Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-279. Perang 3


Semua orang yang ada di sana benar-benar sangat terkejut dengan serangan mendadak tersebut, bahkan mereka semua nampak kebingungan karena tidak mengetahui asal serangan tersebut. Sedangkan Qian Zhi Dao malah tersenyum sinis, karena dia mengetahui bahwa ayahnya sudah mulai bertindak.


Tidak lama kemudian, Lin Feng muncul kembali di dekat Luo Ning, ia kemudian menghubungi Long Yin Jiang bersama ke-enam tetua agung dengan telepati, sambil terus menyerang dan menghabisi semua musuh yang ada di sekitarnya.


"Serangan tadi berasal dari atas, lebih tepatnya di gumpalan awan yang cukup besar di atas sana, lalu yang menyerang adalah pria yang sebelumnya aku ceritakan kepada kalian" ucap Lin Feng.


"Baiklah, kami mengerti apa yang harus kami lakukan" jawab Long Yin Jiang.


Setelah itu, Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung langsung mengarahkan pandangannya ke atas, sesuai dengan perkataan Lin Feng, di atas mereka semua memang ada sebuah gumpalan awan yang terlihat sangat aneh.


Tidak lama kemudian, Long Yin Jiang langsung memberikan isyarat kepada ke-enam tetua agung, lalu mereka bertujuh mengangkat tangan kanannya dan mengarahkannya ke awan tersebut, kemudian mereka menembakkan energi spiritual dalam jumlah besar dari telapak tangannya secara bersamaan.


Energi spiritual yang mereka tembakan berbentuk seperti lesatan cahaya dengan berbagai macam warna, lalu saat energi spiritual mereka menghantam awan yang aneh tersebut, tiba-tiba saja terjadi ledakan yang sangat besar.


DHUUAAARRRR!!


Ledakan besar tersebut menyebabkan terjadinya gelombang udara yang cukup besar, tidak hanya itu saja, ledakan besar tersebut juga berhasil melenyapkan awan aneh yang sejak tadi berada di atas mereka, yang merupakan tempat persembunyian Qian Mo Fan.


Long Yin Jiang dan ke-enam tetua agung sekte Pedang Suci nampak mengerutkan alisnya, ketika mereka melihat seorang pria tua yang sedang melayang di udara, dengan tatapan tajam yang mengarah ke bawah, atau lebih tepatnya, mengarah pada Long Yin Jiang dan yang lainnya.


"Qian Mo Fan!" ucap Long Yin Jiang.


"Kakak benar, dia adalah Qian Mo Fan!" ujar Yun Xuan Li.


"Hahahaha! Tidak aku sangka, ternyata kalian bisa menemukan tempat persembunyian ku!" ucap Qian Mo Fan.


Swush... Suaranya tiba-tiba saja menggema di seluruh medan perang, bersamaan dengan tekanan intimidasi yang sangat besar dan berhasil menindas semua orang yang ada di bawahnya, semua orang kecuali Lin Feng.


"Hebat, hanya dengan suaranya saja, dia sudah bisa menyebabkan semua orang merasakan tekanan intimidasi yang sangat luar biasa" gumam Lin Feng.


"Tuan, anda harus berhati-hati, karena dia adalah wadah untuk kebangkitan Yama" ujar Huise.


"Iya, aku juga sudah menyadari hal itu, pantas saja aku tidak bisa merasakan kekuatan aslinya, ternyata dia adalah wadah untuk Yama" jawab Lin Feng.


Sementara itu, Qian Mo Fan nampak menunjukkan senyuman sinis setelah melepaskan auranya, dia benar-benar merasa sangat senang karena semua orang seperti sedang tunduk dihadapannya, namun senyuman sinis Qian Mo Fan tiba-tiba saja menghilang, saat pandangannya tertuju pada Lin Feng.


Di saat semua orang sedang berusaha mati-matian menahan tekanan intimidasi yang sangat luar biasa tersebut, Lin Feng justru nampak biasa saja, seolah-olah dia sama sekali tidak terpengaruh dengan aura intimidasi yang Qian Mo Fan keluarkan.


"Siapa sebenarnya bocah ini, diantara semua orang yang ada di sini, hanya dia saja yang tidak terpengaruh oleh aura ku" gumam Qian Mo Fan penasaran.


