Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-257. Dunia bawa


Lin Feng bisa merasakan kekuatannya bertambah semakin besar, ketika kultivasinya telah naik ke tingkatan yang selanjutnya, energi spiritual yang mengalir memalui titik-titik Meridian di dalam tubuhnya terasa sangat hangat, membuat Lin Feng merasakan perasaan yang nyaman pada tubuhnya.


Akan tetapi, rasa nyaman tersebut tidak berlangsung lama, karena situasi yang Lin Feng hadapi sekarang menuntut dirinya untuk selalu waspada dan tidak bertindak ceroboh, atau nyawanya sendiri yang akan menjadi taruhannya.


"Meskipun jumlah kalian terus bertambah setiap saatnya, tapi itu bukan masalah bagiku, karena sebanyak apapun kalian semua, pasti akan aku habisi" ujar Lin Feng, kemudian bergerak maju untuk menyerang pasukan tengkorak di hadapannya.


"Hentikan!"


Saat Lin Feng hendak memulai serangannya, gerakannya tiba-tiba saja terhenti saat sebuah suara terdengar di telinganya, bersamaan dengan terdengarnya suara tersebut, semua tengkorak yang ada di sana juga langsung berhenti menyerang seketika itu juga, lalu mereka semua tiba-tiba saja berlutut.


Lin Feng yang nampak bingung dan penasaran, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut, akan tetapi Lin Feng tidak menemukan siapapun yang ada di sana, selain dirinya serta pasukan tengkorak yang berjumlah sangat banyak tersebut.


Tidak lama kemudian, tempat yang semula gelap dan tidak ada apa-apa kecuali daratan bebatuan, langsung berubah menjadi hamparan padang rumput yang cukup luas, langit yang semula hanya hitam seperti langit malam yang di hiasi bintang-bintang, sekarang telah berubah menjadi warna biru yang di hiasi awan putih.


Tidak hanya itu saja, bahkan dalam jarak sekitar satu kilometer di hadapan Lin Feng sekarang nampak sebuah istana yang sangat besar, dua pasukan tengkorak yang sebelumnya juga telah menghilang tanpa jejak, bahkan aura mereka saja sudah tidak dirasakan lagi oleh Lin Feng.


"Apa lagi sekarang?" gumam Lin Feng, tanpa menurunkan kewaspadaannya sedikitpun.


Selang beberapa menit kemudian, dari arah istana besar tersebut, Lin Feng melihat seseorang yang sedang terbang mendekatinya. Lin Feng tiba-tiba saja mengerutkan alisnya saat mengetahui bahwa tingkatan kekuatan pria tersebut jauh melebihi tingkatan kekuatannya.


"Sial! Kalau dia adalah musuh yang harus aku hadapi, sepertinya aku akan kerepotan" gumam Lin Feng.


Lin Feng kemudian menggenggam erat pedang kayu roh di tangannya, karena Lin Feng berniat untuk langsung menyerang saat pria tersebut sampai di dekatnya, akan tetapi, apa yang terjadi selanjutnya malah membuat Lin Feng sangat terkejut, karena pria tersebut langsung berlutut setelah sampai di hadapannya.


"Selamat datang yang mulia" ucap pria tersebut.


Lin Feng nampak kebingungan dengan sikap pria tersebut, yang tiba-tiba saja berlutut di hadapannya serta memanggilnya yang mulia. "Siapa kau?!" tanya Lin Feng bingung, sambil terus berusaha untuk tetap tenang.


"Nama hamba adalah Yin Ouyang" jawab pria tersebut memperkenalkan dirinya.


"Jelaskan semuanya" ujar Lin Feng sinis.


"Baik yang mulia, hamba akan menjelaskan semuanya" ucap Yin Ouyang.


Pria yang bernama Yin Ouyang tersebut kemudian menjelaskan kepada Lin Feng bahwa sekarang dia berada di dunia bawah, dunia bawah sendiri adalah dunia yang hampir sama dengan dunia atas, atau dunia manusia, hanya saja di dunia bawah hanya dipimpin oleh satu orang, yang mereka sebut sebagai raja dunia bawah.


Para penduduk dunia bawah sendiri hampir sama dengan manusia, hanya saja mereka memiliki kemampuan yang spesial, misalnya saja seperti mampu mengubah wujud mereka, kemampuan regenerasi tubuh yang luar biasa dan masih banyak lagi, bisa di katakan mereka hampir menyamai iblis, tapi bukan seperti iblis.


