
Malam harinya, Lin Feng, Huise dan Qiao Chen datang lagi ke dermaga, dengan harapan monster misterius sebelumnya akan muncul kembali. Kedatangan mereka bertiga ke dermaga tentu saja mengundang rasa penasaran dari penduduk kota, lalu mereka beramai-ramai datang ke dermaga untuk melihat apa yang akan terjadi.
Tidak hanya para penduduk saja, bahkan raja kota dan para keluarga bangsawan yang telah mendengar cerita tentang Lin Feng, juga ikut datang ke dermaga, karena mereka semua sangat penasaran dengan orang yang telah berhadapan dengan monster tersebut dan berhasil kembali dengan selamat.
Ketika sampai di dermaga, Mo Fan Chun yang merupakan raja kota Yumin langsung menghampiri tiga orang yang berdiri di hadapan semua penduduk kota, meskipun belum mengenal siapa Lin Feng dan Huise, tapi Mo Fan Chun sangat yakin bahwa merekalah yang telah bertarung dengan monster tersebut.
Keyakinan Mo Fan Chun tentu saja memiliki alasan, itu karena hanya mereka bertiga yang berdiri di barisan terdepan, bahkan para penduduk kota tidak berani menghampiri mereka bertiga, padahal mereka sudah sangat mengenal nelayan yang bernama Qiao Chen.
"Permisi tuan, maaf jika saya mengganggu, tapi apakah tuan berdua yang telah bertarung dengan monster laut?" tanya Mo Fan Chun.
Lin Feng, Huise dan Qiao Chen yang sedang menghadap ke laut dan tifak menyadari kedatangan Mo Fan Chun sedikit terkejut, lalu mereka bertiga menolah secara serempak, kemudian menghadap ke arah Mo Fan Chun.
"Salam hormat yang mulia raja!" Qiao Chen yang mengenali siapa pria yang berdiri di hadapannya langsung memberikan hormat, dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada, sambil sedikit membungkuk.
"Paman, siapa dia?" Meskipun Lin Feng bisa mendengar dengan jelas perkataan Qiao Chen sebelumnya, serta melihat bagaimana Qiao Chen memberikan hormat, tapi Lin Feng tetap bertanya padanya.
"Beliau adalah raja kota Yumin" jawab Qiao Chen.
Mo Fan Chun langsung menyahut. "Benar sekali tuan, saya adalah Mo Fan Chun, raja kota Yumin, apakah tuan berdua yang telah bertarung dengan monster laut?"
"Ternyata anda adalah raja kota, maaf jika aku tidak mengenali anda. Benar sekali yang anda katakan, aku dan saudaraku adalah orang yang telah bertarung dengan monster itu! Lalu, ada keperluan apa anda datang ke sini?" Lin Feng bertanya dengan nada yang tidak enak di dengar.
Mo Fan Chun sedikit terkejut mendengar nada bicara Lin Feng, karena itu adalah pertama kalinya Mo Fan Chun berhadapan dengan seseorang yang tidak menaruh hormat sedikitpun padanya. Biasanya, setiap kultivator yang datang ke kota Yumin, pasti akan mencarinya dan langsung menghormatinya seperti raja lainnya.
"Maaf jika kedatanganku mengganggu tuan dan saudara tuan, tapi aku hanya penasaran dengan tuan berdua. Lalu, jika tuan berdua berkenan, tuan bisa datang ke istana kota" ucap Mo Fan Chun.
"Terimakasih atas tawarannya, tapi kami sama sekali tidak tertarik. Lagipula, paman Qiao Chen telah mengizinkan kami untuk tinggal dirumahnya" ujar Lin Feng.
Baik Mo Fan Chun, ataupun semua penduduk kota Yumin yang ada di sana benar-benar kaget, serta sangat sulit bagi mereka untuk percaya dengan apa yang mereka dengar dari Lin Feng. Pasalnya, Lin Feng langsung menolak tawaran raja kota begitu saja, bahkan tanpa mempertimbangkan penawaran tersebut lebih dulu.
