumayan besar dari orang-orang tersebut.


Yang merasakan kedatangan mereka tidak hanya Lin Feng, tapi Luo Ning juga bisa merasakannya, bahkan Luo Ning langsung mengeluarkan beberapa belati beracun miliknya, melihat Luo Ning yang telah bersiap, Lin Feng hanya bisa tersenyum kecil, dia tidak menyangka bahwa kepekaan Luo Ning terhadap aura membunuh sudah lumayan tinggi.


"Ternyata kau memang sudah menjadi Assassin sepenuhnya" ucap Lin Feng.


"Apa bedanya dengan dirimu" jawab Luo Ning.


"Mau bertarung?" tanya Lin Feng.


"Di saat seperti ini?!" Luo Ning sedikit kesal dengan pertanyaan Lin Feng.


"Jangan salah faham, pertarungan yang aku maksudkan bukan pertarungan seperti yang kau pikirkan, bisa dikatakan ini seperti perlombaan, siapa yang membunuh lebih banyak, maka dialah yang akan menang" ucap Lin Feng menjelaskan.


"Aku setuju, akan aku tunjukkan keahlian membunuhku padamu!" ujar Luo Ning kemudian menghilang dari tempat tersebut.


Lin Feng tiba-tiba saja tertawa sinis mendengar perkataan Luo Ning. "Hahahaha! ini akan jadi sangat menyenangkan!" ucap Lin Feng, kemudian mengikuti Luo Ning yang telah pergi terlebih dahulu.


***


Tidak jauh dari tempat Lin Feng dan Luo Ning beristirahat sebelumnya, terlihat sekelompok pasukan yang terdiri dari prajurit kekaisaran Qian dan para Assassin, tujuan mereka datang ke hutan tersebut adalah untuk mencari Luo Ning dan membunuhnya, karena mereka yakin bahwa Luo Ning masih berada di sana.


"Cihh! Kemana perginya perempuan sialan itu!" ujar salah seorang prajurit.


"Jangan meremehkannya, apa kau ingat bagaimana dia bisa lolos dengan mudah dari kejaran ribuan prajurit kekaisaran, meskipun dia adalah perempuan, tapi dia sangat terlatih" ucap prajurit lainnya mengingatkan.


Sementara itu, di atas salah satu dahan pohon yang ada di dekat pasukan tersebut, Lin Feng dan Luo Ning yang telah sampai terlihat sedang memantau pergerakan pasukan tersebut, Luo Ning nampak sangat kesal karena mendengar perkataan prajurit sebelumnya, bahkan langsung berniat untuk membunuhnya, namun Lin Feng menghentikannya.


"Apa yang mau kau lakukan? Apa kau ingin berbuat curang?" tanya Lin Feng.


"Maaf, aku hanya kesal dengan orang itu" jawab Yun Ling.


"Baiklah, jumlah mereka lebih dari seratus, apa kau siap?" tanya Lin Feng.


"Sudah sejak tadi!" jawab Luo Ning.


"Kalau begitu, mari kita mulai sekarang!" ujar Lin Feng.


Lin Feng kemudian mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya, lalu setelah itu, mereka berdua langsung melesat ke arah pasukan tersebut dan mulai melakukan pembantaian.


Karena serangan mereka yang sangat cepat dan sangat tiba-tiba, pasukan yang terdiri dari prajurit kekaisaran dan para Assassin tersebut tidak bisa menghindari serangan keduanya, dalam sekejap mata, sudah lebih dari dua puluh prajurit dan Assassin yang mati dengan kepala yang terpenggal.


Pasukan yang tersisa hanya bisa terdiam dan meningkatkan kewaspadaan, mereka bahkan tidak bisa melakukan serangan balasan, karena mereka sendiri tidak tahu siapa yang melakukan serangan dan dari mana mereka menyerang, kegelapan hutan ditambah dengan kegelapan malam, membuat mereka benar-benar tidak bisa melakukan apapun.


"Si-sialan! Siapa sebenarnya orang ini?!" tanya salah satu prajurit kesal.


"Diamlah dan perhatikan sekitarmu, kalau tidak kau akan mati tanpa mengetahui siapa yang membunuhmu!" jawab Assassin yang di sebelahnya.


