
Semua orang yang menyaksikan peristiwa tersebut hanya bisa tercengang, mereka bingung dan tidak tahu harus berkata apa, bahkan perasaan yang mereka rasakan sekarang benar-benar bercampur aduk, antara bingung, kagum dan juga takut.
Mereka bingung karena tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi, meskipun begitu mereka tetap kagum karena peristiwa seperti itu, belum pernah mereka saksikan sebelumnya, akan tetapi mereka juga takut, karena mereka tahu kekuatan Lin Feng telah bertambah.
"Jika aku tidak salah, yang barusan itu adalah tanda kebangkitan kekuatan darah, tapi kenapa didalam tubuhnya ada dua kekuatan darah yang sangat berlawanan? Bukankah memiliki darah yang berlawanan seperti itu hanya akan membuatnya hancur?" tanya Zhen Jia kebingungan.
"Aku juga tidak tahu bagaimana bocah ini bisa mengatasinya, tapi yang jelas kekuatannya benar-benar luar biasa" jawab Yun Xuan Li.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita akan melanjutkan yang tadi?" tanya Chun Fei.
"Jangan bodoh, aku bahkan sudah tidak yakin bisa menindas nya dengan menggunakan aura intimidasi" jawab Yin Lu Han.
"Ada apa? Kenapa kalian malah diam?" tanya Lin Feng sinis.
Beberapa saat kemudian, muncul seorang pria tua ditengah-tengah mereka semua, pria tua tersebut tidak lain adalah Long Yin Jiang yang merupakan pemimpin sekte pedang suci, Long Yin Jiang juga tidak datang sendirian, karena dia juga datang bersama Luo Yuan dan Luo Ning.
Para tetua sekte langsung memberikan hormat saat melihat Long Yin Jiang, yang kemudian diikuti oleh semua murid sekte, meskipun para murid belum pernah bertemu dengan Long Yin Jiang sebelumnya, tapi mereka sudah bisa menebak siapa Long Yin Jiang hanya dengan melihat sikap hormat para tetua sekte.
"Lin Feng, aku tidak bermaksud memberikanmu hukuman atas perbuatanmu, aku juga minta maaf atas perbuatan keenam saudaraku, mereka hanya kesal karena sikapmu dan bukannya benci padamu" ucap Long Yin Jiang mencoba untuk menenangkan Lin Feng.
"Saudaraku, aku memohon padamu untuk menghentikan ini semua" ujar Luo Yuan.
"Lin Feng, aku mohon jangan lakukan hal yang bisa membahayakan nyawamu" ucap Luo Ning.
"Sebelumnya sudah aku katakan, aku tidak pernah berniat untuk melakukan ini semua, tapi muridmu yang tidak berguna itu malah menghina keluargaku, saat aku membela keluargaku, lalu kalian datang dan malah menindas diriku, apa kau pikir aku akan diam saja?" tanya Lin Feng sinis.
"Lin Feng, aku mohon padamu, kau telah mendapatkan warisan dari guru kami, dengan begitu, secara tidak langsung kau telah menjadi adik seperguruan kami" jawab Long Yin Jiang.
"Jangan bermimpi, guruku hanya ada satu yaitu Liu Changhai!" ujar Lin Feng tegas.
"Jadi, kau adalah murid keponakanku?" tanya Liu Yaoshan.
"Keponakan? Apa maksudmu?" tanya Lin Feng bingung.
"Benar Lin Feng, Liu Changhai yang kau sebutkan adalah keponakanku, dia adalah anak dari adikku" jawab Liu Yaoshan.
"Lin Feng aku benar-benar minta maaf karena telah menindas mu, aku mohon padamu hentikan semua ini, karena aku yakin gurumu juga tidak akan senang dengan perbuatanmu ini" lanjutnya.
"Jangan sebut nama guruku hanya untuk membuatku merasa tenang!" ujar Lin Feng.
