
Semakin Lin Feng mempercepat larinya, semakin cepat dan semakin jauh pula Lin Feng ditinggalkan oleh rusa tersebut, karena merasa ada yang aneh, Lin Feng kemudian mencoba menyelidiki tubuh rusa tersebut, namun Lin Feng tidak menemukan energi aneh dari tubuhnya, yang berarti rusa tersebut bukanlah monster ataupun Beast Spirit, namun entah kenapa Lin Feng sama sekali tidak bisa mengejarnya.
Lin Feng yang semakin kesal kemudian memunculkan sepasang sayapnya dan langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi untuk menangkap rusa tersebut, namun apa yang di harapkan oleh Lin Feng sangat jauh dari kenyataannya, bukannya berhasil menangkap ataupun menyusul rusa tersebut, yang ada malah rusa tersebut semakin menajuh dari Lin Feng.
Sudah tidak tahu lagi seberapa jauh dan seberapa lama Lin Feng mengejar rusa tersebut, mulai dari berlari dengan kecepatan penuh dan sekarang terbang dengan kecepatan tinggi, namun hasilnya tetap sama saja, Lin Feng sama sekali tidak berhasil menyusul rusa tersebut, padahal kalau diperhatikan dengan teliti, rusa tersebut nampak seperti sedang berlari biasa saja dan tidak ada yang aneh sama sekali.
Setelah berjam-jam mengejar rusa aneh tersebut, akhirnya rusa misterius tersebut berhenti di bawah sebatang pohon yang sangat besar, Lin Feng merasa sangat senang saat melihat rusa tersebut telah berhenti dan Lin Feng berpikir mungkin saja rusa tersebut sedang kelelahan, tanpa pikir panjang Lin Feng langsung melemparkan tombak dari kayu yang ada di tangannya.
Tombak kayu yang dilemparkan oleh Lin Feng melesat dengan kecepatan yang luar biasa ke arah rusa misterius tersebut, namun sesaat sebelum tombak kayu yang dilemparkan oleh Lin Feng mengenai tubuhnya, rusa misterius tersebut tiba-tiba saja menghilang dan tombak kayu langsung menghantam batang pohon besar yang ada di belakang rusa sebelum menghilang.
Lin Feng nampak tercengang dan kaget melihat rusa tersebut tiba-tiba menghilang dalam sekejap, lalu yang membuat Lin Feng lebih kaget lagi adalah tombak kayu yang tadi ia lemparkan malah hancur saat menghantam pohon raksasa yang ada di belakang rusa tadi, padahal tombak kayu tersebut sudah di aliri dengan energi Qi oleh Lin Feng dan sangat mustahil bisa hancur.
Jika sebuah benda di aliri oleh energi Qi maka ketahanan benda tersebut akan meningkat, namun jika di aliri dengan energi Qi yang terlalu besar, maka benda tersebut juga bisa hancur dalam sekejap, kecuali memang benda yang di khususkan untuk di aliri energi Qi, seperti misalnya senjata spiritual, akan tetapi tombak kayu yang dilemparkan oleh Lin Feng sudah di aliri oleh energi Qi yang cukup, jadi tidak mungkin akan hancur begitu saja.
Seharusnya tombak kayu yang dilemparkan oleh Lin Feng tadi menancap di pohon besar tersebut dan bukannya hancur, karena merasa penasaran dan merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan, Lin Feng kemudian menghampiri pohon besar tersebut dan kemudian menyentuhnya.
Perasaan aneh tiba-tiba saja menyelimuti tubuh Lin Feng saat telapak tangannya bersentuhan dengan kulit pohon besar tersebut, Lin Feng bisa merasakan perasaan nyaman dan juga tenang hanya dengan menyentuh pohon besar tersebut. Selain itu, Lin Feng juga bisa merasakan adanya aura aneh yang terasa seperti aura kehidupan yang berasal dari pohon besar misterius tersebut.
