
Keesokan harinya, kediaman keluarga Huang tiba-tiba menjadi gempar karena menemukan beberapa mayat di halaman kediaman Huang Zhong, mereka semua nampak bingung dan penasaran, karena tidak seorangpun dari mereka yang mengenali mayat-mayat tersebut, yang artinya mayat-mayat tersebut bukan orang-orang klan Huang.
Meskipun mereka yang mati bukanlah anggota keluarga atau klan Huang, namun Huang Zhong sangat mengenal siapa mereka semua, yang membuat Huang Zhong tidak mengerti adalah, mereka semua mati dengan luka yang sama, yaitu luka sayatan tepat di leher, yang menandakan bahwa orang yang membunuh mereka bukanlah orang sembarangan.
"Aku benar-benar sudah meremehkan Lin Feng" gumam Huang Zhong.
"Dengarkan aku semuanya, meskipun kita tidak mengetahui siapa mereka semua, tidak ada salahnya bagi kita untuk menguburkan mereka, karena mu bagaimanapun juga, mereka tetaplah manusia" ucap Huang Zhong.
"Baik patriark" jawab semua orang serempak.
Setelah itu, mereka semua langsung memindahkan mayat para bandit tersebut dari halaman kediaman Huang Zhong, beberapa dari mereka juga langsung menyiapkan persiapan untuk menguburkan para mayat tersebut.
Sementara Huang Zhong sendiri, langsung pergi menuju ke aula pertemuan untuk menemui para
tetua, Huang Zhong tentunya tidak bisa diam saja dan harus segera membicarakan masalah ini dengan para tetua, sebab, Huang Zhong juga menyadari bahwa para mayat tersebut adalah tanda peringatan untuk dirinya.
"Tetua sekalian, maaf sudah membuat anda semua menunggu" ucap Huang Zhong.
"Tidak masalah patriark" ujar para tetua.
"Baiklah, seperti yang kalian ketahui, mayat mereka semua adalah mayat para bandit yang aku sewa, mereka semua tewas dan mayatnya di kirimkan ke keluarga kita, aku merasa bahwa ini adalah peringatan dari Lin Feng" ucap Huang Zhong.
"Aku rasa tidak begitu patriark, justru dengan mengirimkan para mayat itu kemari, Lin Feng sudah menunjukkan bahwa dia berniat untuk melawan keluarga Huang" ujar salah satu tetua.
"Itu benar, Lin Feng sudah berani menantang klan Huang dengan cara mengirimkan mayat para bandit, apa salahnya kalau kita juga melakukan hal yang sama" ujar tetua lainnya membenarkan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengutus para prajurit untuk menangkap Lin Feng dan akan mengadilinya di hadapan seluruh anggota keluarga Huang!" ucap Huang Zhong tegas.
Setelah itu, Huang Zhong langsung memerintahkan para prajurit untuk pergi ke kota, untuk mencari Lin Feng dan kemudian menangkapnya, Huang Zhong juga mengizinkan para prajurit untuk melakukan serangan jika Lin Feng melawan, asalkan jangan sampai membunuhnya.
Suasana kota yang nampak tenang tiba-tiba menjadi gempar, karena pergerakan besar-besaran yang di lakukan oleh prajurit klan Huang, semua orang nampak bingung dan bertanya-tanya dengan apa yang di lakukan oleh keluarga Huang. Pasalnya, selama ini mereka tidak pernah melakukan pergerakan besar-besaran seperti itu.
Setelah mendapatkan sedikit informasi dari para prajurit keluarga Huang, barulah mereka semua bisa mengetahui, bahwa keluarga Huang sedang mencari seorang pemuda bernama Lin Feng, yang mana pemuda tersebut di curigai sebagai mata-mata yang menyelidiki kekuatan keluarga Huang.
**
Berita tentang keluarga Huang yang sedang mencari pemuda bernama Lin Feng, menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota, bahkan tidak sedikit para penduduk kota yang ikut mencarinya, karena mereka dijanjikan dengan hadiah yang cukup besar, jika berhasil menangkap Lin Feng.
