Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-333. Klan darah iblis (3)


Setelah mengalahkan dua puluh prajurit dari klan darah iblis yang menjaga gerbang, Lin Feng dan Huise kemudian melesat masuk kedalam gerbang yang telah terbuka sejak penghalang dihancurkan. Tidak lama setelah mereka berdua memasuki gerbang, mereka tiba-tiba saja sampai di tempat yang terlihat seperti sebuah kota.


Suasana ramai dengan suara hiruk-pikuk orang-orang yang melakukan aktivitas mereka masing-masing, bangunan-bangunan megah yang berdiri dengan kokoh, serta sebuah istana yang cukup besar benar-benar membuat tempat tersebut terlihat seperti sebuah kota, hanya saja aura dari kekuatan iblis benar-benar sangat besar di tempat itu.


Kota Manusia iblis! kalimat itulah yang tergambar dalam pikiran Lin Feng dan Huise ketika melihat pemandangan dihadapan mereka, sekilas memang terlihat seperti kota pada umumnya, dengan segala macam jenis kebisingan di dalamnya, tapi yang menjadi perbedaannya adalah, aura dan energi yang berasal dari tempat tersebut, serta orang-orang yang telah menyerupai iblis.


Meski tidak mengetahui dengan pasti berapa banyak jumlah penduduk di kota kecil itu, tapi yang sudah mereka berdua ketahui dengan pasti adalah, semua orang yang ada di sana adalah manusiadengan darah iblis yang mengalir dalam tubuh mereka, jadi Lin Feng dan Huise bisa mengamuk sesuka hati mereka, tanpa memikirkan keselamatan para penduduk kota, karena mereka semuanya adalah iblis.


Lin Feng dan Huise kemudian berjalan mendekati kota tersebut, kebetulan mereka berdua muncul cukup jauh dari kota, tepatnya sekita beberapa ratus meter dari kota kecil yang tidak memiliki gerbang tersebut, satu-satunya gerbang yang dimiliki oleh kota kecil itu adalah gerbang teleportasi yang menghubungkannya dengan dunia luar.


"Huise!" Lin Feng memanggil Huise dengan nada suara yang terdengar sangat bersemangat.


"Ada apa tuan?!" jawab Huise.


"Sekarang aku mengizinkanmu untuk mengamuk sepuasnya, jangan sisakan satu orangpun kecuali dia yang bisa kita ajak untuk bernegosiasi!" Lin Feng memberikan perintah dengan tegas.


"Mengerti tuan, aku akan membuat tuan merasa senang dengan pertunjukan ku" jawab Huise, kemudian mempercepat langkah kakinya.


Setelah beberapa langkah di depan Lin Feng, Huise tiba-tiba saja menghilang dari pandangan Lin Feng. Tidak lama kemudian, Huise telah muncul kembali di atas kota manusia iblis, lalu Huise merentangkan kedua tangannya di udara, kemudian menciptakan dua bola energi yang tercipta dari kekuatan petir hitam dikedua telapak tangannya.


Setelah kedua bola energi tersebut cukup besar, Huise kemudian menggabungkan kedua bola energi tersebut di depan dadanya, aura kekuatan yang sangat luar biasa keluar dari bola energi yang telah digabungkan tersebut, sehingga membuat semua orang yang ada di kota manusia iblis mengarahkan pandangannya pada Huise, karena mereka semua bisa merasakan aura yang sangat besar tersebut.


"Siapa dia? Kenapa ada manusia yang bisa masuk ke kota ini?"


"Cepat! Bentuk formasi dan lindungi kota ini!"


"Laporkan kejadian ini kepada yang mulia raja! Lalu yang lainnya, bantu untuk menghalangi serangan itu!"


Orang-orang yang ada di kota kemudian mulai melakukan persiapan untuk menciptakan pelindung, agar serangan yang akan dilakukan oleh Huise tidak menghancurkan kota mereka. Meski mereka semua masih bisa lolos dan selamat dari serangan itu, tapi tidak dengan kota mereka, yang pastinya akan hancur dan musnah karena serangan tersebut.