Begitu juga dengan Qiao Chen yang berdiri disamping Lin Feng, dia juga tidak menyangka bahwa Lin Feng akan menolak tawaran yang diberikan oleh raja kota dan lebih memilih tinggal di gubuk sederhana miliknya, padahal dengen menerima tawaran dari raja kota, maka Lin Feng akan mendapatkan kemewahan.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan memaksa!" ucap Mo Fan Chun, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
"GRRROOOAARRR!!"
Baru saja beberapa langkah Mo Fan Chun meninggalkan tempat tersebut, dari tengah laut tiba-tiba saja terdengar suara raungan monster yang sangat keras. Suara raungan tersebut sontak membuat semua orang kaget dan bergidik ketakutan.
"Mo-monster itu muncul dan sedang mengarah ke sini!" salah seorang pria berteriak dengan sangat keras.
"Baik tuan" jawab Huise, lalu memasang mantra formasi untuk melindungi dermaga.
Para penduduk kota yang semula berniat untuk pergi menyelamatkan diri mereka masing-masing, langsung mengurungkan niatnya, setelah melihat Huise memasang pelindung untuk melindungi dermaga, lalu mereka juga sangat penasaran untuk menyaksikan pertarungan Lin Feng.
***
Lin Feng yang sedang melesat terbang, kemudian mengeluarkan kedua pedangnya dari cincin penyimpanannya. Setelah itu, Lin Feng langsung menambah kecepatan terbangnya menuju ke arah monster tersebut, kali ini Lin Feng sudah bertekad untuk membunuh monster tersebut dan tidak akan membiarkannya lolos lagi, bagaimanapun caranya.
"Ayah, aku tidak mengetahui kemampuan apa yang dimiliki pedang ini. Tapi aku mohon, bantu aku mengalahkan monster sialan ini!" Lin Feng berkata dalam hatinya sambil memandangi pedang dewa naga di tangan kanannya.
Pedang dewa naga tiba-tiba saja bergetar dan mengeluarkan sedikit cahaya, seolah-olah pedang tersebut memiliki perasaan dan mengerti apa yang dikatakan oleh Lin Feng. Mengetahui bahwa pedang ayahnya merespon apa yang dia katakan, Lin Feng hanya tersenyum senang, lalu memfokuskan pandangannya pada monster di hadapannya.
Setelah berada cukup dekat dengan monster laut tersebut, Lin Feng kemudian menghentikan terbangnya, lalu menggenggam erat kedua pedang yang ada di kedua tangannya, ketika Lin Feng bersiap untuk menyerang monster tersebut, tiba-tiba saja Lin Feng mendapatkan ingatan aneh dalam pikirannya.
Ingatan tersebut sejenak membawa Lin Feng pergi ke masa lalu, tepatnya saat ayahnya berperang dengan ribuan pasukan musuh. Secara bersamaan, Lin Feng juga mendapatkan informasi mengenai semua kemampuan yang dimiliki oleh pedang dewa naga.
"Tuan awas!" ujar Huise menyadarkan lamunan Lin Feng melalui transmisi suara.
"Apa yang..." Belum sempat Lin Feng menyelesaikan perkataannya, capit besar monster laut sudah menghantam tubuhnya, sehingga membuat Lin Feng terlempar dengan cepat dan menabrak dinding formasi yang diciptakan oleh Huise.
"Arkhhh! Si-sial..." ucap Lin Feng kesal karena tidak bisa menghindari serangan tersebut.
"Tuan!" Huise nampak sangat khawatir.
"Tenanglah Huise, aku tidak apa-apa" jawab Lin Feng, kemudian terbang menuju ke arah monster tersebut.
"Kau hanya beruntung, monster sialan!" ujar Lin Feng, kemudian mengalirkan energi spiritualnya pada pedang dewa naga, lalu menebaskan pedangnya ke arah monster laut tersebut.
Pedang dewa naga kemudian mengeluarkan cahaya yang cukup terang, lalu dari tebasan tersebut tercipta sebuah aura pedang yang cukup besar. Aura pedang tersebut melesat dengan sangat cepat dan kemudian membentuk seekor naga berwarna emas.
Naga yang tercipta dari aura pedang tersebut, melesat dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam monster laut dengan sangat keras.
Dhuarrr!!
"Grroaaarrrrr!!"