Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-107. Kau tidak pantas!


Setelah meninggalkan tempat pembuatan senjata milik tuan Hao, Lin Feng kemudian pergi berjalan-jalan di kota Jiesi, untuk menikmati suasana kota Jiesi yang sangat ramai dan sangat indah, jika dibandingkan antara kota Jiesi dan kota Zuanshi, maka kota Jiesi jauh lebih besar dan jauh lebih megah daripada kota Zuanshi.


Bangunan-bangunan yang ada di kota Jiesi jauh lebih megah daripada bangunan yang ada di kota Zuanshi, bahkan dalam segi kekayaan pun, kota Jiesi jauh lebih kaya daripada kota Zuanshi, jadi sangat wajar kalau kota Jiesi jauh lebih megah dan jauh lebih makmur jika dibandingkan dengan kota Zuanshi, tidak hanya itu saja, bahkan suasana kota Jiesi jauh lebih ramai daripada kota Zuanshi.


Hanya saja, penduduk di kota Jiesi nampak tidak terlalu ramah, mereka semua nampak terlihat acuh dan tidak mau memandang orang asing seperti Lin Feng, terlebih lagi, Lin Feng hanya berpenampilan biasa-biasa saja layaknya seperti seorang pemuda yang berasal dari keluarga miskin, padahal jika mereka mengetahui kekayaan yang Lin Feng bawa di dalam cincin penyimpanannya, mungkin mereka semua akan langsung menyenbah pada Lin Feng.


"Mereka semua terlalu memandang tinggi status seseorang, tapi tidak masalah, lagipula aku tidak peduli dengan semua itu" gumam Lin Feng, sambil terus melanjutkan langkah kakinya.


Tidak lama kemudian, Lin Feng melihat Huang Rong bersama ayahnya Huang Zhong, yang sepertinya sedang berjalan ke arahnya, namun Lin Feng tetap bersikap biasa saja dan tidak terlalu menghiraukan mereka berdua.


"Lin Feng, kemana saja kau, kami mencari dirimu sejak tadi" sapa Huang Zhong.


"Aku tidak kemana-mana, hanya sedang jalan-jalan sambil menikmati suasana kota yang ramai" jawab Lin Feng.


"Ternyata begitu, kemana tujuanmu sekarang?" tanya Huang Zhong.


"Entahlah, aku juga tidak tahu" jawab Lin Feng acuh.


"Bagaimana kalau kau ikut bersamaku kembali ke keluarga Huang, agar aku bisa mengucapkan terimakasih secara layak kepadamu" ajak Huang Zhong.


"Patriark Huang, anda terlalu berlebihan, bukankah saat dj istana anda sudah mengucapkan terimakasih?" tanya Lin Feng.


"Itu memang benar, tapi tidak sopan rasanya jika aku hanya mengucapkan terimakasih saja, lagipula kau adalah penyelamat nyawa putriku Huang Rong. Jadi, aku harus membalas kebaikanmu dengan benar, jika tidak, maka aku akan merasa sangat bersalah" jawab Huang Zhong.


Lin Feng tentunya mengetahui ada maksud terselubung dalam perkataan Huang Zhong tersebut, namun Lin Feng masih belum mengetahui apa yang diinginkan oleh Huang Zhong pada dirinya, karena ingin mengetahui lebih jauh maksud dari Huang Zhong, Lin Feng akhirnya menerima tawaran Huang Zhong untuk ikut bersamanya kembali ke wilayah keluarga Huang.


**


Setelah sampai di kediaman atau wilayah keluarga Huang, Huang Zhong langsung mengajak Lin Feng menuju ke kediaman khusus, yang merupakan tempat pertemuan antara partiark keluarga Huang dan para tetua keluarga atau klan Huang, setibanya di kediaman khusus tersebut, Huang Zhong kemudian memperkenalkan Lin Feng kepada seluruh tetua klan yang telah hadir di sana.


"Para tetua sekalian, perkenalkan, dia adalah Lin Feng, pemuda yang telah menyelamatkan putriku" ucap patriark Huang Zhong.


