Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-374. Apa yang terjadi?


Beberapa hari telah berlalu sejak Lin Feng melakukan penyerapan, selama itu juga istana kerajaan dunia bawah larut dalam rasa dingin, bahkan orang-orang yang tinggal di dalamnya terpaksa harus keluar dari istana karena tidak sanggup menahan rasa dingin, lalu jika mereka ingin masuk ke istana, mereka harus memakai pakaian berlapis-lapis untuk menjaga tubuh mereka agar tetap hangat.


Diantara semua penghuni istana, hanya Huise saja yang masih bisa bertahan dari rasa dingin tersebut, bahkan Huise masih belum keluar dari istana, sejak hari pertama Lin Feng mulai melakukan penyerapan sampai saat ini. Alih-alih menghindar dari udara dingin tersebut seperti yang lainnya, Huise justru mendatangi kamar Lin Feng dan berdiri di depan pintu kamarnya, padahal kamar Lin Feng adalah sumber dari udara dingin di istana


Sementara itu, di dalam kamar.


Energi yang terkandung di dalam kristal jiwa berwarna biru tersebut terus berkurang setiap saatnya, bahkan energi dari kristal jiwa tersebut sudah hampir habis diserap oleh Lin Feng. Dan benar saja, tidak lama kemudian, seluruh energi yang terkandung di dalam kristal jiwa tersebut benar-benar habis diserap olehnya. Saat itu juga, kristal yang semula melayang di udara langsung jatuh ke tempat tidur yang telah membeku dan kemudian hancur berkeping-keping.


Bersamaan dengan habisnya energi spiritual yang terkandung dalam kristal jiwa tersebut, yang membuatnya jatuh dan hancur berkeping-keping, udara dingin yang ada di dalam istana juga mulai menghilang secara perlahan-lahan, bahkan es yang semula menyelimuti seluruh bagian kamar Lin Feng, sudah mulai mencair.


Boom!


Boom!


...


Setelah berhasil menyerap seluruh energi yang terkandung dalam kristal jiwa, bunyi ledakan teredam sebanyak empat kali langsung terdengar dari tubuh Lin Feng, yang menandakan jika kultivasinya telah meningkat sebanyak empat tingkat atau empat bintang. Tingkat kultivasi Lin Feng yang semula berada di ranah Matrial Emperor bintang lima, sekarang telah naik sampai bintang sembilan. Dan hanya tinggal selangkah lagi sebelum ia berhasil mencapai ranah selanjutnya, yaitu ranah Heavenly Emperor.


Setengah jam kemudian, Lin Feng akhirnya membuka matanya lagi, ia nampak tersenyum puas dengan pencapaian yang baru saja ia dapatkan, meskipun sempat merasa sedikit kecewa karena energi yang terkandung dalam kristal jiwa Lan Hu tidak bisa membuatnya menembus ranah, tapi setidaknya, kultivasinya telah meningkat sebanyak empat bintang.


"Meski tidak sesuai dengan harapan, tapi setidaknya pencapaian yang aku dapatkan tidak terlalu mengecewakan" gumam Lin Feng pelan, ia kemudian beranjak dari tempat tidur, lalu berjalan menghampiri pintu kamarnya yang masih membeku karena es.


"Benar-benar merepotkan" ucap Lin Feng, lalu menciptakan bola api kecil di telapak tangan kanannya, agar bisa mencairkan es yang menutupi pintu kamarnya.


Setelah es yang menutupi pintu kamarnya mencair, Lin Feng langsung membuka pintu tersebut dan mendapati Huise yang sedang berlutut di depan pintu kamarnya. "Huise, apa yang kau lakukan?" tanya Lin Feng.


"Tuan, selamat atas pencapaian yang tuan dapatkan" jawab Huise.


"Terimakasih Huise, sekarang kau bisa bangkit" ucap Lin Feng.


"Baik tuan!" ujar Huise, kemudian berdiri.


"Dimana yang lainnya?" tanya Lin Feng.


"Mereka ada di luar istana, tuan" jawab Huise.


