Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-81. Membangun kembali sekte Phoenix Emas


Lin Feng merasakan seluruh tubuhnya seperti sedang di bakar oleh api, saat pertama kali energi yang terkandung di dalam inti kristal jiwa milik singa api abadi masuk kedalam tubuhnya, tidak sama seperti kristal inti jiwa yang pernah Lin Feng serap sebelumnya, energi yang ada di dalam inti kristal jiwa milik singa api abadi tidak ada ubahnya seperti kekuatan singa api abadi itu sendiri.


Energinya terasa sangat panas bahkan sampai membiat semua bagian tubuh Lin Feng terasa seperti di bakar, meskipun rasa sakit dan rasa panas memenuhi seluruh tubuhnya, namun Lin Feng sama sekali tidak ingin menghentikan proses penyerapan tersebut, karena menurut Lin Feng, rasa sakit yang ia rasakan sekarang sama sekali tidak seberapa dibandingkan rasa sakit ketika seluruh keluarganya di bunuh.


"Dia memang pemuda yang hebat, perasaan sakit dan penderitaan yang pernah dia hadapi membuatnya mampu menahan rasa sakit dari terbakar karena energi panas tersebut" ucap dewi Nuwa.


"Lin Feng, ini adalah terakhir kalinya aku akan membantu dirimu, setelah ini aku harap kau bisa berjuang sendiri untuk menjadi lebih kuat, jika aku terus-terusan membantumu, maka kau tidak akan pernah berkembang" lanjutnya.


Dewi Nuwa kemudian memberikan sisa-sisa kekuatan dari serpihan jiwa yang dia miliki sekarang kepada Lin Feng, aura berwarna merah yang sebelumnya menyelimuti tubuh Lin Feng langsung berubah menjadi warna hijau, rasa panas dan sakit yang Lin Feng rasakan juga langsung menghilang dan digantikan dengan perasaan hangat dan sangat nyaman.


"Selamat tinggal Lin Feng, aku harap kau akan bisa menyelamatkan dunia ini dari kehancuran dan semoga suatu saat nanti kita bisa bertatap muka secara langsung" ucap dewi Nuwa sebelum jiwanya benar-benar menghilang.


**


Sementara itu di kediaman patriark keluarga Lin, Lin Jianheeng bersama ketiga anaknya nampak sedang murung, meskipun mereka telah memenangkan peperangan dan menghancurkan keluarga Zhang, namun tidak ada kebahagiaan sama sekali yang mereka rasakan, hal ini tentunya tidak lepas dari kepergian Lin Feng.


Walaupun Lin Jianheeng mengetahui bahwa ada sosok misterius yang melindungi cucunya, tapi tetap saja Lin Jianheeng merasa tidak tenang dan khawatir terutama Lin Hua, karena saat itu Lin Feng pergi dalam keadaan terluka dan mereka semua tidak tahu separah apa luka yang sedang di alami oleh Lin Feng, serta mereka sekarang juga tidak tahu bagaimana keadaannya.


"Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang, kota ini membutuhkan seorang pemimpin, jika tidak maka keadaan kota akan jauh lebih kacau lagi" ucap Lin Duan.


"Aku tidak memikirkan masalah itu sekarang, aku juga tidak peduli dengan keadaan kota ini, karena yang harus kita pikirkan sekarang adalah keadaan Feng'er dan dimana dia sekarang" jawab Lin Jianheeng.


"Ayah, apa yang dikatakan oleh kakak sangat benar, jika kota ini tidak memiliki pemimpin maka kota ini akan hancur, lalu mengenai dimana Feng'er sekarang, sebaiknya kita meminta orang kepercayaan kita untuk mencarinya" ucap Lin Hua mengutarakan pendapatnya.


"Hahh, kalau memang itu yang kalian inginkan maka ayah akan menemui kaisar dan mengajukan diri sebagai raja kota yang baru, tapi sebelum itu ayah akan melakukan pertemuan dengan para patriark klan yang lain dan menanyakan pendapat mereka, kalaupun salah satu dari mereka ada yang ingin menjadi raja kota maka ayah akan mendukungnya" jawab Lin Jianheeng.


