
Lin Feng yang sangat tertarik dengan suara raungan keras tersebut langsung pergi menghampiri sumber suara, bahkan tanpa sadar Lin Feng telah meninggalkan Yun Ling yang masih gemetaran ketakutan. Setelah melesat diantara pepohonan selama beberapa menit, Lin Feng akhirnya sampai ditempat sumber suara raungan keras sebelumnya.
Setelah agak dekat dengan sumber suara raungan dan ledakan aura mengerikan sebelumnya, Lin Feng langsung menghentikan langkahnya dan berdiri di atas dahan pohon yang cukup besar, Lin Feng tiba-tiba saja mengerutkan alisnya, saat melihat beberapa meter hadapannya ada gerombolan Demon beast yang sedang berkumpul di hadapan mulut gua yang sangat besar.
Tidak tanggung-tanggung, jumlah Demon beast yang berkumpul di sana mencapai ratusan, namun tingkah mereka nampak sangat aneh, karena tubuh mereka semua terlihat gemetaran seperti sedang ketakutan, para Demon beast tersebut juga nampak sedang bersujud menghadap ke gua yang ada di hadapan mereka.
"Ada apa ini? Apa mereka sedang melakukan penghormatan? Tapi kepada siapa?" gumam Lin Feng.
Tidak lama kemudian, dari dalam gua terdengar suara langkah kaki yang sangat berat, bahkan gua tersebut nampak sedikit bergetar karena langkah kaki itu, Lin Feng kemudian memfokuskan pandangannya ke arah gua, untuk melihat sosok yang akan segera keluar dari gua tersebut, beberapa saat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja mengerutkan alisnya ketika mengetahui yang keluar dari gua raksasa tersebut adalah seekor naga.
Naga yang baru saja keluar dari gua tersebut, memiliki tubuh yang sangat besar dengan sisik berwarna merah kehitaman, panjang naga itu sendiri hampir mencapai dua puluh meter serta tinggi sepuluh meter, naga tersebut juga memiliki sepasang sayap yang sangat lebar, dengan bentangan sayap yang hampir menyamai panjang tubuhnya sendiri.
"Rupanya ini alasan mereka bersujud, ternyata yang ada di dalam gua itu adalah rajanya" gumam Lin Feng.
"Tu-tuan!" ucap Yun Ling yang baru saja sampai di tempat tersebut.
Lin Feng kemudian melompat turun kebawah untuk menghampiri Yun Ling. "Pelankan suaramu, karena yang ada di depan sana adalah kematian" ujar Lin Feng.
"Memangnya apa yang ada di depan saja tuan?" tanya Yun Ling penasaran.
"Kalau kau mau melihatnya, ikuti aku" jawab Lin Feng kemudian kembali naik ke atas pohon.
Yun Ling yang merasa penasaran kemudian mengikuti Lin Feng naik ke atas pohon, namun setelah berada di atas pohon, tubuh Yun Ling tiba-tiba saja gemetaran, wajahnya berubah pucat dan berkeringat dingin. "Tu-tuan, sebaiknya kita pergi sekarang" ucap Yun Ling gemetaran.
"Kenapa harus pergi?" tanya Lin Feng.
"Na-naga itu adalah Demon beast tingkat sembilan, kekuatannya sendiri setara dengan kultivator ranah Nirvana atau bahkan lebih tinggi, lalu para Demon beast yang berkumpul itu juga sangat kuat, yang terlemah diantara mereka hanyalah Demon beast tingkat lima" jawab Yun Ling menjelaskan.
"Bukankah itu semakin bagus!" ujar Lin Feng.
"Ta-tapi tuan..."
"Kau diam saja di sini, biarkan aku yang menyelesaikan mereka semua" ujar Lin Feng kemudian menghilang dari tempat tersebut.
***
Saat melihat seorang manusia datang menghampiri mereka, para Demon beast tersebut langsung menunjukkan reaksi yang tidak senang, mereka semua nampak sangat marah, bahkan mereka juga langsung melepaskan aura kegelapan mereka masing-masing.
