Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-387. Hadiah khusus dari Lin Feng


Dua hari kemudian.


Suasana ibukota kekaisaran Tang terasa begitu sunyi, padahal keadaan ibukota masih ramai seperti biasanya, kesunyian tersebut terjadi karena semua orang tengah berduka atas kematian pangeran mahkota, meskipun mereka tidak mengetahui jika pangeran mahkota mati dengan sangat mengenaskan, tapi mereka tetap tidak bisa menerima hal itu, bahkan mereka sangat setuju jika sang kaisar ingin membalaskan kematian pangeran mahkota.


Saat ini, pembicaraan orang-orang yang ada di ibukota kekaisaran hanyalah tentang kematian putra mahkota, mereka benar-benar tidak menyangka jika putra mahkota yang sangat hebat akan mati setelah kembali dari melamar putri kekaisaran Luo, bahkan mereka berpikir jika putra mahkota telah dicurangi selama duel, karena mereka sangat yakin jika putra mahkota tidak terkalahkan, apa lagi jika berduel di arena pertarungan. Karena, di kekaisaran Tang, pangeran mahkota tidak pernah terkalahkan jika berduel, bahkan dia dijuluki sebagai raja duel.


Di salah satu restoran di kekaisaran Tang.


Beberapa pengunjung restoran nampak sedang membicarakan tentang kematian pangeran mahkota, mereka bahkan sampai mencela lawan duel pangeran mahkota.


"Aku sangat yakin jika pangeran mahkota telah dicurangi!" ucap salah seorang pemuda.


"Kau benar, aku juga sangat yakin dengan hak itu, karena kita semua mengetahui jika pangeran mahkota tidak pernah terkalahkan selama duel!" ucap teman pemuda tersebut menabahkan.


"Cihh! Andai saja aku ada di sana, aku pasti akan mengungkapkan kecurangan itu!" ujar pemuda lainnya.


"Hanya mengungkapkan kecurangan mereka saja tidak ada gunanya, seharusnya kita membalaskan kematian pangeran mahkota, bahkan jika perlu, kita harus melenyapkan seluruh keluarga pemuda sialan yang telah membunuh pangeran mahkota!"


Selain beberapa pemuda tersebut, para pengunjung restoran lainnya juga membicarakan tentang kematian pangeran mahkota, mereka sepertinya sangat tidak rela jika pangeran mahkota mati dalam duel. Namun karena terlalu asyik mengobrol, mereka sampai tidak menyadari jika ada orang lain yang sedang mendengarkan percakapan mereka, yang tidak lain adalah Lin Feng, orang yang telah membunuh pangeran mahkota.


"Sepertinya orang-orang di kekaisaran ini sangat membenciku" ucap Lin Feng pelan.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya Huise dari dalam ruang jiwa Lin Feng.


"Sebenarnya aku tidak ingin mengurus sampah-sampah ini, tapi aku tidak terima saat mereka membicarakan keluargaku, bahkan mereka sudah berencana untuk melenyapkan seluruh keluargaku, jadi apa lagi yang harus aku lakukan selain menghancurkan kota ini?" jawab Lin Feng.


"Tuan, izinkan aku melakukannya!" pinta Huise.


"Hahahaha! Baiklah, kali ini aku akan mengizinkanmu untuk bertarung bersamaku" ujar Lin Feng.


"Lalu kapan kita akan mulai menyerang, Tuan?" tanya Huise.


"Sekarang!" jawab Lin Feng, kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu menghampiri beberapa pemuda yang sebelumnya.


Kedatangan Lin Feng membuat para pemuda tersebut kesal, karena kedatangan Lin Feng telah mengganggu obrolan mereka. Salah seorang pemuda kemudian berdiri sambil menggebrak meja, lalu membentak Lin Feng "Hei! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah bosan hidup?!"


"Kau benar, aku memang sudah sangat bosan menjalani hidup ini, bahkan aku sampai bunuh diri karena sudah terlalu bosan" jawab Lin Feng dengan santai.


Para pengunjung restoran tertawa mendengar perkataan Lin Feng, yang mereka anggap adalah sebuah candaan, begitu juga dengan para pemuda yang ada di hadapannya. Namun suara tawa mereka yang menggelegar di seluruh restoran tiba-tiba saja terhenti, ketika Lin Feng mengeluarkan pedangnya dan menebas leher pemuda yang menggebrak meja sebelumnya.


