Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-371. Gunung Heishan 6


Lan Hu mengerutkan alisnya, rasa kesal dan amarah dalam dirinya juga langsung memuncak ketika melihat senyuman yang terukir di bibir Lin Feng. Alasannya sangat sederhana, yaitu Lan Hu berpikir jika Lin Feng sedang menghina dan merendahkannya, padahal yang dipikirkan oleh Lan Hu sama sekali tidak benar, karena senyuman tersebut adalah tanda rasa bahagia Lin Feng atas meningkatnya kekuatan Huise, bukan karena ingin menghina ataupun merendahkan Lan Hu.


Meski demikian, Lan Hu sudah tidak bisa lagi mengontrol amarah dalam dirinya, ia benar-benar tidak bisa terima karena telah direndahkan dan diremehkan oleh seorang manusia seperti Lin Feng, karena menurut Lan Hu, manusia adalah makhluk yang paling hina, sedangkan dirinya adalah seekor Beast Agung yang memiliki kekuatan setara dewa, bahkan Lan Hu berasumsi bahwa dirinya akan menjadi penguasa para Beast suatu hari nanti.


Dengan amarah yang sudah memuncak, Lan Hu melepaskan seluruh kekuatannya, sehingga memaksa Lin Feng untuk menjauh darinya, karena aura yang keluar dari tubuh Lan Hu benar-benar sangat besar. Meski memiliki kekuatan yang setara dengan seorang Supreme Emperor, tapi pada dasarnya kekuatan Lin Feng masih dua ranah dibawah Supreme Emperor, jadi saat berhadapan dengan aura kekuatan Supreme Emperor yang asli, tentunya Lin Feng akan merasakan sedikit tekanan ditubuhnya.


Meski begitu, aura kekuatan yang menekan tubuhnya tidak membuat Lin Feng gentar sama sekali, justru tekanan yang ia rasakan lagi-lagi berhasil membuat semangat dalam dirinya semakin membara dan sekali lagi, Lin Feng merasa tertantang untuk melewati batasan kekuatannya sendiri, padahal sebenarnya, batasan kekuatan Lin Feng benar-benar tidak bisa diukur dengan kekuatan Lan Hu, melainkan kekuatan sang raja iblis Yama.


"Kau benar-benar membuatku marah, bocah sialan!" ujar Lan Hu.


Setelah melepaskan kekuatannya, wujud Lan Hu kemudian berubah menjadi seekor harimau putih raksasa dengan belang biru yang menghiasi bulu putihnya. Dan setelah wujudnya berubah, aura kekuatannya juga semakin bertambah besar, bahkan aura kekuatannya berhasil membuat gunung Heishan bergetar.


"Hahahaha! Ini benar-benar luar biasa! Ternyata seperti ini rasanya berhadapan dengan seorang Supreme Emperor!" ujar Lin Feng, tawanya menggelegar bagaikan petir yang menyambar di siang hari.


"Kau benar-benar bocah yang sangat gila! Bahkan dihadapan seorang penguasa kau masih bisa tertawa sombong seperti itu!" ucap Lan Hu, yang benar-benar tidak menyangka dengan sikap yang ditunjukkan oleh Lin Feng.


"Memangnya kenapa? Apa kau merasa takut?" tanya Lin Feng.


"Hahahaha! Lelucon apa yang kau katakan bocah, bukanlah seharusnya kau yang takut dengan penguasa ini?!" jawab Lan Hu.


"Aku takut? Apa kau yakin?! Tapi karena kau menganggap dirimu adalah seorang penguasa, maka aku akan menghadapimu dengan sungguh-sungguh!" ucap Lin Feng, kemudian melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya.


Wushh!


Aura yang sangat besar dan terasa sangat mengerikan keluar dari tubuh Lin Feng, bahkan aura dewa kematian yang keluar dari tubuh Lin Feng mampu menekan aura kekuatan Lan Hu, padahal jika kekuatan mereka berdua dibandingkan, sangat jelas jika kekuatan Lin Feng masih berada di bawah Lan Hu, namun jika membandingkan aura merek berdua, aura yang dimiliki oleh Lin Feng jauh lebih besar, bahkan tanpa sadar, tubuh Lan Hu bergetar dengan sendirinya.


