Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-303. Sumpah Lin Feng!


Beberapa hari telah berlalu sejak terjadinya bencana petir surga. Saat ini, Lin Feng dan Luo Ning sedang berada di istana kekaisaran Luo, tapi hubungan mereka seperti semakin renggang, karena Luo Ning lebih sering mengurung dirinya sendiri di dalam kamar.


Akan tetapi, Lin Feng tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Karena menurutnya, Luo Ning memang membutuhkan waktu untuk sendiri, bahkan Lin Feng lebih memilih untuk berkultivasi untuk menenangkan dirinya, serta memperkuat pondasi kultivasinya yang telah berada di ranah Nirvana.


Sedangkan kaisar Luo malah nampak sangat senang dan bahagia, setelah mengetahui bahwa putrinya berhasil membangkitkan tubuh petir surga sepenuhnya, bahkan Luo Ming An juga nampak sangat senang, karena mengetahui kedekatan putrinya dengan Lin Feng.


Suasana di ibukota kekaisaran Luo juga telah kembali seperti semula, semua orang juga nampak telah melupakan ketakutan yang melanda mereka beberapa hari lalu, bahkan mereka semua telah kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.


Tapi sayangnya, suasana tenang dan nyaman tersebut tidak berlangsung lama, karena langit di ibukota kekaisaran Luo tiba-tiba saja ditutupi oleh awan gelap, yang diiringi oleh sambaran petir yang sangat kencang.


Peristiwa aneh tersebut, tentunya mengundang kepanikan pada semua orang yang ada di ibukota kekaisaran Luo, bahkan Lin Feng yang sedang berkultivasi, langsung mengakhiri kultivasinya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.


Lin Feng kemudian bergegas meninggalkan kamarnya, lalu pergi keluar istana untuk menemui Luo Ming An dan yang lainnya, yang ternyata sudah berada di halaman istana kekaisaran.


"Apa yang terjadi?" tanya Lin Feng pada Luo Ming An.


"Entahlah, kami juga tidak mengetahui apa yang terjadi" Luo Ming An menjawab tanpa menoleh kepada Lin Feng.


Karena bingung dengan apa yang terjadi, Lin Feng kemudian memutuskan untuk bertanya pada Huise. "Huise, apa kau mengetahui apa yang sedang terjadi?"


"Maaf tuan, aku juga tidak mengetahui dengan pasti, tapi dari aura yang aku rasakan, sepertinya akan ada yang datang" jawab Huise.


"Seseorang? Siapa?" tanya Lin Feng penasaran.


"Entahlah tuan!" jawab Huise.


Sama seperti yang dikatakan oleh Huise, dari balik awan gelap yang menutupi langit, nampak dua orang yang sedang melayang dan turun mendekati istana kekaisaran Luo, aura yang terpancar dari kedua orang tersebut terasa sangat berbeda, yang menandakan bahwa mereka bukan manusia biasa.


"Dimana Luo Ning?!" salah satu dari pria tersebut bertanya dengan sinis, setelah mereka menginjakkan kakinya di halaman istana.


Lin Feng mengerutkan alisnya saat mendengar pertanyaan pria tersebut dan entah kenapa, Lin Feng merasakan aura yang tidak bersahabat dari kedua pria tersebut.


"Maaf tuan, tapi kenapa kalian mencari putriku?" Luo Ming An bertanya dengan sopan, karena mengetahui kedua pria di hadapannya bukanlah pria biasa.


"Kami di utus oleh yang mulia Dewa petir untuk menjemput Luo Ning, karena dia adalah penerus dari dewa petir!" jawab pria yang satunya.


Mereka semua langsung kaget ketika mendengar perkataan pria tersebut, tapi mereka juga merasa senang, karena putri kekaisaran Luo adalah seorang penerus dewa petir. Yang artinya, Suatu saat nanti Luo Ning akan menjadi seorang Dewi.


Semua orang benar-benar senang dan bahagia mendengar berita tersebut. Semua orang, kecuali Lin Feng, yang merasa ada sesuatu yang aneh dengan perkataan kedua pria tersebut, Lin Feng memang sudah mengetahui bahwa Luo Ning berpotensi untuk menjadi Dewi, tapi bukan dengan cara seperti itu.


"Aku tidak..."


