Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-342. Dewa yang keji


(Flashback On)


Setelah Luo Ning sampai di alam dewa atau daratan suci, Luo Ning menjalani hari-harinya dengan sangat baik, meski pada awalnya sempat merasa sedih karena telah meninggalkan keluarganya dan Lin Feng, tapi kesedihan tersebut mulai menghilang secara perlahan-lahan karena kebaikan orang-orang yang ada di sana.


Perlakuan dewa petir padanya juga sangat baik, layaknya perlakuan seorang guru kepada murid kesayangannya, dewa petir mengajarkan berbagai macam pengetahuan mengenai kekuatan petir pada Luo Ning, bahkan dia juga mengajarkan cara untuk menggunakan kekuatan petir merah yang ada ditubuh Luo Ning.


Setelah cukup lama berada di alam dewa, Luo Ning benar-benar sudah tidak merasa asing lagi ditempat tersebut, bahkan Luo Ning juga sudah menerima dewa petir menjadi gurunya, sikap dewa petir yang sangat baik serta perhatian padanya, membuat Luo Ning merasa sangat bersyukur telah menjadi murid seorang dewa yang sangat hebat, namun sayangnya, sikap baik dewa petir ternyata memiliki maksud tersembunyi kepada Luo Ning.


Suatu hari, ketika Luo Ning sedang melatih kekuatan petir surga di halaman istana, dewa petir datang menghampirinya seperti biasa, lalu menyapanya dengan ramah. "Luo Ning, bagaimana perasaanmu hari ini?" tanya dewa petir.


Luo Ning segera menghentikan latihannya, lalu memberikan hormat kepada dewa petir. "Sangat baik guru, aku juga sudah terbiasa dengan suasana di istana ini" jawab Luo Ning ramah.


"Baguslah, aku turut senang mendengarnya, karena bagaimanapun juga, istana ini akan menjadi milikmu juga nantinya" ucap dewa petir.


"Apa maksudmu, guru?" tanya Luo Ning.


"Bukan apa-apa, kau itu adalah calon penerus dewa petir, tentunya istana ini akan menjadi milikmu nantinya" jawab dewa petir, kemudian berjalan mendekati Luo Ning, "aku juga bermaksud untuk menjadikanmu istriku" ucap dewa petir pelan.


Luo Ning tersentak kaget mendengar perkataan dewa petir, lalu melangkah mundur untuk menjauh dari dewa petir. "Maaf, tapi selama ini aku hanya menganggap mu sebagai guru, lagipula aku sudah memiliki pilihan hatiku sendiri" ucap Luo Ning dengan sopan.


"Baiklah, guru tidak mempermasalahkannya, jika kau memang sudah memiliki pilihan hati guru turut senang mendengarnya" jawab dewa petir, lalu memaksakan dirinya untuk tersenyum.


"Ah ya, guru hampir lupa, hari ini guru sengaja datang untuk memberikan pil ini kepadamu" ujar dewa petir, kemudian memberikan kotak kecil kepada Luo Ning, "pil ini akan membantu meningkatkan kultivasi mu sebanyak beberapa bintang, tapi itu semua tergantung usahamu saat berkultivasi" lanjutnya.


"Terimakasih guru" jawab Luo Ning, kemudian meraih kotak tersebut, lalu membukanya secara perlahan.


"Telan pil itu sekarang juga, guru akan membantumu menyerapnya" ujar dewa petir.


Luo Ning yang tidak menaruh rasa curiga pada dewa petir, akhirnya mengikuti perkataannya dan langsung menelan pil tersebut, tapi setelah pil tersebut masuk kedalam perutnya, tubuh Luo Ning tiba-tiba saja menjadi lemas, tenaganya seolah menghilang begitu saja, bahkan ia bisa merasakan kekuatan petir surga seperti menghilang dari tubuhnya.


"Gu-guru, ke-kenapa ini?" tanya Luo Ning.


"Tenang saja Luo Ning, kau tidak akan apa-apa, karena pil itu hanya akan menyegel kekuatan petir surga saja" jawab dewa petir, kemudian menunjukkan senyuman jahatnya.


Luo Ning benar-benar kaget mendengar jawaban dewa petir, dia bahkan tidak pernah menyangka bahwa dewa petir akan tega melakukan hal itu padanya. Lalu dengan sisa-sisa tenaga ditubuhnya, Luo Ning mencoba untuk bangkit dan melawan dewa petir, tapi usahanya sia-sia karena tubuhnya benar-benar sudah sangat lemah.