"Ka-kau! Be-berani sekali kau melakukan pembunuhan di sini! Prajurit! Panggil para..." perkataan salah seorang pelayan tiba-tiba saja terhenti, karena kepalanya juga telah ditebas oleh Lin Feng, namun Lin Feng menebaskan pedangnya tepat di mulut pelayan tersebut, sehingga yang terpotong bukanlah lehernya.


"Aku tidak suka perempuan yang berisik!" ucap Lin Feng.


Para pengunjung restoran nampak gemetaran karena rasa takut yang menyelimuti tubuh mereka, bahkan ada beberapa pengunjung yang celananya tiba-tiba saja basah. Mereka sebelumnya memang sudah menyadari kehadiran Lin Feng di restoran tersebut, mereka juga sempat terpana dengan ketampanan wajah Lin Feng, terutama para pengunjung perempuan, namun tidak ada yang menyangka jika dibalik wajah tampan tersebut, terdapat kengerian yang sangat besar.


"Huise!" ujar Lin Feng.


"Hamba di sini tuan" jawab Huise yang langsung keluar dari ruang jiwa Lin Feng dan berlutut di hadapannya.


"Lakukan tugasmu, karena aku harus menyapa Tang Hao Yun" ucap Lin Feng, kemudian keluar dari restoran tersebut.


"Dengan senang hati tuan!" jawab Huise, lalu tersenyum sinis.


Setelah Lin Feng keluar dari restoran, Huise kemudian berdiri dan langsung membantai para pengunjung restoran tersebut, Huise benar-benar membantai mereka semuanya dan tidak menyisakan satupun dari mereka, bahkan pemilik dan pelayan restoran juga dibantai olehnya. Lalu setelah membantai mereka semua, Huise kemudian keluar dari restoran dan mulai membantai para warga kota.


Di istana kekaisaran Tang.


Tang Hao Yun dan para petinggi istana yang sedang berkumpul di ruang tahta, tiba-tiba saja dikagetkan dengan kedatangan Lin Feng, yang lebih mengejutkan lagi adalah, Lin Feng membawa kepala seseorang yang telah terpenggal di tangan kirinya.


"Tang Hao Yun, lama tidak bertemu!" sapa Lin Feng


"Kau! Berani sekali kau menginjakkan kakimu di istanaku!" ujar Tang Hao Yun, kemudian berdiri dari singgasananya, tatapan matanya sangat tajam dan tentunya diiringi dengan aura membunuh yang besar.


"Hahahaha! Kenapa kau sangat marah? Aku datang dengan maksud baik, bahkan aku membawakan hadiah khusus untukmu" ucap Lin Feng, kemudian melemparkan kepala yang ia bawa ke hadapan Tang Hao Yun.


Tang Hao Yun tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat kepala yang berada di hadapannya, karena kepala tersebut adalah kepala sang jendral kekaisaran Tang. Para petinggi istana juga sama kagetnya dengan Tang Hao Yun, karena tidak ada seorangpun yang menyangka jika jendral mereka telah mati.


"I-ini tidak mungkin, kapan kau..."


"Tidak ada yang tidak mungkin, kaisar Tang yang terhormat. Satu lagi, di luar sana masih ada kepala-kepala lainnya, sebenarnya aku ingin menghadiahkan semuanya kepadamu, tapi aku tidak bisa membawanya sekaligus, jadi hanya kepala ini saja yang aku bawa" ujar Lin Feng.


"Kepala lainnya? Apa maksudmu?" tanya Tang Hao Yun yang nampak kebingungan dan tidak mengerti maksud perkataan Lin Feng.


Namun beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba saja memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia pikirkan. "Apa jangan-jangan maksudnya adalah para prajurit? Tapi bagaimana mungkin? Memangnya kapan dia menghabisi para prajurit?" tanya Tang Hao Yun dalam hatinya.


Tang Hao Yun mencoba untuk menepis pikirannya tersebut, karena hal itu sangat tidak mungkin terjadi, kalaupun yang dipikirkannya memang benar, lalu kenapa tidak terdengar suara pertarungan sama sekali? Lalu apakah Lin Feng benar-benar bisa menghabisi semua prajurit kekaisaran yang sangat banyak? Pikiran Tang Hao Yun benar-benar kacau ketika memikirkan semua itu.