Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-340. Kekecewaan Lin Feng


Lin Feng kemudian menarik tangannya dari genggaman tangan pria tersebut, lalu melompat mundur untuk menjauh dari pria tersebut. Setelah berada cukup jauh dari mereka berdua, Lin Feng kemudian memfokuskan pandangannya pada pria yang menahan serangannya, ia cukup kaget ketika melihat pria yang mungkin seumuran dengan kakeknya atau lebih tua.


"Anak muda, siapa kau sebenarnya? Dan kenapa kau mengaku sebagai anakku?" tanya pria tua tersebut.


"A-ayah?!" Yuan Haocun juga kaget ketika melihat pria tua tersebut, yang tidak lain adalah ayahnya sendiri, lalu Yuan Haocun berlutut dan bersujud pada ayahnya.


"Jadi ini kakekku? Ternyata kekuatannya jauh lebih kuat dari kakek Jianheeng" Lin Feng bergumam dalam hatinya.


"Ayah, lama tidak bertemu!" ucap Lin Feng.


"Berhentilah memanggilku ayah, putraku tidak pernah tidak memberi hormat bila bertemu denganku!" Yuan Chun Zhe sedikit kesal mendengar Lin Feng memanggilnya ayah, "sebaiknya kau katakan siapa kau sebenarnya? Meski kau bisa menipu semua orang yang ada di sini, termasuk Yuan Haocun, tapi kau tidak bisa menipuku sedikitpun!" lanjutnya, sambil memberikan tatapan tajam pada Lin Feng.


"Ada apa ayah? Apa kau juga tidak mengenali putramu lagi?" Lin Feng tetap berpegang teguh pada keputusannya untuk terus menyamar menjadi Yuan Long.


"Sudah aku katakan! Jangan menyebut nama anak ku dengan sembarangan!" ujar Yuan Chun Zhe, kemudian menyerang Lin Feng dengan cepat.


Lin Feng sedikit kaget melihat Yuan Chun Zhe yang menyerangnya secara tiba-tiba, tapi Lin Feng tetap bisa menghadapi dan menghindari serangan tersebut dengan tenang, bahkan Lin Feng bisa membaca serangan Yuan Chun Zhe dengan mudah. Meski Yuan Chun Zhe menyerangnya dengan serius, tapi Lin Feng tidak pernah melakukan serangan balasan dan hanya menghindar dari serangan Yuan Chun Zhe, karena bagaimanapun juga, Yuan Chun Zhe tetaplah kakeknya.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau menggunakan nama anakku untuk menyerang kekaisaran ini?!" Yuan Chun Zhe mengajukan pertanyaan di sela-sela serangannya.


"Kau benar-benar hebat karena mengetahui penyamaran ku, kakek!" jawab Lin Feng.


Yuan Chun Zhe tersentak kaget mendengar perkataan Lin Feng, ia kemudian menghentikan serangannya dan menatap Lin Feng dengan tatapan tajam. "Ta-tadi, kau memanggilku apa?... Kakek? A-apa maksudmu?" tanya Yuan Chun Zhe, ia benar-benar bingung dengan perkataan Lin Feng sebelumnya.


"Benar, aku memanggilmu kakek, karena aku adalah putra Yuan Long!" jawab Lin Feng.


"Apa buktinya?!" tanya Yuan Chun Zhe.


"Apakah pedang ini tidak cukup untuk menjadi bukti, kakek?" jawab Lin Feng, kemudian menunjukkan pedang dewa naga.


Yuan Chun Zhe melebarkan pandangannya ketika melihat pedang dewa naga yang ditunjukkan oleh Lin Feng, Yuan Chun Zhe memang sudah menyadari bahwa Lin Feng memegang sebilah pedang, tapi Yuan Chun Zhe tidak menghiraukannya dan tidak memperhatikannya dengan baik, karena Yuan Chun Zhe hanya fokus untuk mengetahui identitas orang yang menyamar sebagai putranya.


"A-apa aku bisa melihat pedang itu?" tanya Yuan Chun Zhe yang ingin memastikan keaslian pedang tersebut.


"Tentu saja, kakek" jawab Lin Feng, kemudian menyerahkan pedang itu pada Yuan Chun Zhe.


Setelah mendapatkan izin dari Lin Feng, Yuan Chun Zhe langsung meraih pedang tersebut, kemudian memeriksanya dengan seksama. Setelah beberapa saat berlalu, tangan Yuan Chun Zhe tiba-tiba saja bergetar, karena pedang yang ada di tangannya saat ini adalah pedang dewa naga yang asli, bahkan ia bisa merasakan aura keberadaan Yuan Long pada pedang tersebut.