"Grrroooaarr!" naga merah tersebut tiba-tiba saja meraung lagi dengan sangat keras.
Layaknya seperti sebuah aba-aba, bersamaan dengan raungan yang sangat keras tersebut, ratusan Demon beast yang ada di sana langsung maju menyerang Lin Feng, atau lebih tepatnya mereka semua menganggap Lin Feng adalah buruannya.
Sementara itu, Lin Feng masih terlihat tenang sambil terus melangkahkan kakinya, dengan senyuman sinis yang terukir jelas di bibirnya, beberapa saat kemudian, Lin Feng langsung mengeluarkan pedang kayu roh dari cincin penyimpanannya.
"Tujuh tebasan kematian!" ucap Lin Feng, sambil menebaskan pedangnya dengan sangat cepat dan tentunya dengan tetap melanjutkan langkah kakinya.
Tujuh aura pedang yang sangat besar dan membentuk seperti bulan sabit, melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah gerombolan Demon beast yang sedang berlari, ketujuh aura pedang tersebut langsung menebas para Demon beast yang dilewatinya, sehingga membuat tubuh mereka terpotong-potong.
Dalam sekejap, sudah puluhan Demon beast yang meninggal karena satu serangan Lin Feng, lalu beberapa saat kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan dan langsung melesat dengan cepat ke arah para Demon beast, hanya dalam sekejap mata, Lin Feng telah berada di hadapan salah satu Demon beast dan langsung menyerangnya.
Setelah merenggut nyawa Demon beast tersebut, Lin Feng kembali menghilang dan muncul di hadapan Demon beast lainnya, kemudian langsung menyerang Demon beast tersebut dengan sangat cepat, setelah itu, Lin Feng kembali menghilang dan melakukan hal yang sama lagi.
Para Demon beast yang masih tersisa nampak sedang mengelilingi Lin Feng, mereka mencoba melakukan serangan terhadap Lin Feng, tapi sayangnya serangan tersebut tidak berarti apa-apa bagi Lin Feng, karena gerakannya yang sangat luar biasa.
Sementara itu, jumlah para Demon beast tersebut semakin berkurang tiap waktunya, karena Lin Feng terus membunuh mereka satu-persatu, setelah beberapa menit melakukan serangan langsung dengan kecepatan tinggi, Lin Feng tiba-tiba saja berhenti dan langsung melompat ke atas.
Ketika sedang berada di udara, Lin Feng tiba-tiba saja menyimpan pedang kayu roh kedalam cincin penyimpanannya, lalu setelah itu, Lin Feng mengangkat kedua tangannya ke langit dan kemudian menciptakan dua kekuatan yang terbuat dari kekuatan api dan es di telapak tangannya.
Di tangan kanan Lin Feng terdapat bola api yang berukuran sangat besar, sementara di tangan kirinya, terdapat bola energi kekuatan es yang berukuran sama dengan bola api di tangan kanannya, setelah itu, Lin Feng langsung melemparkan kedua kekuatan tersebut ke arah gerombolan Demon beast yang ada di bawahnya.
BOOM!!!
Ledakan yang benar-benar dahsyat terjadi saat kedua kekuatan tersebut menghantam tanah, sehingga menimbulkan lekukan yang cukup besar di tanah, ledakan besar tersebut juga menyebabkan udara di sekitar terasa panas dan dingin disaat yang bersamaan, serta menyebabkan debu-debu beterbangan.
Yun Ling yang menyaksikan serangan Lin Feng dari jauh nampak sangat kaget, karena Yun Ling benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang baru saja dia saksikan dengan matanya, selain itu, Yun Ling juga merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, karena pandangannya terhalangi oleh debu-debu yang beterbangan.
"Apa yang terjadi di sana? Apakah serangan tuan berhasil membunuh mereka semua?" gumam Yun Ling.
"Apa yang aku pikirkan, tentu saja tidak ada yang bisa selamat dari serangan dahsyat tersebut, sehebat apapun Demon beast yang ada di sana, setidaknya mereka akan mendapatkan luka yang sangat parah" lanjutnya.