
Setelah mendapatkan ide yang menurutnya sangat menarik, Lin Feng kemudian memeriksa cincin penyimpanannya, meski sudah memberikan banyak armor kepada prajurit dunia bawah, namun Lin Feng masih menyimpan beberapa armor yang menurutnya sangat indah dan megah. Awalnya Lin Feng berniat hanya untuk menyimpan sebagai koleksi saja, tapi siapa sangka dia akan membutuhkannya sekarang.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng akhirnya menemukan sebuah armor yang menurutnya sangat cocok untuk digunakan, armor tersebut berwarna emas, serta memiliki ukiran kepala naga pada bagian bahu sebelah kanan, lalu terdapat jubah berwarna merah di bagian punggungnya, hampir sama persis seperti armor yang digunakan ayahnya, yang juga terdapat ukiran kepala naga pada kedua bagian bahunya. Tanpa pikir panjang lagi, Lin Feng langsung mengenakan armor tersebut, yang ternyata sangat sesuai dengannya.
Saat ini penampilan Lin Feng benar-benar sangat jauh berbeda dari sebelumnya, dengan armor megah yang ia gunakan, membuat penampilannya benar-benar terlihat seperti seorang jendral kekaisaran, bahkan penampilan Lin Feng jauh lebih gagah ketika menggunakan armor, sangat jauh berbeda dengan penampilannya ketika mengenakan pakaian biasa tanpa armor. Dan yang pastinya, akan membuat perempuan semakin tergila-gila padanya.
"Lumayan juga" Lin Feng bergumam pelan mengagumi penampilannya sendiri.
"Tuan, apa tuan tidak akan mengenakan armor pelindung kepala?" tanya Huise.
"Aku rasa itu tidak perlu, karena aku hanya akan menutupi wajahku seperti biasanya" jawab Lin Feng.
Sebenarnya agak sedikit aneh bila Lin Feng menggunakan penutup wajahnya, karena penampilannya akan terlihat seperti seorang jendral dan Assassin disaat yang bersamaan, atau bisa dikatakan sebagai 'Jendral Assassin'. Meski terlihat agak aneh, tapi tidak mengurangi kegagahannya sedikitpun, justru hal tersebut akan menimbulkan rasa penasaran pada setiap orang yang melihatnya, karena selama ini, belum pernah ada seorang Assassin yang menggunakan armor layaknya seorang jendral, ataupun sebaliknya.
Setelah merasa penampilannya cukup mirip dengan sosok ayahnya yang bergelar jendral naga, Lin Feng kemudian mengeluarkan pedang dewa naga dari cincin penyimpanannya, lalu Lin Feng juga sudah memutuskan untuk tidak menggunakan pedang emas hitam selama menjalankan rencananya, agar orang-orang semakin yakin bahwa dia adalah sang jendral naga yang telah kembali untuk membalaskan dendamnya.
"Jadi, kapan kita akan menyerang ibukota kekaisaran, tuan?" tanya Huise.
"Besok, kita akan melakukan penyerangan besok" jawab Lin Feng.
"Baik tuan!" ujar Huise.
"Huise, bisakah kau menjadi serigala dengan ukuran yang tidak terlalu besar?" pinta Lin Feng.
"Tentu saja bisa tuan, lagipula aku memang sudah menunggu sejak lama agar tuan memintaku untuk menjadi tunggangan tuan" jawab Huise, yang tentunya sudah mengerti maksud permintaan Lin Feng.
"Baiklah, maaf sudah merepotkan mu" ucap Lin Feng.
"Tidak tuan, justru aku akan sangat bangga melakukan permintaan tuan" ujar Huise.
Setelah itu, Lin Feng langsung melepaskan armor ditubuhnya, lalu menyimpannya lagi di dalam cincin penyimpanannya, karena Lin Feng merasa sedikit tidak nyaman saat menggunakan armor, terlebih selama ini Lin Feng memang tidak pernah menggunakan armor sama sekali, kecuali hanya jubah hitam pemberian Dewi Nuwa.
Sementara itu, di istana ibukota kekaisaran Yuan.
Sejak Yuan Haochun hampir kehilangan nyawanya pada malam itu, ia tidak pernah bisa tidur dengan tenang lagi, terlebih setelah mengetahui bahwa orang yang hampir membunuhnya malam itu adalah Yuan Long. Meski tidak melihat orang itu dengan jelas, tapi Yuan Haochun bisa melihat dengan jelas bahwa pedang yang digunakan oleh orang tersebut adalah pedang dewa naga, yang hanya dimiliki oleh Yuan Long.