Sementara itu, Lin Feng dan Luo Ning masih terus bergerak dengan kecepatan tinggi, sambil terus membantai pasukan yang tersisa, sesekali Luo Ning mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feng, untuk mengetahui seperti apa ekspresi Lin Feng saat membunuh.


Saat berhasil melihat seperti apa wajah Lin Feng saat membunuh, Luo Ning benar-benar sangat kaget, bahkan Luo Ning sampai merasakan ketakutan, karena ekspresi yang ditunjukkan oleh Lin Feng sangatlah menyeramkan, dengan senyuman aneh yang terukir di bibirnya, membuat Lin Feng benar-benar terlihat seperti dewa kematian di mata Luo Ning.


"Lin Feng, kenapa aku selalu merasa takut saat berada di dekatmu, bahkan sekarang aku benar-benar takut denganmu, padahal selama ini tidak ada yang bisa membuatku takut" batin Luo Ning.


"Tidak! Jika aku seperti ini maka aku akan kalah darinya, untuk bisa menang dari Lin Feng, aku harus menjadi sepertinya, bahkan aku harus jadi lebih kejam darinya!" lanjutnya.


Luo Ning kemudian meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangannya, Luo Ning juga berusaha untuk menghilangkan rasa iba di hatinya, karena yang ada di hadapannya sekarang adalah musuh yang akan menghancurkan kekaisaran ayahnya, tentu saja musuh yang seperti itu tidak pantas untuk mendapatkan rasa iba darinya.


Saat Luo Ning menghilangkan rasa iba di hatinya, tubuhnya tiba-tiba saja di selimuti oleh aura hitam yang sangat pekat dan terasa sangat mengerikan, pupil matanya tiba-tiba saja berubah menjadi warna merah seperti darah, bersamaan dengan itu, kesadaran Luo Ning tiba-tiba menghilang dan sepenuhnya dikendalikan oleh aura membunuhnya sendiri.


Lin Feng yang menyadari perubahan Luo Ning, kemudian menghentikan gerakannya, kemudian membiarkan Luo Ning membunuh prajurit dan Assassin yang tersisa. Luo Ning benar-benar membantai mereka semua dengan sangat kejam, dengan belati dikedua tangannya, Luo Ning mencabik-cabik tubuh pasukan yang tersisa tersebut.


Hanya dalam waktu yang kurang dari dua menit, Luo Ning telah berhasil menghabisi mereka semua, aura hitam yang menyelimuti tubuh Luo Ning menjadi semakin besar, penampilannya sekarang benar-benar terlihat sangat mengerikan, terlebih lagi dengan darah yang mengotori wajah dan pakaiannya, membuat Luo Ning terlihat seperti iblis yang haus darah.


Meskipun telah berhasil membantai mereka semua, namun Luo Ning nampak masih belum puas dan ingin melakukan pembunuhan lagi, lalu Luo Ning yang telah dikuasai oleh aura membunuhnya sendiri, mengalihkan pandangannya pada Lin Feng, kemudian melesat ke arah Lin Feng untuk membunuhnya.


Akan tetapi, saat berada di hadapan Lin Feng, gerakan Luo Ning tiba-tiba saja terhenti dan langsung berlutut seketika itu juga, jangankan untuk membunuhnya, bahkan bergerak saja tidak bisa.


"Kau mau apa?!" tanya Lin Feng sinis.


"A-aku ingin darah, aku mau membunuhmu" jawab Luo Ning dengan suara yang sangat menyeramkan.


"Membunuhku? Kau tidak pantas!" ujar Lin Feng, kemudian melepaskan aura dewa kematiannya.


Swush... Aura yang sangat besar dan sangat mengerikan langsung menekan aura membunuh yang menguasai tubuh Luo Ning, Lin Feng kemudian menempelkan telapak tangannya di dahi Luo Ning, setelah itu, Lin Feng memasukkan sedikit aura kematiannya kedalam tubuh Luo Ning.


Beberapa saat kemudian, aura membunuh yang mengendalikan tubuh Luo Ning langsung tunduk dan menjadi milik Luo Ning sepenuhnya.


"Setelah ini, kehidupanmu tidak akan sama lagi dengan sebelumnya" ucap Lin Feng, kemudian menggendong Luo Ning yang pingsan.