
Setelah selesai makan, mereka bertiga kemudian pergi menuju ke ruang tahta, tapi di tengah-tengah perjalanan, Luo Ning tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, kemudian meminta izin kepada ayahnya untuk tidak ikut ke ruang tahta, karena dia ingin berlatih tanding dengan Lin Feng.
Luo Ming An langsung menyetujui permintaan putrinya tersebut, lagipula mereka berdua tidak terlalu dibutuhkan di ruang tahta, terlebih lagi, Luo Ming An memang ingin mereka memiliki waktu berdua saja, agar hubungan Luo Ning dan Lin Feng semakin dekat.
"Ning'er, ingatlah untuk mengunjungi kakakmu di sekte pedang suci" ucap Luo Ming An.
"Baik ayah, setelah latihan nanti aku akan mengunjunginya" ujar Luo Ning.
Setelah itu, mereka berdua langsung pergi menuju ke lapangan pelatihan, sementara Luo Ming An langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruang tahta, untuk menemui para petinggi istana, yang telah menunggu kedatangannya sejak tadi.
Sebenarnya Luo Ming An sangat ingin melihat latihan mereka, namun untuk sekarang dia tidak bisa bersantai, karena kekaisaran sedang berada dalam keadaan genting, terlebih lagi, ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan para petinggi istana.
***
Sementara itu, di lapangan pelatihan istana kekaisaran, Luo Ning terlihat sedang bersiap-siap untuk memulai latihannya bersama Lin Feng, sementara Lin Feng sendiri masih terlihat santai dan sepertinya enggan untuk melakukan latihan tersebut.
Melihat raut wajah Lin Feng yang sepertinya enggan untuk latihan dengannya, membuat Luo Ning menjadi sangat kesal, tanpa mengucapkan sepatah katapun, Luo Ning langsung melompat ke arah Lin Feng dan kemudian menyerangnya.
Meskipun masih dalam keadaan belum siap, tapi Lin Feng tetap bisa menghindari serangan cepat Luo Ning dengan mudahnya, bahkan Lin Feng hanya menggunakan satu tangannya untuk menahan pukulan ataupun tendangan Luo Ning.
"Kenapa kau tiba-tiba menyerang?" tanya Lin Feng.
"Memangnya kenapa? Bukankah seorang Assassin memang melakukan serangan secara tiba-tiba?" tanya Luo Ning, sambil terus menyerang Lin Feng.
"Yang kau katakan memang benar, tapi serangan seperti itu hanya mempan kepada Assassin biasa" jawab Lin Feng.
"Kau terlalu sombong, memangnya kau Assassin spesial?" tanya Luo Ning kesal.
"Tidak! Aku bukan Assassin spesial, tapi aku adalah Night King!" jawab Lin Feng.
Lalu dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng menangkap tangan Luo Ning, setelah itu Lin Feng memutarnya ke belakang dan kemudian menekuk tangan Luo Ning di belakang punggungnya sendiri.
Luo Ning mencoba melawan dengan menyerang Lin Feng menggunakan sikutnya, tapi tangannya malah berhasil ditangkap oleh Lin Feng, kemudian Lin Feng melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
Sekarang, kedua tangan Luo Ning telah terkunci di punggungnya sendiri, Luo Ning mencoba untuk memberontak tapi tidak bisa, karena kekuatan Lin Feng yang jauh lebih besar darinya.
"Bagaimana? Apa sekarang kau mau menyerah?" tanya Lin Feng berbisik di telinga Luo Ning.
"Jangan harap!" ujar Luo Ning, kemudian menyerang Lin Feng dengan kepalanya sendiri.
Karena posisi mereka yang berdekatan, serta serangan yang sangat tidak terduga tersebut, sehingga membuat Lin Feng benar-benar tidak bisa menghindarinya, akibat benturan kepala Luo Ning yang cukup keras, Lin Feng sampai kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.
Namun sayangnya, genggaman tangan Lin Feng masih belum terlepas dari tangan Luo Ning, sehingga saat Lin Feng terjatuh, Luo Ning juga ikut terjatuh dan menimpa tubuh Lin Feng, yang membuat posisi mereka bisa membuat orang lain salah faham jika melihatnya.
Cukup lama keduanya berada dalam posisi tersebut, sampai membuat wajah Luo Ning sedikit memerah, ketika matanya dan mata Lin Feng saling bertatapan, bahkan jantungnya tiba-tiba saja bertedak dengan kencang dan terdengar jelas oleh Lin Feng.