"Pohon apa ini sebenarnya, kenapa aku merasa sangat nyaman saat menyentuhnya dan kenapa ada aura kehidupan yang sangat besar di dalamnya?" tanya Lin Feng pada dirinya sendiri.
"Ini adalah pohon roh, atau kalian para manusia sering menyebutnya sebagai pohon iblis" ujar rusa yang tadi Lin Feng kejar tiba-tiba muncul.
"Ka-kau, bisa bicara?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja bisa, karena aku bukanlah rusa biasa, melainkan jiwa pohon roh ini yang menjelma menjadi rusa" jawab rusa tersebut.
"Hah, apa maksudmu?" tanya Lin Feng kebingungan.
Namun rusa tersebut tidak menjelaskan kepada Lin Feng tentang hubungannya dengan Huise secara rinci, rusa tersebut hanya mengatakan bahwa dia mengenal Huise dan hanya itu saja, setelah itu rusa tersebut kemudian mengatakan kepada Lin Feng tentang alasannya membawa Lin Feng ke pohon besar tersebut, itu karena rusa tersebut ingin Lin Feng salah satu dahan pohonnya dan menjadikannya sebagai senjata.
Rusa tersebut juga mengatakan kepada Lin Feng bahwa pohon besar itu adalah pohon yang sangat kuat, bahkan untuk membuat satu goresan saja di pohon tersebut tidak akan mudah dan setidaknya membutuhkan senjata spiritual yang benar-benar kuat, seperti halnya dengan senjata spesial milik Lin Feng, yaitu pedang emas.
"Tunggu dulu, bagaimana aku bisa mempercayai semua itu?" tanya Lin Feng.
"Kau bisa mencobanya sendiri, bukankah kau bisa menggunakan ranting sebagai pedang, jadi kau bisa mencoba untuk menggores pohon besar ini" jawab rusa tersebut.
Lin Feng yang masih tidak percaya dengan kata-kata rusa tersebut kemudian mengambil salah satu cabang pohon kecil yang ada di sana, setelah itu Lin Feng mengaliri cabang pohon tersebut dengan energi Qi-nya dan langsung menyerang batang pohon besar tersebut, namun sayangnya saat dahan pohon yang dipegang Lin Feng mengenai pohon besar tersebut, dahan pohon itu malah patah dan hancur, sama seperti tombak kayu sebelumnya.
"I-ini benar-benar tidak mungkin" ucap Lin Feng kebingungan.
"Tidak ada yang tidak mungkin Lin Feng, jadi aku mohon terimalah permintaanku tadi" ujar rusa tersebut.
"Satu pertanyaan, kenapa kau memilihku?" tanya Lin Feng.
"Sudah aku katakan kalau aku sudah mengawasimu sejak kau datang bersama serigala bintang, sejak saat itu aku selalu mengawasimu dan aku tidak pernah menyangka bahwa kau adalah manusia pilihan yang mulia dewi, tidak hanya itu saja, kau bahkan sama sekali tidak merusak dan menggangu kehidupan di hutan ini kecuali kalau mereka yang mengganggumu, jadi karena itu juga aku memutuskan untuk memilihmu" jawab rusa tersebut.
"Ternyata kau juga mengenal dewi Nuwa" ucap Lin Feng.
"Tidak ada yang tidak mengenal yang mulia Dewi, kalau begotu terimalah dahan pohon ini dan jadikan sebagai pedangmu, setidaknya sampai kau bisa menguasai pedang emas" ujar rusa tersebut.
Tidak lama kemudian, salah satu dahan pohon besar yang ada di hadapan mereka berdua tiba-tiba terpotong dan jatuh ke tanah, Lin Feng cukup kaget dengan hal tersebut, pasalnya potongan yang ada pada dahan pohon tersebut terlihat sangat mulus, seperti telah dipotong oleh pedang yang sangat tajam.