
Ledakan dahsyat terjadi ketika naga emas tersebut menghantam kedua capit besar monster laut, ledakan dahsyat tersebut juga menyebabkan terjadinya gelombang udara yang cukup besar, yang menyebabkan ombak yang sangat besar dan menghantam kapal-kapal yang berlabuh di dermaga.
Beruntung Huise sudah memasang dinding pelindung yang sangat kuat. Jika tidak, mungkin orang-orang yang ada di dermaga sudah tersapu oleh ombak besar tersebut, bahkan ada kemungkinan ombak besar tersebut akan menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, Lin Feng yang sedang melayang di udara memfokuskan pandangannya pada kedua capit besar monster laut tersebut, meskipun tidak berhasil memotong kedua capit besar tersebut, tapi serangan Lin Feng sebelumnya berhasil meninggalkan goresan yang cukup besar pada kedua capit monster tersebut.
"Ternyata memang tidak bisa diserang dengan menggunakan jurus biasa" gumam Lin Feng, kemudian tersenyum sinis.
"Grooaarr!!"
Monster laut tersebut kembali meraung dengan sangat keras, lalu membuka mulutnya yang juga terlihat seperti mulut kepiting, beberapa saat kemudian, monster tersebut menembakkan energi berbentuk berwarna merah kehitaman, yang melesat bagaikan cahaya laser.
"Huise, perkuat pelindungnya!" perintah Lin Feng.
Setelah memberikan perintah, Lin Feng langsung menebaskan kedua pedangnya ke udara, sehingga tercipta dua energi pedang yang membentuk bulan sabit yang sangat besar dan melesat ke arah serangan monster tersebut.
DHUUAARR!!
Ledakan dahsyat kembali terjadi saat serangan Lin Feng beradu dengan serangan monster tersebut, tapi serangan Lin Feng tidak berhasil menghentikan serangan tersebut apa lagi menghancurkannya.
Karena serangannya tidak berhasil menghentikan serangan energi monster tersebut, Lin Feng kemudian melepaskan kekuatan darah naga untuk memperkuat tubuhnya, agar bisa menahan serangan tersebut secara langsung.
Sebenarnya, Lin Feng bisa saja langsung menghindari serangan itu dengan berbagai macam cara, tapi saat memikirkan orang-orang yang ada di dermaga, Lin Feng benar-benar tidak punya pilihan lain, selain menahan serangan itu dengan kekuatan pertahanannya.
Lin Feng kemudian memposisikan kedua pedangnya menyilang di depan dada, lalu mengalirkan energi spiritualnya kepada dua pedang tersebut. Lin Feng juga mengaktifkan kekuatan petir merah untuk menambah kekuatan pertahanannya.
"Jangan meremehkan aku monster sialan!" Lin Feng berteriak dengan kencang ketika serangan energi monster tersebut beradu dengan kedua pedangnya.
Seketika itu juga, Lin Feng langsung merasakan dorongan yang sangat luar biasa pada tubuhnya, namun Lin Feng masih tetap berusaha untuk bertahan dengan mengepakkan kedua sayapnya, agar tidak terdorong mundur oleh serangan energi itu.
Pertarungan saling dorong antara Lin Feng dan serangan energi monster laut berlangsung cukup lama. Dan selama itu juga, Lin Feng terus mengalirkan energi spiritualnya pada dua pedang di tangannya, agar pertahanannya tidak menurun sedikitpun.
Meskipun begitu, Lin Feng mulai bisa merasakan energi spiritualnya semakin terkuras, bahkan sudah bisa dipastikan bahwa Lin Feng tidak akan bertahan lebih dari lima menit lagi, karena Lin Feng benar-benar telah menggunakan energi spiritualnya untuk menahan serangan itu.
"Ti-tidak, aku tidak akan kalah, aku harus bertahan agar orang-orang itu tidak mati" ucap Lin Feng pelan.
Waktu terus berlalu, pertahanan Lin Feng semakin melemah seiring terkurasnya energi spiritual dalam tubuhnya, bahkan Lin Feng sudah mulai terdorong oleh serangan tersebut. Sementara monster laut, mulai bergerak mendekati dermaga, sambil terus menembakkan energinya.
"Bertahanlah, kau pasti bisa!"
Lin Feng tersentak kaget ketika mendengar suara seorang pria masuk ke telinganya, lalu Lin Feng menoleh ke samping kanan secara spontan, karena sumber suara tersebut berasal dari arah samping kanannya.
Ketika Lin Feng menoleh ke sebelah kanan, Lin Feng tiba-tiba saja terkejut, karena di sebelah kanannya ada seorang pria yang mengenakan armor emas yang sangat megah. Jantung Lin Feng berdetak dengan kencang ketika melihat pria tersebut, entah mengapa kekhawatirannya langsung lenyap saat itu juga, digantikan dengan ketenangan dan kenyamanan.
"A-ayah" ucap Lin Feng terbata-bata.
Pria tersebut menoleh kepada Lin Feng, lalu tersenyum lembut pada Lin Feng. Setelah itu, pria misterius tersebut mengangkat tangan kanannya, kemudian menggenggam erat tangan kanan Lin Feng yang sedang memegang pedang dewa naga. Sementara tangan kirinya, ia letakkan pada bahu Lin Feng.