"Kalau begitu aku akan langsung mengirim orang kepercayaan kita untuk mencari Lang'er" ujar Lin Dian.


Setelah itu Lin Dian langsung pergi meninggalkan ruang pertemuan untuk menemui orang kepercayaan mereka, setelah kepergian Lin Dian, mereka bertiga melanjutkan pembicaraannya mengenai keadaan kota yang sekarang membutuhkan pemimpin.


Meskipun Lin Jianheeng sudah menyingkirkan Zhang Jiangwu dan membunuhnya serta memusnahkan keluarganya, namun Lin Jianheeng bukanlah tipe orang yang tergila-gila akan kekuasaan, bagi Lin Jianheeng siapapun yang nanti akan di jadikan raja kota yang baru tidaklah masalah, yang terpenting baginya adalah keluarganya tetap aman dan tidak di gangu.


Setelah selesai membicarakan masalah kota Zuanshi, Lin Jianheeng kemudian berpamitan kepada kedua anaknya untuk pergi ke sekte Phoenix Emas, meskipun Lin Jianheeng sudah mengirimkan bantuan berupa tenaga dan uang, namun tetap saja Lin Jianheeng tidak ingin lepas tangan begitu saja, karena mau bagaimanapun juga, Lin Jianheeng tetap ikut andil dalam kekacauan yang terjadi di sekte Phoenix Emas.


**


Karena semua murid, guru dan para tetua bekerja sama dalam membangun kembali bangunan-bangunan yang telah hancur, pekerjaan mereka menjadi lumayan cepat jika dibandingkan dengan dikerjakan oleh orang biasa, sebab mereka semua menggunakan energi Qi-nya untuk melakukan pembangunan tersebut, belum lagi bantuan dari anggota keluarga Lin yang membuat proses pembangunan menjadi semakin cepat.


"Syukurlah semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada yang mengganggu, dengan begini sekte Phoenix Emas akan kembali seperti semula dalam waktu kurang dari satu bulan" gumam Jin Feng Huang.


"Lapor pemimpin, patriark keluarga Lin meminta izin untuk bertemu" ucap seorang murid memberikan laporan.


"Baiklah, bawa dia kemari" jawab Jin Feng Huang.


Murid tersebut kemudian pergi menuju gerbang sekte untuk menemui Lin Jianheeng yang sedang menunggu di sana. Setelah beberapa menit berlalu, murid tersebut datang kembali menghadap Jin Feng Huang bersama dengan Lin Jianheeng.


"Patriark Lin, selamat datang di sekte ku, maaf aku tidak bisa menyambut kedatanganmu dengan layak, karena keadaan sekte sedang seperti ini" ucap Jin Feng Huang.


"Tidak apa-apa pemimpin, lagipula aku datang kemari hanya untuk memastikan anggota keluargaku bekerja dengan baik, selain itu aku juga datang untuk memberikan ini" ucap Lin Jianheeng sambil memberikan sebuah cincin penyimpanan.


"Patriark Lin, apa maksudnya ini?" tanya Jin Feng Huang.


"Aku mohon terimalah, anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku karena sudah membuat sekte Phoenix Emas menjadi hancur" jawab Lin Jianheeng.


"Tapi kau sudah memberikan bantuan yang sangat banyak" ujar Jin Feng Huang.


"Tidak masalah pemimpin, jadi aku mohon terimalah" ucap Lin Jianheeng.


Jin Feng Huang tidak memiliki pilihan lain selain menerima cincin penyimpanan yang di berikan oleh Lin Jianheeng, meskipun bantuan yang diberikan oleh Lin Jianheeng sudah lebih dari cukup, tapi Jin Feng Huang juga tidak ingin membuat Lin Jianheeng merasa kecewa karena niat baiknya di tolak.


"Partiark Lin, i-ini.."


"Anggap saja sebagai permintaan maaf ku dan tanpa persahabatan kita" ucap Lin Jianheeng memotong perkataan Jin Feng Huang.