
Setelah berbincang-bincang cukup lama, mereka semua akhirnya memutuskan untuk pergi ke wilayah klan Huang, karena Lin Feng harus segera menyelesaikan urusannya dengan Huang Zhong. Awalnya mereka masih tidak setuju dengan keputusan Lin Feng, tapi Lin Feng tetap memaksakan keinginannya, Lin Feng juga menjelaskan kepada mereka, jika dendam tersebut tidak diakhiri sekarang, maka selamanya akan selalu ada permusuhan diantara mereka berdua.
Meskipun begitu, mereka masih meragukan keputusan Lin Feng, Li Haochun bahkan mengatakan jika yang namanya dendam tidak akan pernah berakhir, karena setiap satu dendam berhasil diselesaikan maka akan ada dendam lainnya, tapi Lin Feng justru mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menyisakan satupun dendam terhadap dirinya, karena ia sendiri yang akan memutus tali dendam tersebut dengan cara menghancurkannya sampai ke akar-akarnya.
Mereka semua sedikit bingung dengan perkataan Lin Feng, karena agak sulit bagi mereka untuk mengartikan perkataan Lin Feng, namun jika diartikan maka artinya, Lin Feng akan memusnahkan seluruh keluarga Huang, tapi mereka sedikit meragukan hal tersebut, karena mereka berpikir jika Lin Feng tidak mungkin bisa melawan klan Huang sendirian, namun pada akhirnya, mereka semua setuju untuk ikut bersama Lin Feng menuju ke wilayah keluarga Huang, karena mereka semua takut akan terjadi sesuatu pada Lin Feng.
Setibanya di wilayah keluarga Huang, kedatangan Lin Feng rupanya telah ditunggu oleh semua anggota keluarga atau klan Huang, mereka semua langsung mengarahkan tatapan tajam dan penuh dengan aura membunuh pada Lin Feng, tatapan tajam mereka semua, sama halnya dengan tatapan sekelompok serigala yang melihat kelinci mendatangi wilayah mereka, mereka bahkan sudah sangat tidak sabar untuk menerkam kelinci tersebut.
Akan tetapi, Lin Feng justru masih nampak tenang dan santai, ia bahkan tidak terpengaruh sedikitpun dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang mereka keluarkan, namun ketenangan Lin Feng bukanlah ketenangan yang sama seperti orang lain, karena ketenangan Lin Feng adalah pertanda akan datangnya kehancuran yang sangat luar biasa, bahkan mungkin bisa lebih mengerikan lagi.
Berbeda dengan Lin Feng yang nampak santai dan tenang, Li Haochun dan yang lainnya justru nampak gelisah dan khawatir karena tatapan tajam semua anggota keluarga Huang, mereka bahkan sangat bersyukur karena bisa menemani Lin Feng datang ke keluarga Huang, karena dengan adanya mereka, anggota keluarga Huang tidak akan berani melakukan sesuatu yang licik terhadap Lin Feng. Jika tidak, mereka semua benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Lin Feng.
"Orang-orang ini sepertinya sangat membenci Lin Feng, kalau begitu kita tidak boleh jauh-jauh darinya" Li Haochun sengaja berbicara dengan pelan pada Wu Bian dan Mei Yin, agar perkataannya tidak didengar oleh seorangpun dari anggota klan Huang.
"Baiklah, kami mengerti" jawab keduanya serempak.
Tidak lama kemudian mereka semua akhirnya sampai di depan sebuah arena pertarungan yang lumayan luas, arena yang disiapkan secara khusus oleh Huang Zhong tersebut, berbentuk panggung bulat yang tidak terlalu tinggi dan di bawahnya dikelilingi oleh besi-besi besar yang runcing. Jika terjatuh dari panggung tersebut, sudah dipastikan tidak akan bisa selamat lagi.
"Akhirnya kau datang juga, padahal aku sempat berpikir jika kau akan kabur karena takut" ucap Huang Zhong yang sudah berada di atas panggung pertarungan.
"Aku tidak akan kabur dari tantangan apapun, aku juga tidak pernah mengenal yang namanya rasa takut" jawab Lin Feng, kemudian melompat naik ke atas arena pertarungan.
"Hahahaha, bagus! karena dengan begitu, kau tidak akan terlalu takut dengan kematian yang akan segera menghampirimu" ucap Huang Zhong.