Dewa petir tersenyum puas melihat Luo Ning yang tergeletak tak berdaya di hadapannya, lalu ia mendekati Luo Ning dan mulai membelai pipi Luo Ning dengan tangan kanannya secara perlahan-lahan. "Kau benar-benar sangat cantik" ucap dewa petir.


Setelah beberapa saat membelai pipi Luo Ning yang sangat lembut, tangan dewa petir mulai beranjak turun ke bagian bawah wajahnya hingga sampai ke leher Luo Ning, namun ketika tangannya hendak bergerak lebih jauh lagi, kekuatan petir merah tiba-tiba saja menyerang tangannya, sehingga membuat dewa petir terpental cukup jauh dari Luo Ning.


Dewa petir benar-benar bingung dan tidak tahu apa yang terjadi, ia kemudian bangkit dan mendekati tubuh Luo Ning lagi, lalu ia berniat menyentuh tubuh bagian atas Luo Ning secara langsung. Namun kejadian yang sama tiba-tiba terulang kembali, bahkan kali ini, tangan dewa petir belum sempat menyentuh baju Luo Ning apalagi tubuhnya, tapi dia sudah terlempar cukup jauh dan kedua tangannya terluka.


"Kenapa kekuatan petir surga masih ada, seharusnya kekuatan petir itu telah tersegel!" ujar dewa petir kesal.


Karena tidak bisa menyentuh tubuh Luo Ning, dewa petir terpaksa memindahkan Luo Ning dengan menggunakan kekuatannya, ia kemudian membawa Luo Ning menuju ke kamarnya dan menunggu hingga Luo Ning terbangun dari tidurnya.


Setelah terbangun dari tidurnya, Luo Ning langsung melancarkan serangan kepada dewa petir, tapi karena kekuatan petir merah yang telah tersegel, Luo Ning tidak bisa melakukan serangan yang berarti. Luo Ning yang mengetahui jika ia tidak mungkin bisa mengalahkan dewa petir, kemudian melarikan diri dari kamar tersebut, sampai akhirnya dia dikejar oleh para prajurit dewa petir.


(Flashback End)


"Luo Ning, terima saja tawaran dari yang mulia. Dengan begitu, maka kau akan terbebas dari siksaan ini" ucap salah seorang prajurit.


"Tidak! Aku tidak akan pernah menuruti keinginannya!" jawab Luo Ning.


"Kalau begitu, kau akan tetap kami siksa sampai kau mati!" ujar prajurit lainnya.


"Kalian bisa menyiksaku dengan puas sekarang, tapi setelah dia datang, kalian akan mendapatkan siksaan yang jauh lebih mengerikan!" ucap Luo Ning.


"Hahahaha! Teruslah bermimpi, sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa mengalahkan kehebatan yang mulia dewa petir!" para prajurit tersebut tertawa bersama-sama, lalu melanjutkan pekerjaan mereka untuk mencambuk Luo Ning.


"Teruslah tertawa selagi bisa" Luo Ning bergumam pelan.


Luo Ning memang tidak bisa melakukan apapun sekarang, selain berharap agar Lin Feng segera menjemputnya. Meski dia sendiri tidak mengetahui kapan Lin Feng akan datang menjemputnya, tapi Luo Ning sangat yakin bahwa Lin Feng pasti akan datang, sampai waktunya tiba, dia akan tetap bertahan dengan siksaan yang di berikan padanya.


***


Di benua Utara, setelah bertemu dengan Yuan Chun Zhe, Lin Feng kemudian memutuskan untuk segera kembali ke benua timur, agar bisa berkumpul lagi dengan keluarganya, tapi ketika sedang dalam perjalanan pulang ke benua timur, Lin Feng tiba-tiba saja merasakan perasaan yang sama seperti sebelumnya, yang membuat dadanya terasa sangat sakit dan sesak.


"Apa tuan baik-baik saja?" tanya Huise khawatir, ketika melihat Lin Feng menyentuh dada kirinya.


"Aku baik-baik saja, Huise!" jawab Lin Feng.


Meski berkata demikian, Huise tetap bisa melihat raut wajah Lin Feng yang seperti sedang menahan rasa sakit, karena merasa sangat khawatir dengan keadaan Lin Feng, Huise kemudian meminta izin kepada Lin Feng untuk memeriksa keadaannya. Tapi anehnya, Huise tidak menemukan luka apapun, ketika memeriksa tubuh Lin Feng.


"Ini aneh, kenapa aku tidak menemukan apapun ditubuh tuan, tapi dari raut wajah tuan, sangat jelas menunjukkan bahwa tuan sedang menahan rasa sakit" Huise bergumam dalam hatinya, karena tidak mengerti dengan kondisi Lin Feng.