Ketika Lin Feng sampai di halaman istana, semua orang yang ada di sana langsung memberikan hormat padanya, mereka juga mengucapkan selamat atas pencapaian Lin Feng, kecuali Zhu Lien dan Zhu Ling. Jangankan memberi hormat, mereka berdua bahkan langsung membuang muka ketika bertemu dengan Lin Feng, tapi Lin Feng juga tidak menghiraukan sikap mereka padanya, karena Lin Feng sendiri bukanlah orang yang gila akan rasa hormat.


"Terimakasih semuanya dan terimakasih juga karena sudah berkumpul di sini, karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua" ucap Lin Feng.


"Karena urusanku di dunia bawah telah selesai, jadi aku harus kembali ke dunia atas sekarang juga, karena masih ada urusan lain yang harus aku selesaikan di sana. Seperti biasanya, Yin Ouyang akan mengurus semuanya saat aku tidak ada di sini, jika ada masalah maka langsung sampaikan saja padannya dan dia akan langsung menghubungi ku" lanjutnya.


"Baik yang mulia!" jawab mereka semua serempak.


"Lalu kalian berdua..."


"Kami akan tetap di sini untuk berlatih dan meningkatkan kekuatan" ujar Zhu Ling memotong ucapan Lin Feng.


"Baguslah, kalau begitu kami pergi sekarang!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan mereka semua.


***


Di dunia atas, tepatnya di hutan yang ada dibelakang sekte Phoenix Emas. Lin Feng dan Huise yang telah sampai di dunia atas kemudian memutuskan untuk langsung kembali ke sekte Phoenix Emas, lalu setelah itu, barulah Lin Feng akan kembali ke kota Zuanshi untuk menemui keluarganya dan menetap di sana sampai gerhana bulan darah terjadi.


Namun sebelum kembali ke sekte, Lin Feng meminta Huise untuk masuk ke dalam ruang jiwanya, karena akan gawat jika Huise datang ke sekte Phoenix Emas bersamanya. Meski ada beberapa orang yang sudah mengetahui tentang keberadaan Huise, namun mereka semua hanya mengetahui jika Huise adalah Beast Spirit biasa, bukannya Beast penguasa.


Sesampainya di sekte, Lin Feng langsung pergi menuju ke kediaman gurunya, untuk menemui guru dan adik-adiknya, namun saat ia sampai di sana, kediaman tersebut justru sangat sepi jangankan adik-adik seperguruannya, bahkan gurunya sendiri juga tidak ada di sana, karena bingung, Lin Feng kemudian pergi menuju ke kediaman pemimpin sekte, tapi saat dalam perjalanan ia justru melihat kehancuran dimana-mana.


"Ada apa ini? Kenapa banyak sekali bangunan yang hancur?" tanya Lin Feng dalam hatinya.


Lin Feng nampak khawatir, ia kemudian bergegas menuju ke kediaman pemimpin sekte, tapi lagi-lagi tidak ada siapapun di sana. Lin Feng kemudian memeriksa seluruh sekte dan ia tidak berhasil menemukan satupun murid sekte, yang ia temukan hanyalah kehancuran dan bekas peperangan.


"Siapa yang melakukan semua ini?!" tanya Lin Feng, ia kemudian terbang menuju ke kota Zuanshi.


Setengah jam kemudian, Lin Feng telah sampai di kota Zuanshi, namun Lin Feng lagi-lagi dikejutkan ketika melihat gerbang kota telah hancur, ia kemudian bergegas masuk ke dalam kota dan lagi-lagi, Lin Feng menemukan bangunan kota yang telah hancur, pikirannya langsung kacau, hatinya benar-benar tidak tenang melihat semua kehancuran itu, lalu ia pergi menuju ke wilayah keluarga Lin.


Setelah sampai di kediaman keluarga Lin, suasana di sana tidak ada ubahnya seperti suasana kota Zuanshi ataupun suasana sekte Phoenix Emas. "Siapapun yang melakukan ini tidak akan pernah aku maafkan!" ucap Lin Feng, lalu pergi ke kediaman Lin Jianheeng.