
Di dunia kultivator, awan gelap yang sudah menutupi lagi sejak pagi tiba-tiba saja bergemuruh, angin yang semula berhembus dengan pelan dan terasa sejuk, tiba-tiba saja menjadi lebih dingin dan berhembus dengan sangat kencang. Bahkan aura yang jauh lebih mengerikan juga ikut muncul bersamaan dengan hembusan angin tersebut, seolah-olah ia sedang memberitahukan semua orang, jika sebentar lagi akan terjadi bencana besar.
Ketika semua orang merasakan aura yang mengerikan tersebut, tubuh mereka langsung gemetaran karena rasa takut. Tidak peduli apakah mereka manusia biasa atau para kultivator, kengerian dari aura tersebut benar-benar telah berhasil membuat mereka semua larut dalam rasa takut, bahkan setiap kaisar dan raja-raja kota, langsung memerintahkan para penjaga untuk menutup gerbang kota mereka, lalu mereka juga memerintahkan para kultivator hebat untuk menciptakan perisai pelindung.
Di ibukota kekaisaran Luo, kaisar Luo Ming An nampak sedang sibuk memberikan arahan kepada para petinggi istana, untuk menciptakan formasi pelindung yang telah mereka pelajari dari Huise, meski sangat sulit untuk menciptakan formasi tersebut, karena untuk menciptakannya sangat menguras energi spiritual dan membutuhkan semua petinggi istana, namun pada akhirnya mereka tetap berhasil melakukannya.
"Semoga saja formasi ini bisa mencegah terjadinya kehancuran di ibukota" ucap Luo Ming An.
Di tempat lain.
Tidak hanya di ibukota kekaisaran Luo saja yang sedang menciptakannya formasi tersebut, tapi di beberapa kota yang memiliki hubungan dengan Lin Feng juga sedang melakukan hal yang sama, khususnya kota Zuanshi yang merupakan tempat tinggal seluruh keluarga Lin Feng, lalu sekte Phoenix Emas yang merupakan tempat Lin Feng berlatih serta tempat tinggal guru dan saudara seperguruannya.
Tiga Minggu sebelum hari ini.
Lin Feng memerintahkan Huise untuk datang ke beberapa kota yang memiliki hubungan dengannya, lalu Lin Feng juga memerintahkan Huise untuk memberikan mantra formasi yang bisa menahan pasukan Yama. Namun karena waktunya yang terlalu singkat, Huise akhirnya hanya menyalin mantra formasi tersebut kedalam beberapa gulungan, lalu memberikannya kepada masing-masing penguasa kota, kemudian mengajari mereka cara menggunakannya.
Sejak saat itu, para penguasa kota yang telah mendapatkan gulungan dari Huise, langsung meminta para petinggi istana untuk mempelajarinya. Awalnya memang sangat sulit, karena yang Huise ajari hanyalah dasarnya saja, lalu selebihnya bergantung pada mereka sendiri, namun pada akhirnya, usaha keras mereka tidak sia-sia sama sekali, karena formasi yang mereka ciptakan benar-benar sangat luar biasa.
Di dunia bawah.
Setelah memberikan penjelasan tentang rencananya kepada seluruh prajurit, Lin Feng kemudian kembali ke benua biru, karena ia harus menemui keluarganya sebelum pergi berperang, karena bagaimanapun juga, restu sang ibu dan seluruh keluarga adalah pelindung dan senjata terbaik bagi Lin Feng, lain halnya jika seluruh keluarganya sudah tidak ada lagi, karena yang bisa menjadi pelindung dan senjata terbaik adalah dirinya sendiri.
Sesampainya di wilayah keluarga Lin di kota Zuanshi, Lin Hua yang sudah menunggu kedatangan Lin Feng, langsung memeluknya dengan sangat erat, tubuhnya terlihat gemetaran karena sangat mengkhawatirkan putra semata wayangnya itu. Lin Feng yang mengerti kekhawatiran dan kegelisahan ibunya, langsung membalas pelukan ibunya, agar ibunya bisa sedikit lebih tenang.
"Ibu, aku..."
