Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-415. Perang besar 1


Lencana hitam di tangan Lin Feng kembali bergetar hebat ketika terkena cahaya bulan merah, bahkan lencana tersebut langsung terlepas dari genggaman tangan Lin Feng dan melayang di hadapannya, tidak lama kemudian, lencana tersebut terbelah menjadi empat bagian yang kemudian menyebar ke empat arah, lalu dari keempat belahan lencana tersebut memancarkan cahaya merah yang terhubung satu sama lain.


Setelah keempat belahan lencana hitam terhubung oleh cahaya merah, di tengah-tengah muncul sesuatu seperti pusaran lubang hitam yang cukup besar, pusaran tersebut tidak lain adalah gerbang dimensi yang langsung terhubung dengan dunia kegelapan. Tidak lama setelah gerbang terbuka, Lin Feng langsung menghubungi Huise dan seluruh pasukannya, agar mereka bisa segera datang ke tempat ia berada sekarang.


Beberapa saat kemudian, di belakang Lin Feng muncul sebuah gerbang dimensi lainnya, namun gerbang itu bukanlah gerbang yang sama seperti gerbang dunia kegelapan, karena gerbang tersebut adalah gerbang dunia bawah. Tidak lama setelah gerbang terbuka, Huise serta seluruh pasukan raja malam keluar dari dalam gerbang dan langsung mengelilingi gerbang hitam, karena takut akan ada yang keluar dari gerbang hitam tersebut.


"Kalian semua tetap berjaga di sini dan jangan biarkan siapapun mendekati tempat ini, lalu jika ada bangsa iblis yang keluar, langsung habisi saja!" ucap Lin Feng.


"Baik yang mulia" jawab mereka semua serempak.


Setelah memberikan perintah kepada pasukannya, Lin Feng kemudian masuk kedalam gerbang hitam tersebut. Sementara pasukan raja malam, langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan berjaga di sekitar gerbang.


Di dunia kegelapan.


Yama dan seluruh pasukannya sedang melakukan penyerapan terhadap energi yang berasal dari cahaya bulan merah, kekuatan mereka semua benar-benar meningkat dengan sangat drastis dan terus meningkat tanpa ada tanda-tanda akan berhenti, begitu juga dengan kekuatan Yama dan Qian Ling Chen, yang terus meningkat sampai ke tahapan yang jauh lebih tinggi lagi.


Di sisi lain dunia kegelapan, sebuah gerbang terbuka tanpa ada satupun bangsa iblis yang menyadarinya, lalu dari dalam gerbang tersebut keluar seorang pemuda yang tidak lain adalah Lin Feng. Saat pertama kali menginjakkan kaki di dunia kegelapan, hal yang pertama Lin Feng rasakan adalah kengerian, karena seluruh daratan dunia kegelapan dipenuhi oleh energi yang benar-benar menakutkan.


Dunia kegelapan adalah dunia yang benar-benar berbeda dengan dunia lainnya, karena dunia kegelapan hanya terdiri dari tanah hitam yang sangat tandus, bahkan sejauh mata memandang, Lin Feng tidak menemukan satupun kehidupan, entah itu hewan, pohon atau rumput sekalipun, semuanya benar-benar hanya daratan tandus yang penuh dengan energi kematian yang mengerikan. Tidak hanya itu saja, bahkan langit dunia kegelapan juga berwarna hitam.


"Dunia ini memang pantas disebut sebagai dunia kegelapan, karena semuanya memang gelap dan tidak ada energi kehidupan sama sekali" ucap Lin Feng dalam hatinya, kemudian melangkahkan kakinya ke arah depan.


Setelah merasa lelah berjalan dan tidak kunjung menemukan apapun, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk terbang, karena dengan terbang ia akan lebih mudah menemukan tempat tujuannya, yang tidak lain adalah kerajaan bangsa iblis. Selain itu, keberadaannya juga akan lebih sulit ditemukan ketika terbang, dibandingkan dengan berjalan kaki.


Beberapa jam kemudian.


Lin Feng akhirnya berhasil menemukan sebuah kerajaan yang benar-benar sangat luas dan memiliki istana yang benar-benar sangat besar, tidak hanya itu saja, Lin Feng juga melihat begitu banyak pasukan yang sedang berkumpul di halaman istana yang sangat luas, ia juga melihat Yama dan Qian Ling Chen yang sedang berdiri di hadapan seluruh pasukan iblis tersebut.