"Tapi baiklah, aku tidak akan mengacau di sekte ini lagi, anggap saja ini aku lakukan sebagai rasa terimakasih ku, karena berkat kalian kekuatan darah Naga dan Phoenix telah bangkit sepenuhnya" ucap Lin Feng kemudian menghilang dari tempat tersebut.
Long Yin Jiang hanya bisa menghela nafas berat, dia benar-benar tidak menyangka akan kehilangan orang yang sangat penting bagi masa depan sekte pedang suci, padahal Long Yin Jiang benar-benar berharap agar bisa membina Lin Feng dan membujuknya untuk menjadi penerus pemimpin sekte pedang suci.
***
Di kedalaman hutan yang berada cukup jauh dari sekte pedang suci, Lin Feng yang baru saja sampai dihutan tersebut langsung mencari tempat yang cocok untuk berkultivasi, karena sekarang dia harus segera menstabilkan kekuatannya yang telah berada di ranah Saint.
"Tuan, kenapa tuan tidak mengizinkan aku untuk menghabisi mereka?" tanya Huise.
"Entahlah Huise, aku memang sangat kesal kepada mereka semua, tapi berkat mereka juga kekuatan darah Naga dan Phoenix bisa bangkit sepenuhnya, jadi anggap saja itu sebagai tanda terima kasihku kepada mereka" jawab Lin Feng.
"Tapi tenang saja, kalau seandainya mereka berani menggangguku lagi, maka saat itu hanya akan ada kehancuran untuk mereka" lanjutnya.
"Baiklah tuan, aku mengerti" jawab Huise.
"Huise, aku akan melakukan kultivasi selama beberapa hari, jadi aku harap kau bisa menjaga tempat ini" ucap Lin Feng.
"Baik tuan" ujar Huise.
Setelah agak lama menyusuri kedalam hutan tersebut, Lin Feng akhirnya berhasil menemukan tempat nyaman untuk berkultivasi, meskipun tempat tersebut hanyalah pohon yang sangat besar dan sangat rindang, namun bagi Lin Feng, tempat tersebut sudah cukup untuknya melakukan kultivasi.
Lin Feng kemudian duduk bawah pohon besar yang sangat rindang tersebut, setelah menenangkan hati dan pikirannya, Lin Feng langsung menutup kedua matanya dan mulai melakukan kultivasi, bersamaan dengan itu, Huise juga langsung keluar dari tubuh Lin Feng, kemudian merebahkan tubuhnya di samping Lin Feng.
"Padahal belum sampai tiga tahun aku bersama tuan, tapi peningkatan kekuatannya benar-benar sangat luar biasa" gumam Huise, kemudian menutup kedua matanya secara perlahan-lahan.
***
Setelah beberapa hari berlalu, Lin Feng akhirnya menyelesaikan kultivasinya, sekarang fondasi kultivasinya benar-benar telah stabil diranah Saint bintang satu, lalu kekuatannya sendiri telah setara dengan kultivator ranah Saint bintang lima.
Lin Feng kemudian berdiri dan menengadahkan kepalanya ke atas, memandang langit cerah yang dihiasi oleh awan-awan putih, angin yang berhembus pelan menimbulkan perasaan nyaman dan tenang, meskipun hanya sejenak, tapi suasana nyaman tersebut membuat Lin Feng mampu melupakan semua masalahnya.
"Huise, apa kau mempunyai saran untuk tujuanku yang selanjutnya?" Lin Feng bertanya pada Huise yang masih berada disebelahnya.
"Ada satu tempat yang sangat cocok untuk menambah pengetahuan dan juga kekuatan tuan, tempat tersebut bernama Negeri Awan" jawab Huise.
"Negeri Awan? dimana itu?" tanya Lin Feng.
"Sama seperti namanya, negeri Awan adalah sebuah daratan yang berada di atas awan, tempat yang penuh dengan kultivator kuat dan sumberdaya yang langka" jawab Huise.
"Kedengarannya menarik, kalau begitu kita akan pergi ke negeri awan" ucap Lin Feng.
"Sekarang kau bisa kembali" lanjutnya.
"Baik tuan" jawab Huise, kemudian masuk kedalam tubuh Lin Feng.