"Sampai kapan kau akan berada di atasku?!" tanya Lin Feng sinis.
"Ma-maaf" jawab Luo Ning, kemudian bergegas bangkit dan berdiri kembali.
"Tadi itu benar-benar tidak terduga, bahkan kepalaku sampai pusing karena seranganmu" ucap Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu kita akhiri saja, aku juga ingin menemui kak Yuan di sekte pedang suci" lanjutnya, kemudian pergi meninggalkan Lin Feng sendirian.
Lin Feng menggelengkan kepalanya melihat kepergian Luo Ning, dia benar-benar masih tidak percaya dengan serangan yang dilakukan Luo Ning sebelumnya, bahkan Lin Feng tidak pernah berpikir bahwa Luo Ning akan melakukan serangan seperti itu.
"Sial! Kepalanya benar-benar keras" gumam Lin Feng sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Apa tuan baik-baik saja?" tanya Huise.
"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing saja" jawab Lin Feng.
"Huise, apa menurutmu kekaisaran Qian akan berhasil membangkitkan dewa iblis?" tanya Lin Feng.
"Entahlah tuan, aku juga tidak mengetahui tentang hal itu, tapi jika mengingat perkataan yang mulia Dewi sebelumnya, kemungkinan mereka akan berhasil melakukannya" jawab Huise.
"Kalau memang begitu, berarti aku memang harus meminta bantuan rakyat dunia bawah" ucap Lin Feng.
Lin Feng tiba-tiba saja menghela nafas panjang. "Pada akhirnya, kehidupanku tetap tidak berjalan sesuai keinginanku sendiri" gumamnya.
"Maksud tuan?" tanya Huise bingung.
"Ya, pada akhirnya kehidupanku di dunia ini tetap mengikuti aturan yang telah dibuat oleh Dewi Nuwa, padahal aku sangat berharap bisa bebas melakukan apapun, tanpa harus mengikuti aturan orang lain" jawab Lin Feng.
"Bersabarlah tuan, mungkin yang mulia Dewi memiliki alasan untuk melakukan ini semua, aku yakin tuan akan mendapatkan kebebasan setelah mengatasi masalah dunia ini" ucap Huise mencoba menghibur Lin Feng.
"Entahlah, tapi semoga saja aku memang bisa mendapatkan kebebasan itu" ujar Lin Feng.
Setelah itu, Lin Feng kemudian pergi meninggalkan lapangan pelatihan dan memilih untuk berjalan-jalan di ibukota, untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedang kacau, karena memikirkan begitu banyak masalah yang akan segera terjadi.
***
Sementara itu, setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, Luo Ning akhirnya sampai di lembah pedang, yang merupakan tempat berdirinya sekte pedang suci. Saat ini, Luo Ning sedang berada di gerbang sekte karena dihentikan oleh para murid penjaga gerbang.
"Maaf nona, jika ingin masuk ke lembah pedang anda harus menunjukkan identitas anda, setidaknya anda harus membuka penutup wajah anda" ucap salah seorang murid penjaga gerbang.
Luo Ning tidak menjawab perkataan murid tersebut, ia kemudian mengeluarkan lencana khusus yang telah diberikan oleh pemimpin sekte kepadanya, lalu ia menunjukkan lencana tersebut kepada para murid penjaga gerbang.
Baru saja Luo Ning menunjukkan lencana tersebut, mereka semua langsung mempersilahkan Luo Ning untuk masuk ke lembah pedang, karena mereka semua mengetahui bahwa pemegang lencana tersebut hanya ada dua orang, yang merupakan murid khusus pemimpin sekte serta putra dan putri kaisar Luo.
"Ternyata dia adalah nona Luo, sepertinya dia telah menyelesaikan misinya di kekaisaran Qian" ucap salah seorang murid.
"Sepertinya begitu" ujar murid lainnya.
"Aku benar-benar mengagumi nona Luo, selain kemampuannya yang sangat hebat, kecantikannya juga sangat luar biasa, andaikan saja aku adalah keluarga bangsawan, mungkin aku akan memberanikan diri untuk melamarnya" ucap yang lain.
"Apa kau sudah gila, bukankah pangeran Luo Yuan sudah mengatakan bahwa kekasih nona Luo adalah Lin Feng? Yang dulu pernah membuat kekacauan di sekte kita" ujar murid yang di sebelahnya.
"Kau benar juga, membayangkannya saja sudah membuatku merinding" jawab murid sebelumnya.