"Ada apa ini? Apa aku merasa takut dengan bocah ini?" Lan Hu bertanya dalam hatinya.


"Tidak! Tidak mungkin jika aku takut dengan manusia yang sangat jelas jauh lebih rendah dariku!" lanjutnya.


"Ayah, maaf. Karena aku tidak bisa menggunakan pedangmu dalam pertarungan kali ini, semoga saja ayah tidak merasa kecewa padaku" ucap Lin Feng dalam hatinya.


Lan Hu tersenyum sinis ketika melihat Lin Feng yang sedang melamun, ia kemudian menciptakan puluhan tombak es di sekelilingnya dan kemudian menyerang Lin Feng secara diam-diam, namun saat puluhan tombak es tersebut hampir mengenai Lin Feng, tiba-tiba saja Lin Feng menghilang dari pandangan dan langsung muncul kembali tepat di hadapan Lan Hu.


"Apa kau pikir, kau bisa menyerang ku saat aku sedang lengah?" ujar Lin Feng, kemudian memukul kepala harimau raksasa tersebut dengan tinjunya.


Lan Hu tersentak kaget ketika melihat Lin Feng yang sudah berada tepat di hadapannya, namun saat Lan Hu masih berada dalam keterkejutannya, sesuatu yang sangat keras telah mengahantam kepalanya dengan sangat kuat, sehingga membuatnya sedikit terpental ke belakang.


"Si-sial, apa itu tadi yang menghantam kepalaku?" tanya Lan Hu dalam hatinya, lalu mengarahkan pandangannya pada Lin Feng. "Apa? Jadi yang menghantam kepalaku tadi adalah tinjunya? Tapi bagaimana mungkin? Kenapa tinjunya bisa sekeras itu?" Lan Hu lagi-lagi terkejut setelah mengetahui jika yang menghantam kepalanya adalah tinju Lin Feng.


"Cihh! Bocah sialan ini benar-benar membuatku kesal!" ucap Lan Hu, kemudian menciptakan tombak es lagi, namun kali ini ukurannya jauh lebih besar dan jumlahnya mencapai ratusan.


"Matilah!" ujar Lan Hu, kemudian menyerang Lin Feng dengan ratusan tombak es tersebut.


Ratusan tombak es yang diciptakan oleh Lan Hu melesat ke arah Lin Feng dengan kecepatan tinggi, namun Lin Feng masih tetap diam ditempatnya dan hanya mengacungkan pedangnya ke arah Lan Hu, lalu ketika ratusan tombak tersebut hampir mendekatinya, barulah Lin Feng bergerak dengan kecepatan tinggi sambil menghancurkan ratusan tombak es tersebut.


Meski ratusan tombak tersebut berbentuk seperti es dan memang berasal dari es, namun kekuatan tombak tersebut tidak ubahnya seperti tombak besi yang sangat keras, bahkan suara dentingan besi yang diadu terdengar saat jelas, ketika Lin Feng menghancurkan ratusan tombak es tersebut.


"Ilmu pedang hampa, tebasan angin!" ucap Lin Feng, kemudian menebaskan pedangnya ke udara.


Setelah itu, angin tiba-tiba saja bertiup kencang dan terasa sangat berbeda dari biasanya, bahkan Lan Hu bisa merasakan keanehan dalam hembusan angin tersebut, tidak lama kemudian, keanehan yang dirasakan oleh Lan Hu terbukti, karena ratusan tombak es yang ia ciptakan tiba-tiba saja terpotong-potong dan hancur saat angin menerpa setiap tombak es miliknya.


"Mengubah angin menjadi pedang? Bagaimana bocah ini bisa melakukannya?" Lan Hu benar-benar kebingungan saat melihat ratusan tombaknya hancur oleh angin.


Ketika ratusan tombak es tersebut telah berhasil dihancurkan, Lin Feng kemudian melesat terbang mendekati Lan Hu, namun Lan Hu juga tidak tinggal diam saja, ia kemudian membuka mulutnya lebar-lebar, lalu menembakkan energi spiritualnya ke arah Lin Feng.


(Jangan lupa dukung author dengan cara memberikan Like dan tentunya juga Vote, gak maksa loh ya... See you next chapter, baibai)