Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-320. Masalah kota Yumin 2


Setelah merasakan tarikan dari energi aneh tersebut, Lin Feng dan Huise langsung bergegas menghilang dari sana dan muncul kembali di dermaga, jika mereka berdua terlambat beberapa detik saja, mungkin mereka berdua benar-benar akan ditarik sampai ke dasar laut.


"Energi apa itu tadi?" tanya Lin Feng penasaran.


"Entahlah tuan, tapi energi inilah yang aku rasakan sebelumnya" jawab Huise.


"Sepertinya kita memang harus ke sana dengan kapal atau perahu" ucap Lin Feng.


Lin Feng dan Huise kemudian mendatangi seseorang yang sedang berdiri di dekat sebuah kapal yang cukup besar. "Permisi tuan, apa tuan adalah pemilik kapal ini?" tanya Lin Feng.


"Ya! Aku adalah pemiliknya, kau mau apa?" tanya pria tersebut.


"Apakah tuan berkenan membawaku..."


"Tidak!" pria tersebut buru-buru menjawab bahkan sebelum Lin Feng menyelesaikan perkataannya.


"Tapi tuan, aku akan memberikan bayaran yang besar pada tuan" ucap Lin Feng, meyakinkan pria tersebut.


"Tidak! Aku tidak akan melakukannya" ujar pria tersebut.


"Kalau begitu, izinkan aku menyewa kapal tuan, aku berjanji akan membawanya kembali dengan keadaan utuh" pinta Lin Feng.


"Kau ini benar-benar keras kepala! Apa kau tidak mengerti betapa berbahayanya di tengah lautan itu?! Aku tetap tidak akan menuruti keinginan mu itu!" ujar pria tersebut.


"Kalian para kultivator sama saja! Selalu menyombongkan diri dengan kekuatan yang kalian miliki. Tapi nyatanya, semua hanya omong kosong belaka!" pria tersebut bergumam pelan, tapi Lin Feng dan Huise masih bisa mendengarnya dengan jelas.


Lin Feng sedikit kesal karena ucapan pria itu, padahal dia benar-benar ingin membantu masalah yang tengah mereka hadapi. Tapi ternyata, dia malah mendapatkan perkataan yang tidak menyenangkan.


Meskipun begitu, Lin Feng tetap mencoba untuk bersikap tenang dan sabar. Bagaimanapun juga, perkataan pria itu memang tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena memang banyak kultivator yang hanya bisa menyombongkan diri dan mengaku sangat kuat, padahal kekuatan mereka tidaklah seberapa.


Lin Feng tidak putus asa, dia masih terus berusaha untuk membujuk pria itu dengan berbagai macam cara, bahkan pria itu sampai merasa bosan dengan semua bujuk rayuan Lin Feng. Hingga akhirnya, pria tersebut setuju untuk membawa Lin Feng dan Huise pergi ke tengah laut.


"Terimakasih tuan, akan aku pastikan anda dan kapal anda akan kembali dengan selamat" ucap Lin Feng.


"Cihh! Jika bukan karena aku sudah tidak memiliki siapapun lagi, maka aku tidak akan pernah mau menuruti kegilaan kalian" ujar pria tersebut.


Dengan menggunakan kapal kecil milik nelayan tersebut, Lin Feng dan Huise kemudian berangkat menuju ke tengah laut, keberangkatan kapal kecil itu berhasil menarik perhatian para penduduk kota, mereka kemudian berbondong-bondong datang ke dermaga untuk menyaksikan mereka.


"Sepertinya ada kultivator bodoh yang ingin kehilangan nyawanya!"


"Biarkan saja mereka pergi, aku juga sudah muak dengan para kultivator yang hanya banyak omong kosong!"


"Benar sekali, mereka pikir mereka itu sangat hebat, padahal kehebatan mereka tidak pernah terbukti sama sekali!"


Para penduduk kota mulai membicarakan Lin Feng dan Huise, mereka bahkan sama sekali tidak berharap bahwa Lin Feng dan Huise akan berhasil mengalahkan monster tersebut. Karena selama ini, mereka benar-benar sudah muak dengan ucapan para kultivator yang selalu saja menyombongkan kekuatannya.