Namun yang mengejutkan Lin Feng bukanlah jumlah pasukan ataupun kekuatan mereka, ia justru terkejut ketika melihat wujud Qian Ling Chen yang sudah berubah, Lin Feng juga tidak menyangka jika kekuatan Qian Ling Chen sudah meningkat dibandingkan dengan saat pertama kali bertemu dengannya, bahkan kekuatan Qian Ling Chen jauh lebih kuat dari kekuatan kultivator ranah Supreme Emperor.


"Ini tidak bisa dibiarkan, jika mereka sampai keluar dari dunia kegelapan, maka seluruh alam semesta akan benar-benar hancur" ucap Lin Feng pelan.


Lin Feng kemudian bermaksud menghubungi Huise, tapi sebelum ia sempat melakukannya, Yama telah lebih dulu mengetahui keberadaannya, bahkan Lin Feng sangat terkejut ketika melihat Yama dan Qian Ling Chen sudah berada di hadapannya. "Selamat datang di dunia kegelapan, dewa kematian!" ucap Yama, kemudian tersenyum sinis.


"Aku sudah sangat lama menunggu untuk bertemu denganmu, tapi siapa sangka kau malah datang sendiri menghampiri kematian" ujar Qian Ling Chen.


"Hahahaha! Apa kau tidak salah? Karena seharusnya aku yang berkata demikian" jawab Lin Feng.


"Apa maksudmu?" tanya Qian Ling Chen.


"Aku benci mengakui ini tapi dia benar, karena yang menghampiri kematian bukanlah dia, melainkan kita berdua" ujar Yama.


"Apa maksudmu guru?" tanya Qian Ling Chen semakin bingung.


"Dia adalah dewa kematian, jadi menghampirinya sama saja dengan menghampiri kematian, tapi siapa yang akan mati masih belum bisa dipastikan" jawab Yama.


"Kau benar, kalau begitu kenapa kita tidak memastikannya saja? Karena tidak ada lagi yang perlu kita tunggu!" ucap Lin Feng.


"Hahahaha! Aku benar-benar kagum dengan keberanian mu, tapi apa kau masih belum sadar dengan situasi saat ini?" tanya Yama, kemudian seluruh pasukan bangsa iblis terbang ke atas dan mengelilingi Lin Feng.


Lin Feng kemudian menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, lalu ia memandangi Yama dengan tatapan tajam. "Apa kau pikir aku takut dengan pasukan mu ini? Dan apa kau yakin jika aku datang hanya sendirian saja?" tanya Lin Feng.


Yama dan Qian Ling Chen mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan Lin Feng, mereka berdua kemudian mengarahkan pandangannya ke sisi lain dan menemukan pasukan yang dipimpin oleh Huise. "Hahahaha! Ternyata aku sudah meremehkan mu" ucap Yama.


"Tapi, jumlah pasukan mu masih kalah dengan pasukan ku, bahkan kekuatan mereka masih sangat jauh bila dibandingkan dengan pasukan ku. Jadi, apakah kau yakin bisa menang?" tanya Yama.


"Aku tidak akan menang hanya karena menghabisi seluruh pasukan mu, tapi aku akan menang jika aku telah memusnahkan mu, Yama!" jawab Lin Feng, kemudian mengeluarkan kedua pedangnya dari cincin penyimpanannya.


Yama memandangi kedua pedang Lin Feng, ia memperhatikan kedua pedang tersebut dengan seksama, lalu tertawa lantang. "Hahahaha! Dimana pedang emas yang kau banggakan itu? Apa kau tidak akan menggunakannya?" tanya Yama.


"Sepertinya dia masih belum mengetahui jika pedang emas telah bersatu dengan pedang hitam" ucap Lin Feng dalam hatinya.


"Untuk mengalahkan mu, aku tidak perlu menggunakan senjata itu!" jawab Lin Feng, kemudian menyerang Yama dan Qian Ling Chen.


Di sisi lain, Huise yang melihat Lin Feng telah memulai serangan, langsung memerintahkan seluruh pasukan untuk menyerang. "Habisi mereka semua!" ujar Lin Feng, kemudian seluruh prajurit pasukan raja malam langsung menyerang pasukan bangsa iblis.