Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-76. Kematian singa api abadi


"Tuan, maafkan aku karena tanpa se-izinmu aku sudah menggunakan senjata yang tidak seharusnya aku gunakan" gumam Huise.


Swushh, aura yang sangat besar meledak dari tubuh Lin Feng, lalu dari dalam tubuh Lin Feng muncul sebilah pedang patah yang berwarna emas, pedang patah berwarna emas tersebut adalah pedang yang sama dengan jiwa silat milik Lin Feng, atau lebih tepatnya pedang tersebut adalah perwujudan dari jiwa silat Lin Feng.


Memang sebenarnya jiwa silat sama sekali tidak memiliki perwujudan, namun jiwa silat Lin Feng sangat berbeda karena jiwa silat yang dimiliki oleh Lin Feng adalah jiwa silat tingkat misterius dan tidak di ketahui tingkatan kekuatannya, selain itu jiwa silat milik Lin Feng adalah jiwa silat pemberian dari perempuan misterius yang telah membawa jiwanya ke dunia ini, walaupun sebenarnya Lin Feng sendirilah yang telah memilih jiwa silatnya sendiri.


(Note \= kalau bingung coba cek chapter 01 ketika Zhao Feng di suruh memilih beberapa hewan, tapi akhirnya malah milih pedang).


Lin Feng kemudian meraih pedang patah berwarna emas di hadapannya dan kemudian menghilang dari hadapan singa api abadi, hanya dalam sekejap Lin Feng sudah muncul kembali di belakang singa api abadi dan langsung menebaskan pedang patah tersebut ke arah ekor singa api abadi.


Kali ini Lin Feng berhasil memutuskan ekor singa api abadi, bahkan pedang patah yang Lin Feng gunakan tidak tergores sedikitpun karena kerasnya kulit singa api abadi, Lin Feng kemudian mengambil ekor singa api abadi yang telah terputus dan kemudian langsung menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya.


"Arrkkhhhhh!!" singa api abadi berteriak leras saat ekornya berhasil di tebas oleh Lin Feng.


"Sialan, akan aku habisi kau sekarang juga!" kata singa api abadi marah.


Seluruh tubuh singa api abadi tiba-tiba saja di selimuti oleh aura merah yang tidak ada ubahnya seperti api yang membara, aura merah tersebut juga membuat udara di sekitarnya menjadi sangat panas, bahkan sampai membakar apa saja yang ada di dekatnya, meskipun begitu udara panas tersebut sama sekali tidak berpengaruh sedikitpun terhadap Lin Feng.


Singa api abadi kemudian berlari dengan cepat ke arah Lin Feng dan langsung menyerangnya dengan ganas, berkali-kali singa api abadi mengayunkan cakarnya dan menghembuskan nafas apinya untuk menyerang Lin Feng, namun serangan tersebut selalu berhasil dihindari dengan sangat mudah oleh Lin Feng, bahkan tidak sedikitpun Lin Feng nampak kesulitan menghadapi serangan tersebut.


"Kenapa, kenapa kau sama sekali tidak terpengaruh dengan aura raja milikku?!" tanya singa api abadi kesal.


"Hahahaha, aura rajamu masih terlalu kecil untuk membuat raja ini terpengaruh" jawab Lin Feng santai.


"Jangan meremehkan aku manusia sialan!" ujar singa api abadi kemudian melepaskan aura yang jauh lebih besar lagi.


Namun sayangnya aura besar yang di lepaskan oleh singa api abadi dari tubuhnya masih belum bisa mempengaruhi ataupun mengintimidasi Lin Feng, hal tersebut tentunya membuat singa api abadi sangat kebingungan dan penuh dengan rasa penasaran, padahal dia adalah Beast Spirit tingkat Emperor yang bisa menghancurkan satu kerajaan hanya dengan satu kali serangan saja, tapi manusia di hadapannya saat ini bahkan tidak terpengaruh sedikitpun oleh auranya.