***


Semakin lama, energi aneh tersebut terasa semakin besar. Dan benar saja, kapal nelayan yang mereka tumpangi juga ikut tertarik, bahkan gerakannya semakin cepat menuju ke tengah laut, serta terdengar suara retakan dari dinding-dinding kapal.


"Huise, pasang pelindung!" Lin Feng langsung memberikan perintah pada Huise, ketika menyadari bahwa kapal mereka tidak akan bertahan terlalu lama.


"Baik tuan!" ujar Huise, kemudian memasang formasi pelindung yang sangat tebal dan berlapis-lapis, yang bahkan sanggup menahan serangan terkuat dari seorang dewa sekalipun.


Formasi pelindung yang di ciptakan oleh Huise berhasil mencegah kapal mereka dari kehancuran, tapi kapal mereka tetap tertarik semakin kencang ke arah tengah laut, padahal layar kapal sudah di turunkan dan angin tidak berhembus kencang.


"Energi aneh ini benar-benar sangat padat, pantas saja setiap kapal yang berlayar di tempat ini akan hancur" ucap Lin Feng.


"Apa itu artinya tidak ada monster di sini?" tanya nelayan pemilik kapal.


"Belum tentu tuan, karena energi ini benar-benar sangat aneh, bisa saja pemilik energi ini benar-benar seekor monster" jawab Lin Feng.


GRRROOOAARR!!!


Tiba-tiba terdengar suara raungan yang sangat keras dari dasar laut, bahkan raungan tersebut sampai membuat gelombang air yang besar, jika bukan karena formasi pelindung yang diciptakan oleh Huise, mungkin kapal tersebut akan hancur saat itu juga.


Tidak lama kemudian, dari jarak lima ratus meter dari kapal nelayan yang ditumpangi oleh Lin Feng dan Huise, muncul sebuah pusaran air yang sangat besar, yang membuat kapal mereka semakin melaju dengan cepat menuju ke pusaran air tersebut.


"Tuan, dia muncul!" ujar Huise.


Lin Feng mengerutkan alisnya ketika melihat sosok monster yang mulai muncul secara perlahan-lahan dari pusaran air tersebut, tubuh dari monster itu menyerupai seekor kepiting raksasa dengan dua capit yang sangat besar.


Akan api tubuhnya juga memanjang seperti tubuh udang dengan kaki-kaki kecil seperti kaki udang. Dan tidak hanya memiliki capit seperti kepiting dan kaki kecil layaknya seekor udang saja, monster tersebut juga memiliki beberapa lengan panjang dan besar yang terlihat seperti lengan gurita.


"A-apa kita akan mati?" tanya nelayan pemilik kapal.


"Tenang saja tuan, selama kami berada di sini, maka tuan tidak akan mati" jawab Lin Feng, lalu mengeluarkan pedang emas hitam dan pedang dewa naga yang merupakan pedang milik ayahnya.


"Ayah, izinkan aku menggunakan pedang ini mulai sekarang" Lin Feng bergumam dalam hatinya.


"Tuan, izinkan aku membantu" pinta Huise.


"Tentu saja, tapi kau harus tetap menjaga kapal ini agar tidak hancur" ucap Lin Feng.


"Baik tuan!" ujar Huise.


Setelah itu, Lin Feng memunculkan sepasang sayap di punggungnya, kemudian melesat terbang meninggalkan kapal tersebut, ketika Lin Feng keluar dari formasi pelindung yang diciptakan oleh Huise, Lin Feng langsung merasakan tubuhnya di tarik dengan sangat kuat oleh energi aneh sebelumnya.


Meskipun begitu, Lin Feng tetap berusaha untuk bertahan dan terus terbang mendekati monster aneh yang ada di hadapannya. "Tujuh Tebasan Kematian!" ujar Lin Feng, kemudian menebaskan kedua pedangnya sebanyak tujuh kali.


Karena telah mencapai tahapan tertinggi dalam penguasaan ilmu pedang, Lin Feng dapat dengan mudah menggunakan kedua pedangnya sekaligus, walaupun selama ini Lin Feng tidak pernah bertarung dengan menggunakan dua pedang.


(Note : Monster di chapter ini terinspirasi dari Monster Kraken)