"Aku tersanjung karena kau mengkhawatirkan aku, tapi lebih baik kau mengkhawatirkan dirimu sendiri, karena biasanya, orang yang lebih tua adalah orang yang akan mati lebih dulu!" kata Lin Feng, kemudian menunjukkan senyuman khasanah.
"Benar sekali, tunjukkan terus senyuman itu kepadaku, agar aku bisa membalaskan kematian putriku dengan lebih kejam lagi!" ujar Huang Zhong.
Huang Zhong, menciptakan sebilah pedang dari energi spiritualnya, ia kemudian melesat maju dan menyerang Lin Feng dengan sangat ganas, setiap serangannya selalu ia arahkan ke leher Lin Feng, agar ia bisa memenggal kepala Lin Feng sama seperti Lin Feng memenggal kepala putrinya dulu.
Tapi apakah setelah itu dia akan berhenti? Tentu saja tidak, dia tentunya tidak akan berhenti sebatas itu saja, yang pastinya ia akan membalaskan kematian putrinya berkali-kali lipat dari apa yang dulu Lin Feng lakukan, bahkan ia berpikir untuk memotong-motong tubuh Lin Feng menjadi beberapa bagian.
"Bocah sialan! Apakah kau hanya bisa menghindar saja?!" Huang Zhong semakin kesal, karena serangannya selalu dihindari oleh Lin Feng.
"Sebenarnya aku tidak terlalu ahli dalam menghindari serangan, tapi karena serangan mu terlalu lambat, jadi aku bisa menghindarinya dengan mudah" jawab Lin Feng.
Li Haochun dan yang lainnya hanya bisa ternganga mendengar perkataan Lin Feng, karena bagi mereka semua, serangan Huang Zhong benar-benar sangat cepat, bahkan mereka semua sampai tidak yakin apakah akan bisa menghindari satu serangan Huang Zhong atau tidak, dengan kecepatan yang sangat luar biasa, bukan tidak mungkin bagi Huang Zhong untuk membunuh lawannya tanpa di sadari.
Akan tapi Lin Feng justru menganggap serangan Huang Zhong masih terlalu lambat, mereka kebingungan dan tidak tahu harus memberikan komentar apa, tapi dari apa yang mereka lihat sejak tadi, mereka bisa mengambil kesimpulan jika perkataan Lin Feng memang benar, karena Lin Feng masih bisa menghindari serangan Huang Zhong dengan mudah. Meski begitu, mereka masih sulit untuk percaya pada perkataan Lin Feng, karena yang mereka lihat, serangan Huang Zhong benar-benar sangat luar biasa cepat.
Berbeda dengan Li Haochun dan yang lainnya yang nampak kebingungan, Huang Zhong justru malah semakin kesal dan marah mendengar perkataan Lin Feng, karena kata-kata tersebut diucapkan oleh Lin Feng untuk menghina dirinya, Li Haochun bahkan tidak bisa lagi mengontrol amarahnya sendiri, ia menyerang Lin Feng dengan membabi buta, tidak peduli apakah serangannya akan mengenai Lin Feng atau tidak, yang jelas dia hanya ingin membunuh Lin Feng saat itu juga.
Sementara itu, Lin Feng justru tertawa licik di dalam hatinya, ia benar-benar senang ketika melihat marah Huang Zhong yang meluap-luap, selain itu, Lin Feng juga sangat senang karena jurus andalannya selalu berhasil mempengaruhi lawannya. Jurus andalannya tidak lain adalah memprovokasi lawan dengan kata-kata hinaan dan terbukti, jurus tersebut selalu berhasil membuat lawannya marah sampai lepas kendali.
Sebenarnya Lin Feng bisa saja langsung membunuh Huang Zhong dengan sekali tebasan, tapi tidak ada gunanya ia mengeluarkan tenaga untuk melawan orang seperti Huang Zhong, jadi ia menggunakan jurus andalannya untuk memancing amarah Huang Zhong, dengan begitu, Huang Zhong akan menyerangnya dengan membabi-buta sampai kehabisan tenaga.
"Hampir semua orang di dunia ini mempunyai kelemahan yang sama, yaitu sangat mudah diprovokasi, bahkan hanya dengan kata-kata mereka sudah kehilangan kesabaran dan ketenangannya" Lin Feng berbicara dalam hatinya.