"Bocah, siapa kau sebenarnya?" tanya Qian Mo Fan.


"Kau tidak berhak untuk bertanya!" jawab Lin Feng sinis.


"Hahahaha! Sungguh pemuda yang sangat arogan, tapi seharusnya kau tidak menunjukkan sikap padaku!" ujar Qian Mo Fan, kemudian melepaskan aura yang lebih besar lagi.


"Memangnya kenapa?!" tanya Lin Feng sinis, kemudian menghilang dan muncul tepat di hadapan Qian Mo Fan.


Tapi tidak dengan Lin Feng, karena aura intimidasi tersebut sama sekali tidak bisa menindas nya, bahkan tatapan mata Lin Feng yang sangat tajam dan penuh dengan aura membunuh, malah membuat tubuh Qian Mo Fan gemetaran karena rasa takut.


"Si-siapa sebenarnya pemuda ini, kenapa dia bisa lebih mengerikan daripada Yama?" tanya Qian Mo Fan dalam hatinya.


"Apa kau pikir aura seperti itu bisa membuatku takut?" tanya Lin Feng.


Wushh... Lin Feng kemudian melepaskan sedikit auranya, aura yang terasa sangat tajam dan sangat mengerikan, yang mampu membuat siapa saja langsung takut saat merasakan aura tersebut, setelah aura pedang dan aura dewa kematiannya bergabung menjadi satu, Lin Feng kemudian menamainya sebagai aura pedang dewa kematian.


Tubuh Qian Mo Fan semakin gemetaran saat merasakan aura tersebut, wajahnya berubah pucat saat itu juga dengan keringat dingin yang mulai mengalir di tubuhnya, bahkan aura intimidasi yang sebelumnya ia lepaskan, langsung menghilang begitu saja.


"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Qian Mo Fan.


"Sudah aku katakan, kau tidak berhak untuk bertanya!" ujar Lin Feng, kemudian melayangkan pukulan ke wajah Qian Mo Fan.


Beruntung Qian Mo Fan masih berhasil menghindari serangan tersebut dan langsung menghilang dari hadapan Lin Feng, tidak lama kemudian, Qian Mo Fan muncul lagi di dekat anak dan juga cucunya.


"Ayah, ada apa?" tanya Qian Zhi Dao.


"Ada apa kakek? Kenapa kakek terlihat sangat tegang?" tanya Qian Ling Chen.


"Kita tidak bisa menang melawan pemuda itu, sepertinya kita harus membangkitkan Yama sekarang juga!" jawab Qian Mo Fan.


"Apa? Tapi kenapa? Bukankah dia hanya pemuda biasa?" tanya Qian Zhi Dao bingung.


"Tidak dia bukan pemuda biasa, dia sama saja seperti jelmaan dewa kematian!" jawab Qian Mo Fan.


"Sudahlah, jangan bicara lagi dan siapkan persembahannya sekarang juga!" ujarnya.


"Baik ayah!" jawab Qian Zhi Dao.


Qian Zhi Dao kemudian memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur, setelah itu, Qian Zhi Dao langsung mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu diantara kedua telapak tangannya, muncul bola energi berwarna hijau, yang semakin lama ukurannya semakin besar.


Setelah ukurannya cukup besar, Qian Zhi Dao kemudian melemparkan bola energi berwarna hijau tersebut, ke arah pasukan kekaisaran Luo.


DHUUAARR!!


Bola energi berwarna hijau tersebut langsung meledak saat bersentuhan dengan beberapa prajurit, namun ledakan tersebut tidak melukai mereka sama sekali, justru ledakan tersebut malah menyebabkan kabut asap yang sangat tebal yang juga berwarna hijau.


"Tidak! Ini tidak baik!" gumam Lin Feng.


"Pergi dari sana sekarang juga!" ujar Lin Feng berteriak keras.


Para pasukan yang mendengar teriakan Lin Feng kemudian menjauh dari tempat tersebut, tapi sayangnya mereka sudah terlambat, karena satu-persatu dari mereka mulai berjatuhan, karena menghirup asap hijau yang ternyata mengandung racun.