Setengah jam berlalu dan selama itu pula, singa api abadi selalu mencoba untuk menyerang Lin Feng dan berharap agar bisa membunuhnya. Namun sayang, jangankan untuk membunuh Lin Feng, bahkan satu serangan saja tidak bisa mengenai Lin Feng sedikitpun, walaupun hanya se-ujung rambutnya saja.


"Tidak mungkin, ini benar-benar tidak mungkin, kenapa seranganku sama sekali tidak bisa mengenaimu" ujar singa api abadi kesal.


"Entahlah, mungkin karena kau saja yang terlalu lemah" jawab Lin Feng dengan santainya.


"Kucing sialan, jangan pernah berpikir untuk bisa menyakiti manusia yang dilindungi tuanku!" ucap Lin Feng kemudian menghilang dari tempatnya.


Lin Feng kemudian muncul kembali di hadapan singa api abadi dan langsung menyerangnya tanpa berbicara sepatah katapaun, karena tubuh singa api abadi yang sangat besar, Lin Feng hanya bisa menyerangnya berkali-kali dengan sangat cepat, padahal sebenarnya Lin Feng ingin sekali memenggal kepala singa tersebut dengan satu kali serangan saja.


"Arrkkhhhhh!" singa api abadi terus berteriak kesakitan saat pedang patah Lin Feng melukai tubuhnya.


Teriakan singa api abadi bahkan sampai menggema dan terdengar sampai ke sekte, semua orang bahkan bisa mendengar teriakan tersebut dan membuat mereka semua merasakan kengerian dalam dirinya, mereka tentunya mengetahui bahwa suara tersebut adalah suara dari singa api abadi.


Meskipun begitu, yang membuat mereka semua merasa ngeri bukanlah teriakan dari singa api abadi, melainkan mereka semua tidak bisa membayangkan bagaimana Lin Feng menyiksa singa api abadi yang membuatnya sampai berteriak seperti itu, ketika mereka mencoba membayangkan betapa mengerikannya siksaan yang di lakukan oleh Lin Feng pada singa api abadi, saat itulah rasa ngeri dan takut langsung menghantui mereka.


**


Setelah mendapatkan serangan cepat secara terus menerus dari Lin Feng, akhirnya singa api abadi benar-benar tumbang dengan begitu banyak luka di tubuhnya, akan tetapi, singa api abadi masih belum menghembuskan nafas terakhirnya dan saat ini singa api abadi hanya tidak bisa melakukan apapun lagi.


"Si-siapa kau sebenarnya, kenapa kau bisa melukaiku sampai seperti ini?" tanya singa api abadi.


"Aku sudah mengatakannya padamu tadi, aku adalah seorang raja" jawab Lin Feng.


"Aku sudah hampir mati, tidakkah kau mau berterus terang kepada ku, setidaknya aku bisa tenang karena bisa mengetahui di tangan siapa aku mati" ucap singa api abadi.


Lin Feng kemudian menghela nafas panjang, setelah itu Lin Feng berjalan menghampiri tubuh singa api abadi kemudian meletakkan telapak tangannya di dahi singa api abadi, seketika itu juga singa api abadi langsung bisa melihat wujud Huise yang sedang mengendalikan atau meminjam raga Lin Feng.


"Ternyata anda tidak berbohong, betapa bodohnya aku karena tidak menyadari keberadaan tuanku sendiri" ucap singa api abadi.


"Wajar jika kau tidak bisa menyadari keberadaanku, karena tubuh ini di lindungi oleh teknik khusus yang tidak akan pernah bisa di tembus bahkan oleh para dewa sekalipun" jawab Lin Feng.


"Ternyata begitu, sekarang tidak akan ada lagi penyesalan dalam diriku, bahkan aku merasa bangga karena bisa mati di tangan yang mulia, tapi apakah boleh hamba yang lemah ini meminta sesuatu pada yang mulia?" tanya singa api abadi.


"Apa itu?" tanya Lin Feng.


"Jika yang mulia mengizinkan, hamba ingin jiwa hamba bisa bersama yang mulia, atau setidaknya jiwa hamba bisa berguna untuk anak ini" jawab singa api abadi.