"Maaf sudah membuat kalian menunggu, sekarang aku sudah siap!" ujar Luo Ning memotong perkataan Lin Feng.


"Ya, aku akan pergi menemui dewa petir dan menjadi muridnya, karena dengan begitu aku bisa menjadi penerus dari dewa petir" jawab Luo Ning.


"Tidak, aku sama sekali tidak setuju!" bantah Lin Feng.


"Apa hak mu melarang ku? Memangnya kau ini siapa? Bukankah kau sendiri sudah menolak untuk menikah denganku?" tanya Luo Ning sinis.


"Tidak! Aku sama sekali tidak..." Lin Feng tiba-tiba saja terdiam dan tidak bisa melanjutkan perkataannya, dia akhirnya sadar bahwa dia memang sudah menolak Luo Ning secara tidak langsung.


"Tidak apa?!" ujar Luo Ning.


"Maaf" ucap Lin Feng pelan.


"Mulai sekarang lupakan aku!" Luo Ning berkata dengan kasar, kemudian berjalan menghampiri kedua pria utusan dewa petir.


"Kau dengar itu? Mulai sekarang berhentilah mengejar Luo Ning, karena kau hanya manusia biasa, sedangkan dia adalah seorang Dewi!" ujar salah satu utusan dewa petir.


Setelah mengucapkan kata-kata yang kasar kepada Lin Feng, kedua pria utusan dewa petir tersebut langsung melesat terbang bersama Luo Ning. Tidak lama kemudian, mereka bertiga menghilang dari pandangan.


Lin Feng benar-benar sangat kesal, amarahnya langsung memuncak saat itu juga, bahkan Lin Feng hampir melampiaskan amarahnya pada orang-orang yang ada di sana, tapi Huise menghentikannya, agar tidak ada korban yang berjatuhan.


"Tuan, lihat! Sepertinya ada sesuatu di sana" ujar Huise.


Lin Feng kemudian mengarahkan pandangannya ke langit, Lin Feng menajamkan pandangannya saat melihat sesuatu yang sedang melayang di langit. Karena penasaran, Lin Feng kemudian melesat terbang dan mengambil benda tersebut.


"Kain? Kenapa ada potongan kain di sini?" tanya Lin Feng dalam hatinya.


Lin Feng kemudian membalik kain tersebut, dia benar-benar kaget saat melihat di potongan kain tersebut ada tulisan.


"Lin Feng, maafkan aku. Aku tidak bermaksud berkata kasar kepadamu, bahkan sebenarnya aku tidak ingin pergi menemui dewa petir. Tapi dewa petir mengancam ku, jika aku tidak mau menuruti keinginannya, maka dia akan menghancurkan kekaisaran Luo dan membunuh keluargaku, maafkan aku Lin Feng. Terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan kepadaku, aku benar-benar bahagia"


Tangan Lin Feng bergetar saat membaca tulisan yang tertera pada potongan kain tersebut, amarahnya yang semula telah redam, sekarang justru makin membara dan semakin besar, bahkan kebencian yang sempat memudar karena keberadaan Luo Ning di sisinya, sekarang malah bangkit kembali.


"Hahahaha!" Lin Feng tertawa dengan sangat keras, dalam tawanya terdapat kemarahan dan kebencian yang sangat besar.


Bahkan Lin Feng tidak segan-segan melepaskan aura kematiannya yang sangat mengerikan, sehingga membuat seluruh ibukota kekaisaran dapat merasakan kengerian yang liar biasa.


"Hahahaha! Dewi Nuwa. Aku bersumpah atas gelar raja pembunuh yang aku dapatkan pada kehidupan sebelumnya, mulai sekarang, aku akan memburu para dewa yang kau sayangi itu, mereka semua akan aku bunuh! Akan aku habisi mereka dengan tanganku sendiri! Jika kau mau menghentikan ku, maka kau juga akan aku habisi!"


Suara Lin Feng menggelegar seperti sambaran petir yang sangat kuat, sehingga membuat semua orang bisa mendengarkan sumpah yang diucapkan oleh Lin Feng, bahkan tubuh mereka semua semakin bergetar hebat saat mendengar perkataan Lin Feng.


Tidak lama kemudian, Lin Feng langsung menghilang dari tempat tersebut, dengan membawa potongan kain yang ditinggalkan oleh Luo Ning untuknya.