Setelah puas memeriksa dan memastikan keaslian pedang dewa naga, Yuan Chun Zhe kemudian mengembalikan pedang tersebut kepada Lin Feng, tatapan matanya yang tenang memandangi wajah Lin Feng yang ditutupi sebagian dengan menggunakan kain, perasaannya tiba-tiba saja bercampur aduk ketika tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata yang tajam dan tegas milik Lin Feng, bahkan wajah tuanya langsung menunjukkan ekspresi yang sangat sulit untuk diartikan.


"Ayah sudah lama meninggal, bahkan sebelum aku dilahirkan!" jawab Lin Feng tegas.


"Apakah kau datang untuk mengambil kembali hak ayahmu?" tanya Yuan Chun Zhe lagi.


"Jangan salah paham, aku sama sekali tidak tertarik dengan kekuasaan ataupun harta kalian, kedatanganku hanya untuk memastikan dia mendapatkan penderitaan yang sama seperti ayahku!" jawab Lin Feng sambil menunjukkan jari telunjuknya pada Yuan Haocun.


"Bagaimana kalau aku menghentikan mu?" pertanyaan Yuan Chun Zhe terdengar seperti suara petir yang menyambar ke telinga Lin Feng, dia benar-benar tidak menyangka bahwa kakeknya akan berkata demikian.


"Hahahaha! Betapa bodohnya aku karena berpikir kau akan memberikan izin padaku. Tapi, apakah kau mampu melakukannya, kakek?" jawab Lin Feng, nada suaranya terdengar sangat mengerikan.


"Meski kau adalah keturunan ku, tapi aku tidak bisa membiarkanmu melakukan apapun pada kaisar, terlebih dia adalah anakku juga!" ujar Yuan Chun Zhe.


"Kalau begitu, coba saja hentikan aku, kakek!" ucap Lin Feng, tatapan matanya semakin tajam dan sinis.


Yuan Chun Zhe benar-benar kesal dengan perkataan Lin Feng yang terdengar tidak menghormatinya sama sekali, lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Yuan Chun Zhe meraih penutup wajah Lin Feng dan langsung menariknya dengan paksa. Sementara Lin Feng justru terlihat pasrah dan tidak menghentikan kakeknya, padahal Lin Feng bisa saja menghindari tangan kakeknya itu dengan mudah, seolah-olah dia memang bermaksud untuk menunjukkan wajahnya pada kakeknya itu.


Penutup wajah Lin Feng langsung sobek karena ditarik dengan paksa oleh Yuan Chun Zhe, yang akhirnya menunjukkan wajah tampan Lin Feng kepada semua orang yang ada di sana. Yuan Chun Zhe yang berada tepat dihadapan Lin Feng justru menunjukkan ekspresi kaget diwajahnya, karena wajah Lin Feng benar-benar sangat mirip dengan Yuan Long, yang menandakan bahwa pemuda dihadapannya memanglah anak Yuan Long dan cucunya.


"Aku benar-benar kecewa denganmu, kakek!" ujar Lin Feng, kemudian melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya.


Swush!...


Seketika itu juga, semua orang yang ada di sana dapat merasakan tekanan intimidasi yang tidak hanya sekedar besar, tapi juga sangat mengerikan. Bahkan beberapa orang yang tidak sanggup menahan kengerian tersebut, langsung pingsan saat itu juga, sementara yang lainnya hanya gemetar ketakutan dan kesulitan untuk bergerak, serta kesulitan untuk bernafas karena udara terasa sangat sesak.


Setelah melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya, Lin Feng kemudian berjalan melewati kakeknya yang masih gemetaran dan kesulitan bergerak, karena dia yang berada paling dekat dengan Lin Feng, maka dia jugalah yang merasakan tekanan intimidasi paling besar dibandingkan yang lainnya.


"Tu-tunggu..." ucap Yuan Chun Zhe.


Lin Feng sama sekali tidak menghiraukan perkataan Yuan Chun Zhe dan tetap melanjutkan langkah kakinya menuju ke arah Yuan Haocun, setelah berada di hadapan Yuan Haocun yang sedang gemetar ketakutan, Lin Feng langsung menyentuh perut Yuan Haocun dengan tangannya, atau lebih tepatnya pada titik Dantian-nya.


"Seharusnya kau bersyukur karena aku tidak membunuhmu, paman!" Lin Feng berbisik di telinga Yuan Haocun, lalu menghancurkan Dantian miliknya.


"Arkhhh!!" Yuan Haocun hanya bisa berteriak dengan keras tanpa bisa melakukan apapun ketika Lin Feng menghancurkan kultivasinya.


"Kakek, jika kau membenciku maka kau bisa mencari ku, aku akan selalu siap untuk bertarung dengan kakek, kapanpun dan di manapun! Tapi kakek juga harus tahu, apa yang telah dilakukan putra kesayangan kakek ini kepada ayahku!" ucap Lin Feng, kemudian menghilang dari tempat tersebut dan kemudian diikuti oleh Huise.