
Sementara itu, Assassin pengawal pribadi Li Haochun terlihat sedang mengikuti Lin Feng yang sedang menuju ke wilayah keluarga Huang, Assassin tersebut nampak sangat kagum dengan cara Lin Feng bergerak, gerakannya yang sangat cepat, bahkan tidak menimbulkan suara sama sekali, sangat jelas terlihat bahwa Lin Feng adalah seorang Assassin yang terlatih.
"Cara berpakaian dan gerakannya benar-benar mirip dengan seorang Assassin" gumam pengawal pribadi Li Haochun.
Assassin pengawal Li Haochun terus mengikuti Lin Feng sampai akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Huang, sebagai seorang Assassin yang sangat ahli, tentunya dia berhasil menyembunyikan aura keberadaannya, selain itu, Assassin tersebut sangat menjaga jaraknya dari Lin Feng, agar keberadaannya tidak diketahui oleh Lin Feng.
Dengan tenang, Assassin tersebut terus saja memantau dan mengawasi apa yang Lin Feng lakukan, semua yang Lin Feng lakukan tidak lepas dari pengawasan Assassin tersebut, meskipun sangat mengagumi keahlian Lin Feng, namun Assassin tersebut juga merasa sangat tidak percaya bahwa Lin Feng adalah pemuda kejam dan berdarah dingin.
"Caranya membunuh benar-benar menunjukkan bahwa dia memang seorang Assassin, tapi kenapa aku tidak pernah mendengar namanya di dalam Organisasi, apakah dia pendatang baru?" gumam Assassin tersebut.
"Tidak, tidak mungkin pendatang baru mempunyai skil seperti itu, aku yakin dia adalah seorang Assassin yang sangat ahli namun tidam terdaftar dalam Organisasi, apa jangan-jangan dia berasal dari Asosiasi pembunuh bayaran?" lanjutnya.
Asosiasi pembunuh bayaran dan Organisasi Assassin adalah dua kelompok yang berbeda, meskipun pada dasarnya tujuan mereka adalah sama, yaitu membunuh jika di sewa, namun Organisasi Assassin tidak hanya akan membunuh saja, mereka mau melakukan apa saja, asalkan mereka di bayar dengan harga yang setimpal, termasuk tugas pengawalan dan yang lainnya.
Selain itu, Organisasi Assassin adalah organisasi yang bebas dan tidak bertuan, mereka hanya akan menghormati yang terkuat dalam organisasi mereka, kemudian menjadikannya sebagai panutan, Organisasi Assassin juga tidak memiliki markas, karena memang sejak awal mereka adalah kumpulan orang yang bekerja sendiri.
Organisasi Assassin hanyalah sebutannya saja, dia yang terkuat akan menjadi pemimpin, gunanya adalah, ketika mereka mendapatkan misi yang mengharuskan untuk berkelompok, maka Assassin terkuat tersebut akan bertindak sebagai pemimpin kelompok mereka, setelah itu, mereka akan kembali berjalan masing-masing lagi.
Semakin lama mengawasi Lin Feng, membuat Assassin tersebut menjadi semakin mengerti betapa mengerikannya Lin Feng, Assassin tersebut bahkan tidak pernah menyangka, bahwa Lin Feng telah menghabisi begitu banyak prajurit klan Huang, terlebih lagi, aura membunuh yang berasal dari tubuhnya, juga sangat mengerikan.
"Aura membunuhnya benar-benar luar biasa, kalau aku yang memiliki aura membunuh seperti itu, mungkin aku sudah gila dan hanyut dalam rasa haus darah" gumam Assassin tersebut.
"Sudahlah, sebaiknya aku pergi sekarang" lanjutnya.
Setelah itu, Assassin tersebut langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Huang, selain keberadaannya takut diketahui oleh Lin Feng, Assassin tersebut juga tidak mampu lagi melihat kekejaman Lin Feng, meskipun mereka sesama Assassin, tapi Lin Feng benar-benar jauh dari apa yang dia bayangkan.