Yuan Haochun sudah mencoba untuk memikirkan beberapa kemungkinan, yang menyatakan bahwa pembunuh yang datang ke kamarnya bukanlah Yuan Long, tapi semua kemungkinan yang ia pikirkan benar-benar tidak mungkin dan tidak masuk akal, karena hanya Yuan Long yang mempunyai pedang dewa naga dan menurutnya, tidak mungkin Yuan Long menyerahkan pedang itu pada orang lain.
Sejak saat itu juga, Yuan Haochun langsung memerintahkan seluruh pasukan kekaisaran untuk mencari Yuan Long di seluruh penjuru kota, namun sayangnya, mereka tidak menemukan apapun, bahkan sampai saat ini masih tidak diketahui apakah orang itu benar-benar Yuan Long atau bukan, karena hanya Yuan Haochun yang melihatnya, bahkan beberapa orang menganggap bahwa Yuan Haochun telah gila, karena rasa takut akan dendam dari Yuan Long.
"Maafkan kami yang mulia, kami masih tidak berhasil menemukan keberadaan orang itu, bahkan kami sudah mencari ke seluruh penjuru ibukota, tapi kami tetap tidak mendapatkan apapun" jawab salah seorang bawahan Yuan Haochun.
"Tidak mungkin! Kalian pasti tidak mencarinya dengan benar!" Yuan Haochun benar-benar sangat marah mendengar laporan bawahannya.
"Yang mulia tenang saja, selagi dia masih ada di ibukota kekaisaran, kita pasti akan menemukannya!" ucap jendral utama kekaisaran.
"Bagaimanapun caranya, kalian semua harus berhasil menemukan Yuan Long. Jika tidak, maka kalian semua akan mendapatkan hukumannya!" ujar Yuan Haochun.
"Baik yang mulia!" jawab semua orang serempak.
Meski sudah merasa muak dengan perintah Yuan Haochun, tapi mereka semua benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa selain menjalankan perintahnya tersebut, karena jika mereka menolak, maka mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan dari Yuan Haochun, bahkan memikirkannya saja sudah membuat mereka merinding.
***
Keesokan harinya, matahari pagi menerpa seluruh daratan dengan cahayanya yang hangat, yang akan membangunkan siapapun yang masih tertidur pulas ketika cahaya tersebut menyentuh wajahnya. Begitu juga dengan Lin Feng, yang langsung terbangun dari tidurnya ketika cahaya hangat matahari pagi menyinari wajahnya.
Setelah terbangun dari tidurnya yang lelap, Lin Feng langsung melakukan olahraga pagi untuk menjaga kebugaran tubuhnya, seperti push up dan beberapa gerakan olahraga ringan lainnya, sama halnya dengan yang sering dia lakukan ketika masih berada di bumi.
"Meski sudah melakukan olahraga pagi, tapi aku tidak merasa lelah sama sekali, benar-benar tidak seru!" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
Lin Feng kemudian menghela nafas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan dari mulut, kesegaran udara pagi benar-benar membuat pikirannya menjadi tenang dan santai, serta menghilangkan beban pikirannya untuk sejenak.
"Jika ada susu hangat atau kopi, mungkin aku akan benar-benar bisa bersantai pagi ini" gumam Lin Feng.
Meski tubuhnya sekarang bukanlah tubuh aslinya, serta tempat dia berada sekarang benar-benar berbeda dengan bumi, tapi jiwanya tetaplah jiwa Zhao Feng yang berasal dari bumi, yang tentunya sering melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang-orang bumi pada umumnya, seperti bersantai dipagi hari dengan menikmati secangkir teh hangat atau kopi.
"Sial! Gara-gara memikirkan kopi, sekarang aku malah sangat ingin menikmati secangkir kopi hangat" Lin Feng bergumam dalam hatinya.
"Tuan, apa yang sedang tuan pikirkan?" tanya Huise.
"Aku hanya sedang memikirkan secangkir kopi hangat" jawab Lin Feng.
"Kopi? Apa itu tuan? Apakah itu nama benda atau nama seseorang?" tanya Huise bingung, karena merasa sangat asing dengan nama tersebut.
"Hahahaha! Meskipun aku jelaskan, kau tidak akan bisa mengerti" jawab Lin Feng.