"Kau adalah putraku, putra seorang jendral naga yang telah menguasai dan memenangkan ratusan peperangan. Kau adalah putraku, yang merupakan seorang dewa yang membawa kematian di kedua tangannya. Tunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya pada monster ini!" ucap pria tersebut, yang tidak lain adalah Yuan Long, ayah Lin Feng.
"Majulah! Selama pedang dewa naga ada bersamamu, maka ayah juga akan selalu berada di sampingmu" ucap Yuan Long.
Lin Feng tersenyum senang sambil mengangguk pelan, lalu mengepakkan kedua sayapnya dan mendorong serangan energi tersebut sampai kembali ke mulut monster laut.
DHUAAR!!
Ledakan yang cukup besar terjadi ketika serangan tersebut dikembalikan oleh Lin Feng, bahkan serangan tersebut berhasil melukai monster laut dan membuatnya sedikit terpental kebelakang.
Setelah itu, Lin Feng langsung melepaskan kekuatan petir merah sampai ketahap maksimal, yang membuat langit tiba-tiba bergemuruh dan diterangi oleh cahaya berwarna merah. Tidak hanya sebatas itu saja, Lin Feng juga langsung melepaskan kekuatan darah naga dan energinya ia alirkan pada pedang dewa naga.
Setelah itu, Lin Feng mengangkat kedua pedangnya ke langit. Pedang dewa naga yang ada di tangan kanan Lin Feng tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya berwarna merah, lalu dari pedang tersebut keluar seekor naga yang sangat besar dengan sisik berwarna emas, yang membuat naga tersebut terlihat seperti sosok naga yang sangat agung.
Pedang emas hitam juga mengeluarkan cahaya, namun cahayanya berwarna merah dan terlihat sangat mengerikan, cahaya yang keluar dari pedang emas hitam membuat langit semakin bergemuruh, lalu tiba-tiba saja muncul petir merah yang langsung menyambar pedang emas hitam.
Pemandangan yang menakjubkan sekaligus menyeramkan tersebut, berhasil membuat semua orang mengingat fenomena aneh beberapa waktu lalu, yang mana saat itu, langit juga diterangi oleh cahaya berwarna merah, yang membuat langit terlihat seperti lautan darah.
"Matilah!" ujar Lin Feng, kemudian menebaskan kedua pedangnya ke arah monster laut.
Bersamaan dengan itu, naga emas yang sejak tadi hanya berputar-putar di atas Lin Feng, kemudian melesat terbang ke arah monster laut dan langsung melilit tubuhnya dengan erat. Tidak lama kemudian, petir merah yang sangat besar langsung menyambar monster laut tersebut.
DHUAAR!!
Ledakan dahsyat langsung terjadi ketika petir merah menghantam monster laut, meninggalkan luka yang sangat besar pada tubuhnya yang sangat keras, bahkan salah satu capit besarnya langsung terpotong karena hantaman petir merah tersebut.
"Grooaarr!!" Monster laut tersebut hanya bisa meraung dengan sangat keras tanpa bisa melakukan apapun, karena tubuhnya telah terbelenggu oleh naga emas.
Lin Feng yang masih belum puas kemudian menggunakan jurus seribu pedang, ratusan pedang hitam dengan aura kematian yang sangat kuat muncul dan berbaris dengan rapi di atas Lin Feng, lalu hanya dengan satu gerakan tangan Lin Feng, ratusan pedang tersebut langsung melesat dan menyerang tubuh monster laut.
Tidak hanya berhenti sebatas itu saja, Lin Feng kemudian melesat terbang mendekati monster laut, bersamaan dengan ratusan pedang yang juga melesat ke arah monster tersebut. Setelah berada di dekat tubuh monster laut, Lin Feng langsung menyerangnya dengan menebaskan kedua pedangnya dengan kecepatan yang luar biasa.
Swush...
Slahh...
Grooaarr!!
Berbeda dengan pertarungan sebelumnya, dimana pedang Lin Feng sama sekali tidak mampu menggores kulit monster tersebut yang sangat keras. Dalam pertarungan kali ini, setiap tebasan pedang Lin Feng tidak hanya mampu menembus kulit monster tersebut, tapi setiap tebasan pedang Lin Feng juga meninggalkan luka yang sangat besar, bahkan berhasil memotong kaki-kaki kecil dan tentakel monster tersebut.
Tidak hanya itu saja, bahkan Lin Feng juga berhasil memotong capit besar monster tersebut menjadi beberapa bagian. Meski demikian, monster laut tersebut masih belum mati dan tetap bertahan setelah Lin Feng memotong kaki kecil, tentakel ataupun capit besarnya.
"Kau benar-benar hebat karena bisa bertahan sampai sekarang! Tapi itu tidak akan lama lagi!" ujar Lin Feng.
DHUAAR!
Tepat setelah Lin Feng mengakhiri perkataannya, petir merah dengan ukuran yang jauh lebih besar dari sebelumnya, langsung menyambar tubuh monster tersebut, yang menyebabkan tubuhnya langsung hancur berkeping-keping dan hanya menyisakan sebuah kristal merah terang.
"Akhirnya selesai juga" gumam Lin Feng dalam hatinya, kemudian meraih kristal merah tersebut dan langsung menyimpannya.