
"Tidak masalah jika aku tidak bisa menggunakan kekuatan petir merah sekarang, karena dengan begini saja aku sudah bisa bergerak jauh lebih cepat lagi daripada yang sebelumnya" ucap Lin Feng.
Setelah lama mengobrol mereka berdua akhirnya menjadi akrab, Lin Feng bahkan sudah melupakan kejadian yang hampir saja merenggut nyawanya, Lin Feng juga menganggap kejadian tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak ujian hidup dan mati yang akan dia lewati nantinya, karena menurut Lin Feng dengan berhasil melewati ujian hidup dan mati maka dia akan bisa melewati batasan kemampuannya sendiri.
"Baiklah karena semuanya sudah selesai, aku akan kembali sekarang" ucap Lin Feng.
"Baik tuan, tapi sebelum tuan pergi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan" ujar Jin Zhan Shi.
"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Lin Feng.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, petir merah akan terjadi satu juta tahun sekali dan itu akan terjadi dalam waktu lima tahun lagi" jawab Jin Zhan Shi.
"Lima tahun lagi bukanlah waktu yang sebentar, tapi tidak masalah, terimakasih karena sudah memberitahukannya kepada ku" ucap Lin Feng kemudian menghilang dari ruang jiwanya.
Jin Zhan Shi menatap kepergian Lin Feng dengan tersenyum kecil, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng yang sebelumnya dia remehkan, ternyata adalah manusia yang sangat pantas untuk memiliki pedang emas, selain itu Jin Zhan Shi juga tidak pernah menyangka sama sekali bahwa Lin Feng memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.
"Aku yakin pedang emas akan kembali ke masa jayanya di tangan tuan yang sekarang" gumam Jin Zhan Shi kemudian menghilang dan kembali kedalam pedang emas.
**
Waktu kembali berlalu dengan sangat cepat dan beberapa bulan sudah berlalu lagi, setelah sekian lama melakukan penyerapan terhadap inti kristal jiwa milik singa api abadi, akhirnya Lin Feng berhasil menyerap semua energi yang ada di dalam kristal tersebut, kristal yang sebelumnya berwarna merah sekarang sudah berubah menjadi transparan seperti kristal biasa dan telah hancur berkeping-keping.
Swushh.., energi yang sangat besar terpusat dalam tubuh Lin Feng dan hanya tinggal menunggu waktu sampai energi tersebut benar-benar meledak, aura yang keluar dari tubuh Lin Feng juga terasa sangat besar bahkan sampi memenuhi gua, jika saja gua tersebut tidak dilindungi oleh mantra formasi, mungkin aura yang keluar dari tubuh Lin Feng telah tersebar kemana-mana.
Tidak lama kemudian, energi yang ada di dalam tubuh Lin Feng terasa semakin membesar, energi tersebut benar-benar telah memenuhi Dantian Lin Feng dan hanya perlu beberapa saat lagi sebelum energi tersebut benar-benar meledak, sehingga Lin Feng akan langsung menerobos, aura yang keluar dari tubuhnya juga terlihat mulai tidak stabil, Lin Feng yang sedang duduk berkuktivasi bisa merasakan akan ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya dan.
Boomm!.
Ledakan teredam benar-benar terdengar dari dalam tubuh Lin Feng, ledakan tersebut terus terdengar dengan jelas bahkan sampai Lin Feng sendiri sudah tidak bisa menghitungnya lagi, bersamaan dengan ledakan teredam tersebut tingkatan kultivasi serta kekuatan Lin Feng juga terus naik sampai ke tahapan yang lebih tinggi, bahkan sampai menerobos ke ranah yang selanjutnya.
Boomm!.
Lin Feng benar-benar tidak bisa menghitung lagi sudah berapa banyak ledakan teredam yang terjadi di dalam tubuhnya, namun yang jelas Lin Feng hanya mengetahui bahwa tingkatan kultivasinya saat ini sudah masuk ke ranah yang berikutnya, yaitu ranah Master Spiritual bintang lima, aura yang sebelumnya tidak stabil juga sudah kembali menjadi tenang dan tubuh Lin Feng sekarang benar-benar dipenuhi dengan energi yang besar.