Sementara Huise sedang bersiap-siap untuk melakukan serangan dari atas kota, Lin Feng juga sedang bersiap-siap untuk melakukan pembantaian dengan kedua pedangnya. "Sepertinya ini akan sangat menyenangkan" Lin Feng bergumam pelan dalam hatinya, kemudian mengambil ancang-ancang untuk segera beraksi.


Beberapa saat kemudian, Lin Feng melepaskan kekuatan petir surga untuk mempercepat gerakannya, Lin Feng juga melepaskan aura dewa kematian untuk menambah kengerian dalam aksinya, lalu yang terakhir, Lin Feng melepaskan aura pedang untuk meningkatkan kekuatan dan ketajaman setiap tebasan pedangnya.


Setelah melepaskan tiga kekuatan tersebut, Lin Feng bisa merasakan sesuatu yang sangat besar sedang mengalir dan meluap-luap di dalam dirinya, tubuhnya terlihat seperti diselimuti oleh petir merah dengan aura pedang dan aura dewa kematian yang sangat besar.


"Waktunya berpesta!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan.


Kecepatan Lin Feng benar-benar telah meningkat pesat, tidak ada seorangpun dari manusia iblis yang ada di kota yang menyadari kehadirannya, mereka semua hanya bisa merasakan aura kematian yang sangat besar, tanpa mengetahui darimana aura itu berasal. Beberapa detik setelah Lin Feng menghilang, puluhan orang yang berada di kota mulai berjatuhan dan mati dengan keadaan tubuh terpotong-potong, bahkan tidak seorangpun yang menyadari bahwa mereka telah mati dengan mengenaskan.


Huise yang sedang bersiap-siap untuk melakukan serangan dari atas kota, dapat melihat dengan jelas kilatan cahaya berwarna merah kehitaman yang sedang bergerak dengan sangat cepat di kota, meski tidak dapat melihat dengan jelas sosok yang sedang bergerak itu, tapi Huise bisa mengetahui bahwa kilatan cahaya itu adalah Lin Feng, yang sedang membantai para penduduk kota.


"Tuan, aku sudah siap!" Huise memberitahukan kepada Lin Feng bahwa serangannya telah siap melalui transmisi suara.


"Lakukan saja, jangan hiraukan aku!" ujar Lin Feng, yang masih sibuk membantai para penduduk kota dengan kecepatan yang luar biasa.


"Baik tuan!" jawab Huise, kemudian melemparkan bola energi yang sebelumnya ia ciptakan.


DHUUAAARRRR!!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika bola energi tersebut menghantam bangunan kota, ledakan dahsyat tersebut juga menyebabkan gelombang udara yang sangat besar dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di kota manusia iblis.


Namun sayangnya, ledakan yang sangat dahsyat tersebut tidak berhasil memusnahkan seluruh anggota klan darah iblis, karena meskipun mereka terluka sangat parah, mereka akan tetap sembuh sebelum kristal hitam di jantung mereka hancur.


"Serangan mu benar-benar dahsyat" ucap Huise yang telah muncul di samping Huise.


"Terimakasih atas pujiannya tuan" jawab Huise.


"Sekarang saatnya membantai mereka semua secara langsung!" setelah itu, Lin Feng langsung menghilang dari samping Huise dan mulai melakukan pembantaian lagi.


Huise juga tidak ingin diam saja, ia kemudian terbang ke bawah untuk menyusul Lin Feng yang telah melakukan pembantaian terlebih dahulu. Meski kecepatan Huise tidak menyamai kecepatan Lin Feng, tapi dengan kecepatan seperti sekarang, sudah cukup memudahkannya untuk menghabisi anggota klan darah iblis di sana.


***


Beberapa menit sebelum Huise melakukan serangan yang menghancurkan kota, seorang prajurit klan darah iblis datang ke istana kota untuk melaporkan apa yang terjadi, namun setelah prajurit tersebut memberikan laporan kepada raja kota, sebuah ledakan yang sangat dahsyat tiba-tiba saja terjadi dan menyebabkan istana kota ikut hancur.


"Si-sial! Siapa yang melakukan semua ini pada kotaku!" ujar raja kota yang berhasil selamat dari kehancuran tersebut.