Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-306. Rival abadi


Meskipun Huise berkata dengan santai dan tenang, tapi entah kenapa Lang Diyu merasa bahwa perkataan Huise adalah sebuah ejekan untuk dirinya, api persaingan yang sudah menyala sejak awal, sekarang malah kian membesar.


"Huise, suatu saat nanti, akulah yang akan menjadi bawahan terbaik tuan! Akan aku pastikan, kalau tuan akan menjadikan ku sebagai tangan kanannya" Lang Diyu bergumam dalam hatinya.


Walaupun sangat ingin menjadi bawahan terbaik Lin Feng dan menjadi tangan kanannya, namun Lang Diyu tidak ingin melakukannya dengan cara yang kotor, seperti membunuh atau menyingkirkan Huise. Justru, Lang Diyu ingin melakukannya dengan cara yang adil dan benar.


"Lang Diyu, Du Fang Ren dan kalian semuanya, jawab pertanyaan ku dengan jujur dan tanpa keraguan sedikitpun. Jika aku ingin memburu dan memusnahkan para dewa, apa yang akan kalian lakukan?" Lin Feng bertanya serius.


Mereka semua tiba-tiba saja terdiam untuk beberapa saat, sambil memikirkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Lin Feng. Mereka semua nampak kebingungan dan tidak tahu harus menjawab apa, mereka bahkan berpikir bahwa pertanyaan itu hanya untuk menguji mereka saja. Tapi, setelah melihat raut wajah Lin Feng, mereka akhirnya tahu bahwa Lin Feng sangat serius dengan ucapannya.


Beberapa saat kemudian, Lang Diyu tiba-tiba saja tertawa lantang. "Hahahaha! Ma-maafkan aku tuan, tapi aku benar-benar tidak bisa menahan kebahagiaan ini" ucap Lang Diyu.


"Apa yang membuatmu bahagia?!" tanya Lin Feng sinis.


"Tentu saja, karena tuan ingin memusnahkan para dewa, jadi aku benar-benar sangat bahagia dan aku harus ikut bersama tuan" jawab Lang Diyu.


"Aku juga akan melakukan hal yang sama tuan, karena aku sudah bermimpi untuk melihat dewa tunduk dihadapan ku!" ujar Du Fang Ren.


"Kami semua bersedia, yang mulia!" para prajurit berkata dengan tegas.


Lin Feng tersenyum puas mendengar jawaban mereka semua, dia benar-benar tidak menyangka bahwa semua bawahannya akan mendukung keputusannya, bahkan para prajurit dunia bawah juga sama. Walaupun sebenarnya, Lin Feng tidak akan mengajak mereka dalam urusan kebenciannya dengan para dewa.


Alasannya memberikan pertanyaan itu hanya untuk menguji mental semua pasukannya, karena Lin Feng hanya ingin melihat seberapa kuat mental pasukan yang akan berada dibawah kepemimpinannya. Karena menurut Lin Feng, tidak ada gunanya memiliki kekuatan yang besar tapi tidak memiliki mental, sebab semuanya akan sia-sia.


"Bagus! Aku sangat senang mendengar jawaban kalian, aku harap jawaban yang kalian berikan memang tulus dari hati kalian masing-masing dan bukan karena kalian takut padaku!" ucap Lin Feng, kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.


Tidak lama setelah Lin Feng pergi meninggalkan tempat itu, mereka yang semula berlutut langsung berdiri kembali, lalu para prajurit melanjutkan latihan mereka yang sempat tertunda karena kehadiran Lin Feng.


Huise kemudian mengalihkan badannya dan bermaksud untuk meninggalkan tempat itu, tapi langkah kakinya dihentikan oleh Lang Diyu. "Berhenti di sana! Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu!" ucap Lang Diyu.


"Ada apa?" tanya Huise.


"Cihh! Sekarang kau boleh sombong karena selalu berada di samping tuan, tapi tidak lama lagi, akulah yang akan berdiri di samping tuan!" jawab Lang Diyu, dengan penuh rasa percaya diri.


"Maksudmu?" tanya Huise bingung.


"Jangan pura-pura bodoh, aku tahu sebenarnya kau selalu merendahkan ku, tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terus terjadi!" jawab Lang Diyu kesal.


Huise terdiam dan nampak sangat kebingungan, karena dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Lang Diyu. Hingga beberapa saat kemudian, Huise akhirnya paham maksud perkataan Lang Diyu.