"Hahh, akhirnya selesai juga" gumam Lin Feng kemudian membuka matanya.
Lin Feng kemudian berdiri dari tempat duduknya sekarang, lalu merenggangkan seluruh otot-ototnya, karena mau bagaimanapun juga duduk diam selama berbulan-bulan tentunya membuat tubuh Lin Feng terasa sangat kaku, setelah itu Lin Feng langsung berjalan keluar gua untuk menghirup udara segar.
Stelah sampai di luar gua, Lin Feng cukup kaget karena ternyata gua tersebut berada di atas bukit yang cukup tinggi, padahal sebelumnya Lin Feng berpikir bahwa gua tersebut hanya berada di kedalaman hutan saja, dari tempatnya berdiri sekarang, Lin Feng bisa melihat seluruh hutan dengan mudah, walaupun begitu Lin Feng masih belum bisa melihat dimana ujung dari hutan para monster tersebut.
"Padahal tempat ini sudah cukup tinggi, tapi aku masih belum bisa menemukan dimana ujung hutan ini, atau jangan-jangan hutan para monster ini memang tidak berujung" gumam Lin Feng.
"Sudahlah, nanti saja aku pikirkan masalah itu, sebaiknya sekarang aku pergi ke hutan dan mencari makanan, aku bahkan tidak tahu sudah berapa lama aku berada di sini, tapi yang jelas hari ini akan menjadi hari pertama petualangan ku di hutan para monster" ucap Lin Feng.
Setelah itu Lin Feng langsung melompat turun dari atas bukit dan kemudian melesat diantara pepohonan dengan cara melompat dari dahan pohon yang satu ke dahan pohon yang lain, Lin Feng nampak benar-benar senang karena sekarang kecepatannya benar-benar telah bertambah, bahkan Lin Feng masih belum menggunakan energinya tapi kecepatannya benar-benar luar biasa.
Lin Feng kemudian mengalihkan pandangannya pada pungung tangan kanannya, Lin Feng tersenyum sinis saat melihat di punggung tangannya ada tanda tiga petir berwarna merah, yang artinya kejadian yang Lin Feng alami waktu itu bukanlah mimpi melainkan kenyataan, namun Lin Feng nampak tidak terlalu menghiraukan masalah tersebut, Lin Feng terus saja melesat dengan kecepatan tinggi sambil mencari buah-buahan yang bisa dia makan.
"Apa di hutan ini benar-benar tidak ada buah-buahan sama sekali" gumam Lin Feng.
Setelah hampir setengah jam berlalu, akhirnya Lin Feng menemukan pohon buah apel, meskipun Lin Feng tidak yakin buah tersebut adalah buah apel atau bukan, namun karena bentuk dan ukurannya sangat mirip dengan buah apel, Lin Feng kemudian menghampiri pohon tersebut dan kemudian memetik salah satu buahnya.
"Dilihat dari manapun buah ini memang sangat mirip dengan buah apel, kalau begitu sebaiknya aku makan saja" gumam Lin Feng kemudian memakan buah tersebut.
Awalnya memang ada sedikit keraguan, namun setelah merasakan rasa buah tersebut, akhirnya Lin Feng benar-benar merasa yakin kalau buah itu memanglah buah apel, setelah itu Lin Feng langsung memetik semua buah apel tersebut dan memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.
Setelah selesai memetik semua buah apel tersebut, Lin Feng kemudian berniat untuk mencari buah-buahan yang lainnya, namun langkahnya tiba-tiba saja terhenti saat merasakan ada aura ganas yang dengan sengaja di arahkan kepadanya, bukannya lari karena merasakan aura ganas tersebut, Lin Feng malah tersenyum sinis dan merasa sangat senang.
"Bagus, datanglah padaku dan jadilah bahan uji coba kekuatanku yang sekarang" gumam Lin Feng.