(Flashback Off)
Keesokan harinya, suasana kota yang biasanya tenang tiba-tiba menjadi gaduh, karena semua orang sedang berdatangan ke wilayah keluarga Huang, untuk melihat kebenaran berita yang beredar, awal mula tersebarnya berita tersebut adalah karena beberapa orang pemuda yang ingin berkunjung ke keluarga Huang, untuk menemui teman mereka.
Saat berada di sana, mereka malah menemukan begitu banyak mayat prajurit yang tergeletak di tanah, mereka yang kaget dan takut, langsung berlarian ke kota dan menyebarkan apa yang baru saja mereka lihat, kepada seluruh warga kota, para warga yang penasaran, akhirnya berdatangan untuk mencari tahu tentang kebenaran berita tersebut.
Sesampainya mereka di wilayah keluarga Huang, semuanya nampak langsung kaget dan merasa takut disaat yang bersamaan, bahkan mereka tidak ada yang berani untuk melangkah masuk kedalam gerbang wilayah keluaga Huang, semua orang yang datang benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang tengah mereka lihat saat ini.
"Siapa yang melakukan semua ini?"
"Entahlah, tapi siapapun yang melakukan ini, pasti adalah orang yang sangat kejam"
"Tapi kenapa kita tidak mendengar keributan sama sekali, seharusnya dengan korban sebanyak ini, pasti telah terjadi pertarungan hebat di keluarga Huang, tapi kenapa tidak ada suara sama sekali?"
Semua orang nampak sangat penasaran, mereka juga nampak memiliki pertanyaan yang sama di dalam benak mereka. Yaitu, siapa yang telah melakukan pembantaian tersebut?, siapa yang telah begitu kejam melakukan pembantaian terhadap prajurit keluarga Huang?, akan tetapi, pertanyaan tersebut tidak akan pernah bisa terjawab sama sekali, karena tidak ada petunjuk sedikitpun mengenai sang pembunuh.
**
Sementara itu, di dalam istana kota Jiesi, Li Haochun bersama para petinggi istana nampak sedang mengobrol santai sambil menikmati minuman serta makanan yang telah di sediakan, meskipun tidak ada hal yang penting untuk di bahas, namun hal tersebut sudah menjadi kebiasaan Li Haochun, yang mana dia akan mengumpulkan para petinggi dan mengajak mereka mengobrol bersama, dengan tujuan untuk mempererat persaudaraan mereka.
Saat mereka sedang asyik mengobrol, salah seorang prajurit tiba-tiba saja datang menghampiri mereka dengan sangat tergesa-gesa, Li Haochun yang melihat raut wajah prajurit tersebut, tentunya sudah bisa menebak bahwa sedang terjadi sesuatu.
"Hormat yang mulia dan para petinggi sekalian, maaf jika kedatangan hamba mengganggu yang mulia dan para petinggi istana sekalin" ucap prajurit tersebut.
"Ada apa?" tanya Li Haochun.
"Lapor yang mulia, di kediaman keluarga Huang telah terjadi pembantaian dan yang menjadi korban adalah para prajurit keluarga Huang beserta para tetua keluarga" jawab prajurit tersebut.
"Apa!" ujar mereka semua kaget.
Huang Zhong yang juga berada di sana, tentunya sangat kaget mendengar laporan prajurit tersebut, bahkan Huang Zhong sampai tidak percaya dengan laporan yang baru saja dia dengar, karena masih merasa tidak percaya dengan berita tersebut, Huang Zhong kemudian langsung berpamitan kepada Li Haochun untuk segera kembali ke wilayah keluarganya.
"Patriark Huang tunggu" ucap prajurit tersebut menghentikan langkah Huang Zhong.
"Ada apa lagi?" tanya Huang Zhong.
"Patriark, maaf jika aku harus menyampaikan berita ini, tapi putri anda juga menjadi salah satu korban pembunuhan tersebut, dia ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya dengan keadaan kepala yang sudah terpenggal" jawab prajurit tersebut.