
Setelah terbang selama hampir satu jam, kedua kultivator tersebut tiba-tiba saja berhenti di hadapan gumpalan awan yang cukup besar, lalu kedua kultivator tersebut mengeluarkan sebuah lencana dari cincin penyimpanan mereka, setelah itu, mereka berdua mengarahkan mendali tersebut ke arah gumpalan awan.
Mendali yang ada di tangan kedua kultivator tersebut kemudian saja mengeluarkan cahaya, bersamaan dengan itu, gumpalan awan besar di hadapan mereka tiba-tiba saja bergerak dan terbelah, untuk sekilas Lin Feng nampak kebingungan, namun setelah merasakan ada aura dari arah awan tersebut, Lin Feng akhirnya mengerti.
"Ternyata awan ini adalah pintu masuk ke negeri awan, pantas saja sangat sulit ditemukan, jika tidak mencari dengan teliti maka tidak akan pernah bisa menemukannya" gumam Lin Feng.
Setelah gumpalan awan besar di hadapan mereka terbelah, kedua kultivator tersebut langsung menyimpan kembali mendali yang sebelumnya mereka gunakan, setelah itu, mereka berdua langsung mengajak Lin Feng untuk masuk ke gumpalan awan yang telah terbelah tersebut.
Mereka bertiga kemudian melesat terbang ke dalam gumpalan awan tersebut, saat masuk kedalam gumpalan awan, Lin Feng langsung bisa merasakan perasaan yang agak aneh, yang mana Lin Feng dapat merasakan bahwa sekarang dia telah berada di dimensi atau dunia yang berbeda.
Tidak lama setelah masuk ke gumpalan awan besar tersebut, mereka bertiga akhirnya sampai di sebuah daratan yang sangat indah, yang mana daratan tersebut tidak lain adalah negeri awan.
Sama seperti namanya, negeri awan adalah sebuah daratan yang berada di atas awan, bahkan daratan tersebut di kelilingi oleh awan putih yang sangat indah, negeri awan sendiri bukanlah sebuah daratan yang sangat luas, melainkan hanya sebuah kota yang cukup besar.
Sama halnya dengan ibukota kekaisaran ataupun kota kerajaan yang ada di benua biru, negeri awan juga memiliki sebuah istana yang sangat besar, yang terletak ditengah-tengah kota, negeri awan juga mempunyai seorang pemimpin, yang disebut sebagai kaisar awan.
Negeri awan juga merupakan kota yang sangat indah, bangunan-bangunan yang ada di kota tersebut terlihat sangat megah dan tersusun dengan rapi, dengan semua bangunannya yang dominan berwarna putih seperti awan.
Tidak hanya itu saja, negeri awan juga merupakan sebuah kota yang sangat makmur dan kaya, terbukti dari para penduduknya yang hanya menggunakan koin emas untuk melakukan transaksi jual beli, bahkan di negeri awan tidak ditemukan adanya koin perak ataupun platinum.
Negeri awan juga merupakan kota yang memiliki kekuatan yang sangat besar, terbukti dari para prajurit penjaga gerbang yang merupakan kultivator tanah Tyrant, sementara kaisar awan sendiri adalah seorang kultivator yang telah berada di ranah Matrial Emperor.
"Benar-benar kota yang sangat indah" gumam Lin Feng.
"Selamat datang di negeri awan tuan muda, kami berdua akan mengantarkan tuan muda sampai memasuki gerbang, setelah itu tuan muda bisa melanjutkan perjalanan sendiri" ucap salah satu kultivator yang bersama Lin Feng.
"Tidak perlu melakukan itu, aku bisa melanjutkannya sendiri" ujar Lin Feng.
"Sebelum memasuki kota negeri awan, akan ada pemeriksaan yang sangat ketat, karena tuan baru pertama kali datang ke negeri awan, tentunya tuan muda akan kerepotan, tapi kalau tuan muda tetap bersama kami, maka tuan muda bisa melewati gerbang tanpa melakukan pemeriksaan" ucap yang lainnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengikuti kalian sampai melewati gerbang" jawab Lin Feng.
Setelah itu, mereka bertiga langsung masuk kedalam antrian pemeriksaan, meskipun mereka memiliki lencana negeri awan, tapi mereka tidak bisa masuk sembarangan dan tetap harus mengantri.
Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya tiba giliran mereka untuk melakukan pemeriksaaan. "Tunjukkan identitas kalian" ucap salah seorang prajurit sinis.