"Hahahaha! Sekarang aku paham, jadi kau merasa iri denganku karena aku selalu berada di sisi tuan?" tanya Huise.


"Aku sama sekali tidak iri padamu! Karena setelah ini, akulah yang akan selalu berada di sisi tuan!" ujar Lang Diyu yang semakin kesal.


"Kalau begitu coba buktikan! Buktikan bawah kau memang pantas untuk berdiri di sisi tuan!" Huise berkata dengan sinis, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Lang Diyu benar-benar sangat kesal mendengar ucapan Huise dan lagi-lagi, Lang Diyu merasa seperti sedang direndahkan oleh Huise. Padahal sebenarnya, Huise sama sekali tidak punya maksud untuk merendahkan Lang Diyu, apalagi niat untuk bersaing dengannya, karena menurut Huise, semua itu hanya membuang-buang waktu.


Sementara Du Fang Ren yang sejak tadi berdiri di samping Lang Diyu dan mendengarkan percakapan mereka berdua, hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Du Fang Ren benar-benar tidak menyangka bahwa Lang Diyu sangat ingin menjadi tangan kanan Lin Feng.


"Ada apa? Apa kau juga ingin bersaing denganku?" tanya Lang Diyu sinis.


"Hahahaha! Tentu saja tidak, aku lebih baik menjadi penonton saja" jawab Du Fang Ren.


"Bagus! Dengan begitu, kau akan menjadi saksi saat aku mengalahkan Huise!" ujar Lang Diyu.


***


Di istana kerajaan dunia bawah. Setelah kembali dari tempat pelatihan para prajurit, Lin Feng langsung duduk di singgasananya, sambil menunggu kedatangan Huise, Lin Feng kemudian memanggil Yin Ouyang.


"Ada apa yang mulia?" tanya Yin Ouyang.


"Mulai sekarang kau harus meningkatkan kekuatanmu, karena tidak lama lagi, kita akan menyerang kekaisaran Qian yang ada di dunia atas!" ucap Lin Feng dengan tegas.


"Ba-baik yang mulia, hamba mengerti dan akan segera memulai pelatihan" jawab Yin Ouyang.


"Bagus, segera laporkan padaku saat kau telah menyelesaikan latihan mu" ujar Lin Feng


"Baik yang mulia!" Yin Ouyang kemudian membungkuk hormat, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk segera memulai pelatihannya.


Tidak berselang lama, Huise muncul di hadapan Lin Feng, melihat sosok Huise yang telah berubah seperti manusia, membuat Lin Feng sedikit tidak nyaman, karena dia sudah terbiasa dengan sosok Huise dalam wujud serigala. Tapi Lin Feng sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


"Huise, apa kau masih bisa berubah menjadi serigala?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja tuan, jika tuan menginginkan hal itu, maka aku akan berubah sekarang" jawab Huise.


"Tidak! Aku ingin membiasakan diri dengan wujud manusia mu" ujar Lin Feng.


"Baik tuan!" ucap Huise.


Lin Feng kemudian menghela nafas panjang, meskipun sudah mencoba untuk menenangkan dirinya dengan datang ke dunia bawah, tapi tetap saja tidak bisa. Justru kekhawatirannya kepada Luo Ning semakin bertambah, begitu juga dengan rasa bencinya dengan para dewa.


Huise yang mengerti keadaan Lin Feng, kemudian mencoba untuk menenangkannya. "Tuan, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Huise.


"Silakan!" jawab Lin Feng.


"Tuan sebaiknya tenang, karena aku yakin Luo Ning akan baik-baik saja bersama dewa petir, lagipula, dewa petir tidak akan mungkin berani menyakitinya, karena Luo Ning adalah penerusnya. Lalu, seharusnya tuan merasa senang, karena Luo Ning akan menjadi semakin kuat dengan menjadi murid dewa petir" ucap Huise.


"Aku tahu itu, tapi aku benar-benar sangat khawatir" ujar Lin Feng.


"Apa yang tuan khawatirkan? Luo Ning sangat mencintai tuan dan aku yakin dia tidak akan mengkhianati tuan" ucap Huise meyakinkan Lin Feng.


"Hahahaha! Aku pikir hanya wujud mu saja yang berubah, tapi sepertinya kau juga mulai memahami perasaan manusia"