Berita tersebut tentunya juga terdengar oleh raja kota Li Haochun, serta beberapa bangsawan lainnya, tidak hanya mereka saja, bahkan berita tersebut juga sampai terdengar oleh Mei Yin yang merupakan pemilik rumah lelang merak.
"Nona, kami mendapatkan kabar bahwa keluarga Huang sedang mencari seorang pemuda bernama Lin Feng" ucap pelayan rumah lelang.
"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Mei Yin.
"Nona, bukankah nama Lin Feng ini sama dengan nama tuan Feng, aku curiga kalau mereka adalah orang yang sama" jawab pelayan tersebut.
Setelah itu, Mei Yin dan beberapa prajuritnya langsung pergi menuju ke wilayah klan Huang, karena Mei Yin ingin mengetahui apakah Lin Feng dan Feng adalah orang yang sama, jika memang mereka sama, tentunya Mei Yin tidak bisa diam saja dan harus membantunya.
"Jika dia memang tuan Feng, maka keluarga Huang akan langsung berhadapan denganku" gumam Mei Yin.
**
Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, para prajurit keluarga Huang akhirnya berhasil menemukan Lin Feng, meskipun terjadi sedikit perdebatan antara Lin Feng dan para prajurit tersebut, namun akhirnya Lin Feng memilih untuk mengikuti mereka tanpa perlawanan.
Sebenarnya, Lin Feng bisa saja langsung menghabisi para prajurit tersebut saat itu juga, namun Lin Feng tidak ingin menghabisi orang yang tidak bersalah, lagipula mereka semua hanya menjalankan perintah dan yang harus di habisi adalah Huang Zhong serta para tetua klan Huang.
"Tunggu dan lihat saja, aku sudah berbaik hati kepada kalian dengan memberikan peringatan, tapi kalian semua malah membuatku seperti ini" batin Lin Feng.
"Hanya ada satu kata yang pantas untuk kalian yaitu, mati!" gumam Lin Feng.
Lin Feng dan para prajurit akhirnya sampai di kediaman keluarga Huang, Lin Feng agak kaget saat melihat begitu banyak orang yang berkumpul di sana, bahkan raja kota dan keluarga bangsawan lainnya juga hadir, termasuk Mei Yin.
"Ternyata benar, dia adalah tuan Feng" ujar pelayan rumah lelang.
"Berhenti!" ujar Mei Yin menghentikan langkah para prajurit yang membawa Lin Feng.
"Nona Mei Yin, kenapa anda menghentikan kami?" tanya salah seorang prajurit.
"Lepaskan dia!" jawab Mei Yin sinis.
"Tapi nona, dia adalah musuh keluarga kami" ucap prajurit tersebut bingung.
"Kalau begitu, aku dan rumah lelang merak juga akan menjadi musuh kalian!" ujar Mei Yin kemudian menyerang prajurit tersebut.
Serangan Mei Yin sangat cepat dan tiba-tiba, sehingga membuat prajurit tersebut tidak menyadarinya dan tidak bisa menghindarinya, akibatnya, prajurit tersebut langsung terlempar cukup jauh sampai menabrak dinding salah satu bangunan yang ada di sana.
Prajurit lain yang merasa takut kemudian segera melepaskan Lin Feng, setelag itu mereka langsung melarikan diri dan menjauh dari tempat tersebut, karena, mereka semua merasa takut dengan kekuatan Mei Yin yang luar biasa.
"Tuan Feng, maafkan aku" ucap Mei Yin.
"Kenapa kau membantuku?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja karena tuan Feng adalah orang penting bagi rumah lelang merak, jadi aku tidak bisa membiarkan tuan Feng dalam kesulitan" jawab Mei Yin.
"Terimakasih atas bantuan mu, setelah ini biarkan aku sendiri yang mengatasinya" ucap Lin Feng.
"Tapi.."
"Aku sengaja membiarkan mereka menangkap ku, bukan berarti aku tidak mampu mengatasi mereka, hanya saja, aku memiliki caraku sendiri" ujar Lin Feng memotong perkataan Mei Yin.