Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-242. Pelelangan negeri awan 1


Setelah berada di kamarnya, Lin Feng langsung menuju ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya, tempat tidur yang sangat lembut membuat Lin Feng langsung bisa merasakan kenyamanan, ditambah lagi dengan suasana yang sangat tenang dan sepi, semakin menambah rasa nyaman yang ia rasakan.


Meskipun tidak bisa menolak kenyamanan tersebut, namun Lin Feng tidak mau bermalas-malasan begitu saja, Lin Feng langsung duduk di atas tempat tidur dan langsung berkultivasi, untuk mengembalikan energinya yang telah terkuras selama terbang mencari negeri awan.


Akan tetapi, konsentrasi Lin Feng tiba-tiba saja terganggu karena mendengar suara pintu kamarnya yang di ketuk oleh seseorang, meskipun agak kesal, namun Lin Feng segera menghampiri pintu kamarnya, untuk melihat siapa yang telah mengganggu kultivasinya.


"Ada apa?!" tanya Lin Feng sinis.


"Ma-maaf tuan, aku hanya ingin memberitahukan sesuatu kepada tuan" ucap seorang perempuan yang tidak lain adalah pelayan sebelumnya.


"Memberitahukan apa?" tanya Lin Feng penasaran.


"Begini tuan, malam ini rumah lelang awan akan melakukan pelelangan besar-besaran, saya berpikir mungkin tuan akan menyukainya, jadi saya memberitahukannya kepada tuan" jawab pelayan tersebut.


Raut wajah Lin Feng yang sebelumnya nampak kesal, langsung berubah senang setelah mendengar tentang pelelangan, karena memang salah satu alasan kedatangannya ke negeri awan adalah untuk mengikuti pelelangan tersebut.


"Pelelangan? kedengarannya sangat bagus, kalau begitu kau bantu aku memesan ruangan khusus di tempat tersebut" ucap Lin Feng sambil memberikan beberapa koin platinum.


"Apa itu cukup?" tanya Lin Feng.


"Cu-cukup tuan, bahkan lebih dari cukup, saya akan memesankan ruangan terbaik untuk tuan di pelelangan itu" jawab pelayan tersebut, kemudian pergi meninggalkan Lin Feng.


"Tunggu!" ujar Lin Feng menghentikan langkah pelayan penginapan.


"Ada apa tuan?" tanya pelayan tersebut.


"Apa kau tahu barang apa saja yang akan dilelang?" tanya Lin Feng.


"Barang yang akan dilelang sangatlah rahasia tuan, tapi aku akan berusaha untuk mencari informasi untuk tuan" jawab pelayan tersebut.


"Baiklah, kau boleh pergi sekarang" ucap Lin Feng.


"Baik tuan!" ujar pelayan tersebut, kemudian pergi meninggalkan Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng kembali kedalam kamarnya dan melanjutkan kultivasinya yang telah terganggu karena kedatangan pelayan penginapan.


***


Malam harinya, Lin Feng yang telah selesai berkultivasi langsung bersiap-siap untuk mengikuti acara lelang, ia juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru, tentunya dengan tetap mengenakan jubah pemberian Dewi Nuwa.


Setelah itu, Lin Feng langsung keluar dari kamarnya dan turun kelantai dasar untuk menemui pelayan penginapan yang sebelumnya, karena Lin Feng masih membutuhkan informasi dari pelayan tersebut.


"Tuan apa anda sudah siap?" tanya pelayan penginapan.


"Tentu saja" jawab Lin Feng singkat.


"Baiklah tuan, saya juga telah memesan ruangan VIP nomor satu untuk tuan, jadi saat sampai di sana nanti, tuan hanya perlu menunjukkan lencana khusus ini" ucap pelayan tersebut, sambil memberikan lencana berwarna biru.


"Lalu mengenai informasi barang yang akan dilelang saya juga sudah mendapatkannya, apa tuan ingin mendengarnya sekarang?" tanya pelayan tersebut.


"Tidak perlu, kau bisa menjelaskannya nanti saat di rumah lelang" jawab Lin Feng.


"Maksud tuan?" tanya pelayan tersebut bingung.


"Maksudnya adalah, kau harus menemani aku mengikuti acara lelang tersebut, lagipula aku masih belum mengenal seperti apa negeri awan ini" jawab Lin Feng.


"Ta-tapi tuan..."


"Aku tidak suka dibantah!" ujar Lin Feng.


"Ba-baik tuan, saya akan menemani tuan" jawab pelayan tersebut.