"Ibu tahu, meskipun sebenarnya ibu sangat ingin melarang mu, tapi ibu juga mengerti jika takdir dunia ini ada di tanganmu. Jadi, pergilah! Ibu akan selalu merestui mu dan ibu juga berharap agar kau bisa kembali dengan selamat" ujar Lin Hua.
"Harapan ibu adalah perintah mutlak untuk ku" jawab Lin Feng, kemudian melepaskan pelukannya, lalu menghampiri Lin Jianheeng dan kedua pamannya.
"Kakek tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi harapan kakek sama persis dengan harapan ibumu" ujar Lin Jianheeng.
"Terimakasih, kakek, paman" jawab Lin Feng.
"Kalau begitu aku pergi sekarang" lanjutnya, kemudian meninggalkan kota Zuanshi.
Setelah meninggalkan kota Zuanshi, Lin Feng langsung pergi mencari tempat yang paling jauh dari kota ataupun desa, agar saat dia membuka gerbang dunia kegelapan nantinya, tidak akan ada satupun orang yang merasakan kengeriannya, lalu jika ada yang keluar dari gerbang tersebut, setidaknya kemunculan mereka sangat jauh dari orang-orang yang ada di desa kecil ataupun kota-kota besar.
Dengan begitu, ia tidak perlu mengkhawatirkan akan adanya manusia yang menjadi korban ketika para iblis keluar dari gerbang yang ia buka, lalu ia juga bisa bertarung dengan bebas, tanpa harus mengkhawatirkan apapun. Akan tetapi, Lin Feng juga sangat berharap agar tidak ada yang keluar saat gerbang dunia kegelapan terbuka, karena jika ada iblis yang keluar, sudah pasti akan sulit baginya untuk datang ke dunia kegelapan.
Setelah merasa sangat jauh, Lin Feng akhirnya berhenti di atas puncak bukit yang tidak terlalu tinggi, sambil menunggu malam tiba, Lin Feng memutuskan untuk bermeditasi agar bisa menenangkan hati dan pikirannya, serta mengumpulkan kembali energi spiritualnya yang telah terkuras selama terbang ke tempat tersebut.
Malam harinya.
Langit malam yang biasanya dipenuhi oleh bintang-bintang yang sangat banyak, sekarang malah nampak biasa saja, bahkan terasa lebih mengerikan dibandingkan waktu siang, karena tidak satupun bintang yang terlihat menghiasi gelapnya langit, namun hanya ada satu cahaya yang bisa dilihat oleh semua orang yang berada di luar rumah, cahaya tersebut adalah cahaya merah yang berasal dari bulan yang juga berwarna merah.
Warna serta cahaya berwarna merah yang terpancar dari bulan, berhasil membuat bangsa manusia semakin larut dalam rasa takut, tapi warna dan cahaya merah tersebut justru menimbulkan kebahagiaan bagi bangsa iblis, bahkan mereka menganggap jika warna dan cahaya bulan merah tersebut adalah anugerah bagi bangsa iblis, karena dengan menyerap energi dari cahaya merah tersebut, kekuatan mereka bisa meningkat berkali-kali lipat.
Cahaya merah tersebut tentunya juga merupakan anugerah bagi Yama, sang dewa iblis. Karena pada saat itulah, kekuatannya akan benar-benar sempurna, bahkan kekuatannya akan jauh lebih besar dibandingkan dengan kekuatannya sebelum di segel oleh Dewi Nuwa. begitu juga dengan Qian Ling Chen yang sudah menjadi bagian dari bangsa iblis.
Di puncak bukit.
Lin Feng yang sedang duduk bermeditasi, akhirnya menyelesaikan meditasi-nya ketika aura yang sangat mengerikan menerpa tubuhnya, ia kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu mengarahkan pandangannya ke atas dan menatap bulan merah yang ada di langit. Tidak lama kemudian, Lin Feng mengeluarkan lencana hitam dari cincin penyimpanannya.
"Yama, hari kematianmu telah tiba!" ucap Lin Feng, lalu mengalirkan energi spiritualnya kedalam lencana tersebut. Tidak lama kemudian, lencana tersebut tiba-tiba saja bergetar dan Lin Feng langsung mengarahkannya ke atas.
Next chapter jam 21:00 ditunggu ya, btw jangan lupa follow IG khusus novel author ya, hehehehe
IG : Zhie_n15