
Lin Hua sangat terkejut saat melihat semua anggota keluarga Lin sedang berkumpul di dalam gerbang dan sedang berlutut di hadapannya, padahal awalnya Lin Hua merasa bahwa dirinya tidak akan diterima lagi oleh anggota keluarga Lin.
Tapi sepertinya apa yang dia pikirkan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataannya, karena sekua anggota keluarga Lin masih sangat menghormatinya dan mereka juga sudah menunggu kepulangan Lin Hua sejak lama, bahkan selama ini seluruh anggota keluarga Lin sangat berharap agar bisa bertemu lagi dengan tuan putri keluarga mereka yang sangat mereka sayangi.
"Ka-kalian semua kenapa berlutut?" tanya Lin Hua.
"Tentu saja untuk menyambut kedatanganmu ibu" jawab Lin Feng.
"Feng'er, apa kau yang menyiapkan semua ini?" tanya Lin Hua.
"Sama sekali tidak ibu, ini semua murni dari kehendak seluruh anggota keluarga kita, mereka semua sangat senang ketika mendengar bahwa ibu akan kembali" jawab Lin Feng.
"Te-terimakasih semuanya" ucap Lin Hua.
"Baiklah, karena putriku sudah berada di sini, maka kita harus mengadakan pesta yang meriah malam ini" ujar Lin Jianheeng.
"Baik patriark" jawab semua orang serempak.
Setelah itu semua orang langsung membubarkan diri untuk melakukan persiapan pesta yang akan mereka adakan malam ini, setelah semuanya pergi melakukan persiapan, Lin Jianheeng kemudian mengajak Lin Hua untuk langsung menuju ke kediamannya, begitu juga dengan ibu Lin Tian yang juga di perbolehkan tinggal bersama Lin Hua.
"Eh, ternyata tidak ada yang berubah sama sekali" ucap Lin Hua saat melihat kediamannya.
"Hua'er, silahkan kau beristirahat saja terlebih dahulu, ayah akan menemui para tetua keluarga" ujar Lin Jianheeng.
"Baik ayah" jawab Lin Hua.
Lin Jianheeng kemudian langsung pergi meninggalkan Lin Hua dan ibu Lin Tian, alasan Lin Jianheeng bergegas pergi adalah karena sebelumnya dia bisa merasakan adanya keberadaan aura aneh di keluarga Lin, meskipun Lin Jianheeng berada jauh dari wilayah klan, tapi dia masih bisa mengetahui keadaan dan kondisi klan.
Keluarga Lin, mempunyai sebuah benda pusaka yang berbentuk kristal besar yang berada di ruang rahasia keluarga Lin, kristal tersebut bernama Kristal Aura Kehidupan, dengan kristal tersebut Lin Jianheeng bisa mengetahui apapun yang terjadi pada klan dan juga Lin Jianheeng akan langsung bisa mengetahui jika ada musuh yang menyusup masuk ke keluarga Lin.
Jika ada seseorang yang masuk ke wilayah keluarga Lin dan memiliki niat jahat, maka kristal aura kehidupan akan langsung bisa mendeteksinya dan tentunya Lin Jianheeng yang sudah terhubung dengan kristal tersebut juga bisa merasakannya. Itulah kenapa saat di kota Awan, Lin Jianheeng tidak ingin berlama-lama, karena dia khawatir akan terjadi kekacauan di keluarganya.
Jika saja Lin Jianheeng tidak mengkhawatirkan keluarganya dan tidak ada penyusup yang masuk ke keluarga Lin, mungkin Lin Jianheeng sudah pasti membuat kekacauan yang besar di kota Awan, sebab Lin Jianheeng sangat tidak suka jika ada yang berani mengganggu urusannya.
"Kakek, kau mau kemana?" tanya Lin Feng.
"Feng'er kakek ada sedikit urusan, apa kau perlu sesuatu?" tanya Lin Jianheeng.
"Tidak apa-apa kakek, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang penting pada kakek" jawab Lin Feng.
"Memangnya apa yang ingin kau katakan?" tanya Lin Jianheeng.
"Saat kakek dan paman pergi menjemput ibu, ada seorang pembunuh bayaran yang menyelinap masuk ke keluarga kita, aku tidak tau apa tujuannya karena selama berada di sini, pembunuh bayaran tersebut sama sekali tidak melakukan apapun" jawab Lin Feng.