Yin Ouyang juga menjelaskan, para prajurit tengkorak yang dihadapi oleh Lin Feng sebelumnya adalah pasukan penjaga dunia bawah, mereka akan keluar dan menyerang siapa saja yang datang ke dunia bawah, tidak peduli entah itu manusia ataupun dewa sekalipun, mereka akan tetap menghancurkannya, kecuali jika yang datang adalah penduduk dunia bawah itu sendiri.


"Ternyata mereka penjaga dunia ini, lalu kenapa kau memanggilku yang mulia?" tanya Lin Feng.


"Apa?! Tapi aku tidak pernah ingat telah menjadi raja sebelumnya, aku bahkan baru sekarang menginjakkan kaki di dunia bawah ini" ujar Lin Feng.


"Meskipun anda berkata demikian, tapi hamba tidak pernah melupakan anda yang mulia, bahkan jika wajah dan tubuh anda telah berubah, hamba tidak mungkin melupakan aura anda" ucap Yin Ouyang.


"Maksudmu?" tanya Lin Feng.


"Tubuh anda memiliki energi kehidupan yang sangat besar, sedangkan aura yang mulia sendiri terasa seperti aura kematian yang sangat mengerikan, apakah yang hamba katakan benar, yang mulia?" ucap Yin Ouyang.


"Ba-bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanya Lin Feng kaget.


"Itu karena hamba sangat mengenali anda yang mulia, hamba benar-benar bahagia karena anda akhirnya kembali setelah ratusan tahun menghilang" jawab Yin Ouyang.


"Yang mulia, hamba mohon datanglah ke istana, karena mereka semua sedang menunggu kedatangan anda" pinta Yin Ouyang.


Awalnya Lin Feng agak sedikit ragu untuk mengikuti Yin Ouyang, tapi karena penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak lagi dengan dunia bawah, Lin Feng akhirnya setuju untuk mengikuti Yin Ouyang kembali ke istana tersebut, meskipun Lin Feng merasa sangat risih karena selalu dipanggil yang mulia.


Sesampainya di gerbang istana yang sangat besar tersebut, kedatangan Lin Feng langsung disambut oleh para penduduk dunia bawah, mereka semua nampak sangat bahagia ketika melihat kedatangan Lin Feng bersama Yin Ouyang, bahkan banyak dari mereka yang menangis haru karena sudah sangat merindukan sosok raja mereka.


"Selamat datang yang mulia" ucap mereka semua serempak.


"Tu-tunggu, aku bukan..."


"Yang mulia, selama anda tidak berada di sini, kami selalu menghadapi kesulitan, bahkan banyak penduduk kita yang telah meninggal" ucap seorang pria tua menghampiri Lin Feng.


"Yang mulia, sekarang anda sudah kembali, aku yakin yang mulia bisa membalaskan kematian orang tuaku" ucap seorang anak kecil sambil menangis.


Meskipun sangat risih dengan panggilan yang mulia tersebut, namun ketika mendengarkan perkataan anak kecil itu, Lin Feng tiba-tiba saja teringat dengan keluarganya yang telah meninggal, bahkan entah kenapa dadanya terasa sangat sakit saat melihat anak tersebut menangis.


Lin Feng kemudian menghampiri anak kecil tersebut, lalu mengelus kepalanya untuk menenangkan anak itu. "Tenanglah, aku pasti akan membalaskan kematian orang tuamu" ucap Lin Feng, kemudian tersenyum hangat.


"Meskipun sebelumnya anda mengatakan bahwa anda bukanlah raja kami, tapi sikap penyayang anda benar-benar tidak berubah sama sekali" batin Yin Ouyang.


"Semuanya, yang mulia baru saja datang, jadi biarkan yang mulia beristirahat dulu dan sebaiknya, kita bicarakan masalah ini di dalam istana" ucap Yin Ouyang.


Setelah itu, mereka semua langsung masuk ke istana yang sangat besar tersebut, Lin Feng nampak sangat kagum dengan kemegahan istana tersebut, bahkan istana besar tersebut jauh lebih megah dibandingkan dengan istana yang pernah di datangi oleh Lin Feng selama ini.


Sesampainya di dalam istana, mereka kemudian menceritakan semua keluh kesah yang mereka rasakan selama ini, mereka juga menceritakan masalah apa saja yang telah menimpa mereka. Lin Feng nampak mendengarkan perkataan mereka dengan serius, meskipun hatinya masih merasa ragu.


"Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus menjadi raja mereka? Atau aku akan pergi meninggalkan mereka? Kenapa sekarang aku malah merasa ragu? Dan entah kenapa aku merasa seperti ingin bersama mereka" batin Lin Feng.