"Ini tuan" ucap salah seorang kultivator yang datang bersama Lin Feng, sambil menunjukkan lencana negeri awan.
Prajurit tersebut kemudian meraih lencana itu dan langsung memeriksanya, setelah memastikan keaslian dari lencana tersebut, mereka bertiga akhirnya dipersilahkan untuk memasuki kota negeri awan, tanpa melakukan pemeriksaaan lainnya.
"Baiklah, kalian dipersilahkan masuk kedalam, ingatlah untuk tidak membuat kekacauan, karena hukuman yang akan kalian terima jika membuat kekacauan hanya ada satu, yaitu hukuman mati" ucap prajurit tersebut.
"Terimakasih tuan" ucap kedua kultivator tersebut serempak, setelah itu, mereka bertiga langsung masuk kedalam gerbang kota.
Setelah melewati gerbang kota, mereka menghentikan langkahnya dan kedua kultivator tersebut langsung berpamitan kepada Lin Feng. "Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami hanya bisa menemani tuan muda sampai di sini saja" ucap salah seorang dari mereka berdua.
"Baiklah, aku ucapkan terimakasih kepada kalian berdua" jawab Lin Feng.
Setelah kedua kultivator tersebut pergi, Lin Feng langsung melanjutkan langkah kakinya, hal pertama yang ingin Lin Feng lakukan setelah sampai di negeri awan, adalah mencari penginapan untuk tempat tinggalnya selama berada di negeri awan, karena Lin Feng merasa sangat yakin akan berada di kota tersebut untuk waktu yang lama.
Namun, sepanjang perjalanan Lin Feng malah mendapatkan tatapan sinis dan aneh dari semua orang, meskipun Lin Feng tidak memperdulikan tatapan mereka, namun Lin Feng bisa merasakan bahwa tatapan yang mereka arahkan kepadanya adalah tatapan penuh penghinaan.
"Kenapa selalu saja ada manusia yang merendahkan orang lain, padahal kekuatannya sendiri sangat lemah" gumam Lin Feng, sambil terus melanjutkan langkah kakinya.
Setelah berjalan kaki selama hampir dua puluh menit, Lin Feng akhirnya berhasil menemukan sebuah penginapan yang sangat besar dan sangat megah, tanpa pikir panjang lagi, Lin Feng langsung masuk ke dalam bangunan penginapan yang ada di hadapannya.
"Selamat datang di penginapan awan tuan muda, apa anda ingin menyewa kamar atau ingin makan di restoran penginapan kami?" tanya pelayan penginapan dengan ramah.
"Aku ingin memesan kamar" jawab Lin Feng.
"Kamar seperti apa yang anda inginkan tuan muda? Apakah kamar biasa, kamar menengah, kamar mewah?" tanya pelayan tersebut.
"Aku ingin kamar yang tenang dan nyaman, selain itu aku juga ingin kamar yang jauh dari suara bising, karena itu akan sangat menggangguku" jawab Lin Feng.
"Baiklah tuan, kalau begitu aku merekomendasikan kamar mewah, tapi harganya akan sangat mahal" ucap pelayan tersebut.
"Sebutkan saja harganya" ujar Lin Feng.
"Seratus koin emas untuk satu malam, jika ingin makan tuan bisa langsung datang ke restoran di lantai dua" ucap pelayan tersebut.
"Baiklah, apa ini cukup?" ucap Lin Feng sambil menyerahkan seratus keping koin platinum.
Pelayan tersebut tiba-tiba saja terdiam melihat seratus keping koin platinum yang ada di atas mejanya, dia kemudian memandang ke arah Lin Feng dengan tatapan yang penuh dengan rasa penasaran. "Siapa sebenarnya pemuda ini?" pelayan tersebut membatin.
"Tu-tuan, ini sangat banyak" ucap pelayan tersebut.
"Tidak apa-apa, karena aku akan berada di kota ini untuk waktu yang lama" jawab Lin Feng.
"Baiklah tuan, kalau begitu mari ikuti saya" ajak pelayan tersebut.
Setelah menyimpan seratus keping koin platinum yang diberikan oleh Lin Feng, pelayan tersebut kemudian mengajak Lin Feng menuju ke kamarnya yang berada di lantai teratas penginapan tersebut, sedangkan penginapan itu sendiri terdiri dari lima lantai.
(Info)
Mata uang \= Koin
(Perunggu, perak, emas, platinum)
1 Koin platinum \= 100 koin emas
1 Koin emas \= 100 koin perak
1 Koin perak \= 100 koin perunggu