"Apa maksud kakek?" tanya Lin Feng.
"Kakek juga bisa merasakan ada yang menyusup masuk ke keluarga Lin, hanya saja kakek tidak tau bahwa orang itu adalah pembunuh bayaran, tapi kakek juga tidak menyangka bahwa kau bisa mengetahuinya" jawab Lin Jianheeng.
"Bagaiamana kakek bisa mengetahuinya?" tanya Lin Feng bingung.
Lin Jianheeng kemudian menceritakan kepada Lin Feng tentang benda pusaka yang dimiliki oleh keluarga Lin yang bisa mendeteksi jika ada yang mencoba berniat jahat kepada keluarga Lin, hanya saja benda pusaka tersebut tidak bisa mengetahui yang datang tersebut adalah pembunuh bayaran atau yang lainnya, benda pusaka tersebut hanya bisa mendeteksi niat jahat yang mereka miliki.
"Ternyata begitu ya, syukurlah karena keluarga Lin memiliki benda seperti itu" ucap Lin Feng.
"Lalu kau sendiri, bagaimana kau bisa mengetahuinya?" tanya Lin Jianheeng.
"Itu karena di dunia ini, tidak ada seorangpun pembunuh bayaran yang bisa menyembunyikan niat membunuh mereka di hadapanku" jawab Lin Feng.
Karena percakapan mereka sangat serius, Lin Jianheeng kemudian mengajak Xiao Lang untuk pergi ke tempat rahasia yang ada di keluarga Lin, tempat tersebut adalah tempat dimana kristal aura kehidupan berada.
Ketika sampai di tempat tersebut, Lin Feng langsung merasa kagum saat melihat sebuah kristal besar yang tertanam di tanah serta memancarkan aura kehidupan yang sangat besar.
"Kristal ini sangat besar, aura kehidupan yang dimiliki oleh kristal ini juga sangat besar" gumam Lin Feng.
"Sekarang mari kita bahas tentang pembunuh bayaran yang datang ke keluarga kita" ucap Lin Jianheeng.
Lin Feng kemudian mengatakan kepada kakeknya bahwa ada kemungkinan besar pembunuh bayaran yang mencoba membunuhnya saat di sekte Phoenix Emas dan pembunuh bayaran yang datang ke keluarga Lin dikirim oleh orang yang sama, hanya saja tujuan mereka yang berbeda, sebab pembunuh bayaran yang datang ke keluarga Lin tidak melakukan apa-apa, padahal kekuatannya jauh lebih besar dari pembunuh bayaran yang datang ke sekte Phoenix Emas.
"Aku sangat yakin bahwa pembunuh bayaran yang datang ke keluarga Lin hanya bertugas untuk mencari informasi mengenai diriku" ucap Lin Feng.
"Sialan, jika saja aku tahu siapa yang mengirim pembunuh bayaran tersebut, aku pasti akan menghancurkan seluruh keluarganya" ujar Lin Jianheeng.
"Kakek, untuk saat ini sebaiknya kita bersabar saja karena aku sangat yakin pembunuh bayaran tersebut akan datang lagi, tapi sepertinya yang akan datang kali ini akan jauh lebih kuat lagi" jawab Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memberitahukan masalah ini kepada kedua pamanmu, aku juga akan meminta mereka untuk menyelidiki masalah ini dan mencari tahu siapa yang telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhmu" ucap Lin Jianheeng.
"Ah ya, ada sesuatu yang ingin kakek berikan padamu" lanjutnya.
"Memangnya apa yang ingin kakek berikan padaku?" tanya Lin Feng.
"Ambillah ini" ucap Lin Jianheeng sambil memberikan sebuah buku kuno yang sudah usang kepada Lin Feng.
Setelah itu, Lin Jianheeng mengatakan kepada Lin Feng bahwa buku tersebut ia temukan secara tidak sengaja saat ia berpetualang sewaktu muda, Lin Jianheeng juga mengatakan bahwa dia hanya mengingat bahwa buku tersebut ia temukan di sebuah gua, lalu mengenai dimana keberadaan gua tersebut ia sudah tidak mengingatnya lagi.