
Keesokan harinya, sesuai dengan permintaan Lin Feng sebelumnya. Hari ini, Lin Jianheeng benar-benar mengumpulkan seluruh pasukan keluarga Lin, mereka semua dikumpulkan di sebuah tempat yang sangat luas, yang biasa mereka gunakan untuk latihan strategi perang.
Semua pasukan nampak kebingungan dan bertanya-tanya, kenapa mereka tiba-tiba saja dikumpulkan? Tidak hanya sekedar pasukan saja, bahkan penjaga gerbang ataupun prajurit yang biasanya berpatroli juga ikut dikumpulkan ditempat tersebut.
"Ada apa sebenarnya ini? Apa terjadi sesuatu pada keluarga kita?"
"Tidak ada yang tahu, tapi semoga saja tidak terjadi sesuatu yang gawat!"
"Aku rasa tidak begitu, jika memang ada sesuatu yang terjadi pada keluarga kita, pastinya kita tidak akan mengadakan pesta perayaan tadi malam"
Saat semua prajurit sedang berbisik-bisik satu sama lain, Lin Jianheeng bersama yang lainnya datang menghampiri mereka semua, seketika itu juga, para prajurit langsung berlutut untuk memberikan rasa hormat mereka.
"Berdirilah!" kata Lin Jianheeng.
"Feng'er, silahkan" ucap Lin Jianheeng.
Lin Feng menganggukkan kepalanya, kemudian maju beberapa langkah. "Terimakasih karena kalian semua sudah datang, karena ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku katakan kepada kalian, lalu aku juga akan memberikan sesuatu kepada kalian semua!" ucap Lin Feng.
"Kalian semua tentunya sudah mengetahui tentang kebangkitan Yama, oleh karena itu, aku ingin kalian semua meningkatkan kekuatan kalian untuk melindungi keluarga kita, aku tidak akan menuntut kalian untuk ikut berperang denganku, asalkan kalian mau menjaga keluarga kita, itu saja sudah cukup!" lanjutnya.
"Keluarga kita memang kekurangan sumberdaya, tapi kalian tidak perlu khawatir, karena aku sudah mempersiapkan semuanya" ucap Lin Feng, kemudian melambaikan tangannya.
Setelah itu, di hadapan semua orang muncul ribuan sumberdaya untuk meningkatkan kultivasi, serta beberapa tumpukan gulungan yang berbeda warna. Semua orang yang menyaksikan hal tersebut, tidak bisa untuk tidak terkejut, karena baru kali ini, mereka melihat harta berharga yang benar-benar sangat banyak.
"Gunakan semua ini dengan baik, berlatihlah lebih keras lagi, agar kalian menjadi pasukan terbaik dan tidak terkalahkan!" ucap Lin Feng tegas.
"Baik tuan muda!" jawab mereka semua serempak.
"Paman, silahkan bagikan semua itu kepada para prajurit, dengan begitu, semuanya akan terbagi dengan adil" kata Lin Feng, pada kedua pamannya.
"Serahkan saja kepada kami berdua!" jawab Lin Duan dan Lin Dian serempak.
"Terimakasih paman. Kakek, Ibu, aku dan Luo Ning akan pergi ke sekte Phoenix Emas untuk mengunjungi guru dan Lin Tian" ucap Lin Feng.
"Baiklah, sampaikan salam ku kepada gurumu!" jawab Lin Jianheeng.
"Baik kakek! akan aku sampaikan" ujar Lin Feng.
Setelah berpamitan kepada kakek dan ibunya, Lin Feng dan Luo Ning langsung menghilang dari tempat tersebut, tidak lama kemudian, mereka berdua telah muncul lagi di luar gerbang kota Zuanshi. Setelahnya, mereka berdua langsung melesat terbang menuju ke sekte Phoenix Emas.
"Lin Feng, sekte Phoenix Emas itu sekte seperti apa?" tanya Luo Ning.
"Kau akan segera mengetahuinya setelah tiba di sana nanti" jawab Lin Feng.
"Aku jadi penasaran dengan sekte mu itu" ucap Luo Ning.
"Kenapa begitu?" tanya Lin Feng.
"Hahahaha! Jangan salah sangka seperti itu, aku seperti ini karena aku memang begini, bukan karena ajaran dari sekte ataupun guruku" ucap Lin Feng.