Rumah lelang awan, adalah rumah lelang terbesar dan hanya satu-satunya rumah lelang yang ada di negeri awan, yang mana pemimpin atau pemilik dari rumah lelang tersebut adalah kaisar awan itu sendiri.


***


Sesampainya di rumah lelang awan, pelayan penginapan langsung mengajak Lin Feng untuk masuk melalui pintu khusus, sama seperti namanya, pintu khusus adalah pintu yang hanya di khususkan untuk para tamu terhormat ataupun tamu VIP.


Sementara para tamu biasa, akan melewati pintu utama rumah lelang dan harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu, agar selama pelelangan tidak ada yang membuat kekacauan, jika ada tamu yang mencurigakan, mereka akan langsung ditangkap dan di interogasi oleh kaisar awan sendiri.


Setelah berada di dalam rumah lelang awan, pelayan tersebut langsung menunjukkan lencana khusus mereka kepada pelayan yang ada di sana, setelah para pelayan memeriksa keaslian lencana mereka, mereka kemudian dipersilahkan untuk menuju ke ruangan VIP nomor satu.


"Ruangannya lumayan juga" gumam Lin Feng, kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


"Duduklah" ucap Lin Feng pada pelayan penginapan.


"Tapi tuan..."


"Apa kau lupa apa yang aku katakan sebelumnya?!" tanya Lin Feng sinis.


"Ba-baik tuan" jawab pelayan tersebut.


"Siapa namamu?" tanya Lin Feng.


"Yun Ling tuan" jawab pelayan tersebut.


"Baiklah Yun Ling, sekarang jelaskan semua informasi yang telah kau dapatkan sebelumnya" ucap Lin Feng.


Pelayan penginapan yang bernama Yun Ling tersebut, langsung menjelaskan semua informasi mengenai barang yang akan dilelang dengan sangat rinci, mulai dari nama barang yang akan di lelang, kegunaan dari masing-masing barang tersebut sampai dengan harganya.


Lin Feng benar-benar sangat kagum dan merasa senang dengan penjelasan Yun Ling, bahkan Lin Feng sampai tidak menyangka bahwa Yun Ling bisa mendapatkan semua informasi tersebut, tapi sayangnya tidak ada satupun yang menarik perhatian Lin Feng.


"Kau benar-benar hebat karena bisa mendapatkan informasi dengan sangat rinci, tapi sayangnya aku sama sekali tidak tertarik dengan semua barang itu" ucap Lin Feng.


"Terimakasih tuan, tapi ada satu barang khusus yang akan dilelang pada akhirnya acara, aku yakin tuan akan sangat tertarik, karena hampir semua kultivator menginginkan barang itu" ucap Yun Ling.


"Memangnya barang apa?" tanya Lin Feng acuh.


"Barang itu adalah salah satu kristal sembilan surga" jawab Yun Ling.


Degh... Jantung Lin Feng tiba-tiba saja berdetak kencang saat mendengar jawaban Yun Ling, raut wajahnya yang sebelumnya nampak biasa saja, tiba-tiba saja berubah sangat serius, bahkan tanpa sadar Lin Feng sampai mengeluarkan aura dewa kematiannya.


"Tu-tuan..." ucap Yun Ling yang nampak tertekan dengan aura mengerikan tersebut.


Lin Feng segera tersadar dari lamunannya dan langsung menarik kembali aura dewa kematiannya. "Ma-maaf, aku tidak sengaja" ucap Lin Feng.


"Ti-tidak apa-apa tuan, memangnya apa yang membuat tuan sampai seperti ini?" tanya Yun Ling.


"Bukan apa-apa" jawab Lin Feng.


"Siapa sebenarnya pemuda ini, padahal sebelumnya auranya terasa sangat agung, tapi sesaat kemudian berubah menjadi sangat mengerikan, bahkan untuk sejenak aku seperti melihat sosok dewa kematian" batin Yun Ling, dengan tubuh yang masih gemetaran.


"Yun Ling" panggil Lin Feng.


"A-ada apa tuan?" tanya Yun Ling gugup.


"Apa kau yakin, barang terakhir itu adalah salah satu kristal sembilan surga?" tanya Lin Feng.


"Sa-saya juga tidak tahu tuan, karena saya sendiri belum pernah melihatnya secara langsung" jawab Yun Ling.


"Kalau memang itu adalah salah satu kristal sembilan surga, maka aku harus mendapatkannya dengan cara apapun, bahkan jika aku harus menghancurkan negeri awan ini" batin Lin Feng.