"Aku benar-benar tidak menyangka bahwa yang menyelamatkan nona muda adalah seorang pemuda seperti dia" ucap salah satu tetua.


"Patriark kami tidak menyalahkan anda membawa pemuda ini datang ke keluaga kita, tapi kami tidak bisa menerima kalau bocah ini akan menjadi calon suami nona muda!" ujar yang lainnya.


"Tunggu apa maksud kalian?" tanya Lin Feng bingung.


"Jangan berpura-pura bodoh, bukankah memang ini yang kau inginkan, bisa menikah dengan nona muda dan kemudian mengambil keuntungan darinya!" jawab salah satu tetua emosi.


"Ternyata ini maksudnya, aku benar-benar tidak menyangka bahwa maksud terselubung Huang Zhong adalah ini" batin Lin Feng.


"Maaf patriark dan tetua sekalian, khusunya kau Huang Rong, aku benar-benar tidak tertarik kepadamu, bahkan kau sama sekali tidak pantas untuk berjalan di belakangku, jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa berjalan di sampingku!" ucap Lin Feng tegas.


Degh.., jantung Huang Rong tiba-tiba berdetak sangat cepat stelah mendengar perkataan Lin Feng, bahkan dadanya terasa sangat sakit, seperti sedang ditusuk oleh pedang yang sangat tajam. Sementara yang lainnya, nampak sangat kesal dan marah mendengar perkataan Lin Feng, khusunya Huang Zhong.


"Lancang!, aku mengajakmu datang ke keluargaku dan menyambut mu dengan rasa hormat, tapi kau malah berkata seperti itu tentang putriku!" ujar Huang Zhong.


"Hahahahaha, apakah begini yang kau maksud dengan rasa hormat?, ketika aku datang aku langsung mendapatkan kata-kata yang sangat tidak enak di dengar dari mulut para orang tua ini, apakah itu yang kau maksud menyambut dengan hormat?" tanya Lin Feng sinis.


"Lancang sekali ucapanmu, aku akan memastikan akan menghancurkan mukut busuk mu itu!" ujar salah satu tetua.


Tetua tersebut kemudian melesat ke arah Lin Feng sambil mengarahkan tinjunya kepada Lin Feng, namun sayangnya, tinju tetua tersebut tidak mengenai apapun kecuali hanya udara kosong, sebab Lin Feng sudah menghilang dan berpindah tempat, tetua tersebut nampak sangat kesal dan mencoba mencari keberadaan Lin Feng, tapi mereka tidak menemukan Lin Feng dimanapun.


**


Sementara itu, di luar gerbang keluarga Huang, para penjaga gerbang klan tiba-tiba dikagetkan dengan kemunculan seorang pemuda dengan pakaian serba hitam dan menggunakan penutup wajah, namun karena sebelumnya mereka telah melihat pemuda tersebut datang bersama patriark keluarga mereka, maka mereka membiarkannya pergi begitu saja.


Setelah beberapa langkah berjalan dari gerbang keluarga Huang, Lin Feng kembali menghilang begitu saja dari hadapan para prajurit, sehingga membuat para prajurit tersebut sangat terkejut dan merasa kagum, pasalnya mereka mengetahui bahwa, yang bisa bergerak dengan kecepatan seperti itu pastilah seorang kultivator yang kuat.


"Aku sangat yakin kalau pemuda itu masih sangat muda, tapi kekuatannya sudah sangat luar biasa" ucap salah satu prajurit.


"Itulah yang dinamakan dengan jenius, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kita yang hanya kultivator rendahan" ujar prajurit lainnya.


Setelah meninggalkan wilayah keluarga Huang, Lin Feng melanjutkan perjalanannya menyusui kota Jiesi, lagipula sejak awal tujuannya memang ingin melihat-lihat kota tersebut, setelah satu jam lebih berjalan menyusuri kota Jiesi, tanpa Lin Feng sadari bahwa sekarang dia sedang berada di hadapan sebuah gedung pelelangan, yang bernama Rumah Lelang Merak.