"Ternyata begitu" ujar Luo Ning pelan.
Luo Ning kemudian meminta Lin Feng untuk menceritakan hal-hal lain mengenai sekte Phoenix Emas, tapi Lin Feng tidak menjelaskan apapun, karena menurutnya semua hal yang ada di sekte, semuanya sama saja, yang berbeda hanyalah apa yang mereka ajarkan, serta kekuatan dari masing-masing sekte tersebut.
***
Setelah terbang selama hampir satu jam, Lin Feng dan Luo Ning akhirnya sampai di gerbang sekte, mereka berdua sempat dicegat dan tidak diperbolehkan untuk masuk ke sekte, namun setelah Lin Feng menunjukkan lencana khusus miliknya, para murid tersebut langsung bersikap hormat kepadanya.
"Se-senior, apakah ini benar-benar anda?" tanya salah satu murid penjaga gerbang.
"Memangnya siapa lagi!" jawab Lin Feng agak kesal.
"Selamat datang kembali senior, maaf karena sudah menghalangi jalan anda" ucap para murid tersebut.
"Apa guru ada di sekte?" tanya Lin Feng.
"Tentu saja senior, bahkan senior Lin Tian dan yang lainnya juga ada di sekte" jawab salah satu murid tersebut.
"Baguslah kalau mereka semua ada di sekte" gumam Lin Feng, kemudian berjalan melewati gerbang bersama Luo Ning.
Ketika mereka berdua berjalan menyusuri jalanan sekte, para murid yang sedang latihan ataupun melakukan kegiatan lainnya, langsung mengalihkan pandangannya kepada mereka berdua, para murid tersebut nampak sangat terpana dengan ketampanan Lin Feng, serta kecantikan Luo Ning.
Bahkan ada beberapa murid baru yang memiliki niat buruk kepada mereka berdua, sedangkan para murid senior, mereka malah nampak bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya, karena mereka merasa mengenal pemuda tersebut, terlebih lagi dengan tatapan tajamnya yang sangat tidak asing bagi mereka.
"Dia mirip seseorang, tapi siapa?" gumam salah seorang murid senior.
"Hahahaha! Kak Feng akhirnya kau kembali juga!" ujar Feng Guan berteriak kencang, kemudian bergegas menghampiri Lin Feng dan Luo Ning.
Suara teriakan Feng Guan benar-benar sangat kencang, sehingga membuat semua orang yang ada di sekitar sana bisa mendengar suaranya, tapi berkat suara teriakan Feng Guan juga, mereka semua akhirnya mengetahui siapa pemuda tersebut, yang tidak lain adalah Lin Feng.
Para murid baru yang sebelumnya memiliki niat buruk terhadap mereka, tiba-tiba saja gemetaran dan merasa bersyukur karena tidak jadi melakukan niat buruk tersebut. Jika tidak, mungkin mereka akan berakhir saat itu juga.
Meskipun mereka adalah murid baru dan belum pernah bertemu dengan Lin Feng, namun cerita kekejaman dan kehebatan Lin Feng, sudah menjadi hal yang wajib untuk di ketahui oleh semua murid baru di sekte Phoenix Emas, tujuannya adalah, agar merek semua bisa termotivasi untuk menjadi kuat seperti Lin Feng.
Cerita tersebut memang berhasil, bahkan hampir semua murid sekte Phoenix Emas benar-benar menjadikan Lin Feng sebagai panutan mereka dalam belajar dan berlatih, tapi tidak semua murid mempercayai cerita tersebut, bahkan masih ada saja yang menganggapnya sebagai omong kosong belaka, terlebih lagi, mereka tidak melihatnya secara langsung.
"Feng Guan? Apa itu kau?" tanya Lin Feng.
"Benar sekali, aku adalah Feng Guan adik seperguruan kak Feng!" jawab Feng Guan.
"Mari ikuti aku menemui guru dan yang lainnya" ajak Feng Guan.
Mereka bertiga kemudian pergi menuju ke kediaman tetua Liu Changhai yang sekarang telah berubah total, terlebih lagi sejak datangnya putri dan kedua pangeran kekaisaran Feng, kediaman yang semula sepi dan tenang, telah berubah menjadi ramai dan bising.