Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-207. Permintaan Luo Ming An & Luo Yuan


Setelah hampir dua jam berlalu, akhirnya Lin Feng dan Luo Ning mengakhiri pertarungan mereka berdua, keduanya nampak kelelahan karena telah bertarung selama satu jam lebih tanpa henti, meskipun begitu, senyum kebahagiaan nampak terukir jelas di wajah mereka berdua, karena mereka benar-benar merasa puas dengan pertarungan yang baru saja terjadi.


Keduanya nampak sangat seimbang dalam hal kecepatan dan kekuatan fisik, tapi tentunya Lin Feng masih jauh lebih unggul dalam hal tenaga dalam, bahkan tingkat kultivasi Lin Feng masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Luo Ning, tingkat kultivasi Luo Ning sendiri masih berada di ranah Earth Spiritual bintang 7, sementara Luo Yuan berada di ranah Earth Spiritual bintang 8.


Akan tetapi, meskipun tingkat kultivasi Luo Yuan lebih tinggi satu tingkatan dibandingkan Luo Ning, tapi dalam hal kekuatan fisik ataupun kecepatan, Luo Ning sangat jelas lebih unggul bila dibandingkan dengan kakaknya tersebut, karena Luo Ning memiliki tubuh spesial, yang telah ia bawa sejak lahir.


"Kau benar-benar hebat, bahkan kau sanggup menandingi kecepatan ku" ucap Luo Ning.


"Terimakasih, kecepatan dan kekuatanmu juga sangat luar biasa" ujar Lin Feng.


"Kau terlalu memuji, meskipun kau tidak menunjukkan tingkat kultivasimu, tapi aku bisa merasakan bahwa kau sudah berada di ranah puncah Earth Spiritual, atau bahkan sudah masuk ke ranah Heaven Spiritual" ucap Luo Ning.


Luo Ming An dan Luo Yuan yang sejak tadi memperhatikan jalannya pertarungan mereka, langsung bertepuk tangan saat mereka berdua berhenti bertarung, Luo Ming An dan Luo Yuan nampak sangat kagum dengan kehebatan mereka berdua, khusunya Lin Feng, karena mereka berdua sama sekali tidak menyangka bahwa Lin Feng benar-benar sangat hebat.


"Meskipun dia terlihat seimbang dengan Ning'er, tapi entah kenapa aku merasa kekuatannya masih jauh berada di atas tingkatan Ning'er, bahkan mungkin dia mampu bertarung dengan seorang Expert" ucap Luo Ming An.


"Apa ayah serius? Apakah Lin Feng benar-benar sehebat itu?" tanya Luo Yuan penasaran.


"Entahlah, ayah hanya sekedar menebak saja" jawab Luo Ming An.


Setelah itu, Luo Ming An dan Luo Yuan langsung menghampiri mereka berdua, Luo Ming An dan Luo Yuan kemudian mengajak mereka berdua untuk kembali ke istana, agar mereka berdua bisa beristirahat dan bisa mengobrol dengan tenang. Selain itu, mereka juga harus segera makan, karena Lin Feng dan Luo Yuan, masih belum makan sejak pagi.


Di dalam istana, tepatnya di ruang makan yang ada di dalam istana kekaisaran, Lin Feng beserta Luo Ming An dan kedua anaknya, nampak sedang makan bersama, namun selama makan di ruangan tersebut, Lin Feng tidak banyak bicara dan hanya memakan makanannya dengan tenang dan hanya akan berbicara jika ditanyakan sesuatu.


Luo Ming An dan Luo Yuan saling berpandangan, mereka berdua sama-sama tersenyum dan kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan, pasalnya sifat Lin Feng yang selalu diam dan hanya akan bicara jika ditanyakan sesuatu, benar-benar sangat mirip dengan sifat Luo Ning, hanya saja, Luo Ning akan marah jika diberikan pertanyaan yang tidak penting, karena menurutnya terlalu mengganggu.


"Ayah, apa hanya aku yang berpikir kalau mereka berdua seperti telah ditakdirkan untuk bersama?" tanya Luo Yuan berbisik-bisik.


"Apa yang kau katakan memang benar, karena ayah juga berpikiran hal yang sama, coba kau perhatikan mereka berdua, raut wajah mereka yang selalu serius juga terlihat sama" jawab Luo Ming An.


"Aku hanya bisa berharap agar mereka berdua benar-benar ditakdirkan untuk bersama" ucap Luo Yuan pelan.


"Semoga saja" ujar Luo Ming An.


Setelah selesai makan, Lin Feng langsung berpamitan kepada Luo Ming An dan Luo Yuan, karena dia ingin segera kembali ke penginapan agar bisa beristirahat, namun Luo Ming An malah melarang Lin Feng untuk kembali ke penginapan, bahkan Luo Ming An telah menyiapkan sebuah kamar untuk tempat Lin Feng beristirahat.


"Aku mohon Lin Feng, jangan menolak permintaan orang tua ini, anggap saja semua ini aku lakukan untuk menjalin hubungan baik antara kita berdua, lagipula, Yuan'er juga sudah menganggap dirimu sebagai saudaranya" ucap Luo Ming An memohon.


Setelah membujuk Lin Feng dengan berbagai cara, akhirnya Lin Feng mau tinggal di istana selama beberapa hari, meskipun agak dipaksa, namun Lin Feng juga tidak bisa membuat mereka berdua kecewa, karena akibatnya akan membuatnya semakin kerepotan kedepannya nanti.


Mereka berdu tentunya tidak mungkin menyerang Lin Feng, ataupun menganggap Lin Feng sebagai musuh, hanya karena Lin Feng menolak permintaan mereka, tapi yang jelas, mereka berdua tidak akan pernah berhenti mengganggu ketenangan Lin Feng, sampai Lin Feng mau menerima permintaan mereka berdua.


"Hahahaha! Terimakasih saudaraku, akhirnya aku mempunyai teman untuk mengobrol" ucap Luo Yuan.


"Yuan'er, sekarang kau antarkan Lin Feng menuju kamarnya, agar dia bisa beristirahat" ujar Luo Ming An.


"Baik ayah" jawab Luo Yuan.


"Mari saudaraku, biar aku tunjukkan dimana kamar mu" ajak Luo Yuan.


Luo Yuan kemudian mengajak Lin Feng menuju ke kamar yang telah disiapkan untuknya, setelah kepergian mereka berdua, Luo Ming An langsung mengalihkan pandangannya ke arah Luo Ning yang hanya diam sejak tadi, Luo Ming An tersenyum kemudian meletakkan tangannya di kepala Luo Ning dan mengelus rambutnya pelan.


"Ada apa ayah?" tanya Luo Ning bingung dengan tingkah ayahnya tersebut.


"Tidak apa-apa Ning'er, ayah hanya tidak menyangka saja kalau putri kecil ayah, sekarang sudah dewasa dan menjadi tuan putri yang sangat hebat" jawab Luo Ming An.


"Kekuatanku masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan ayah" ucap Luo Ning.


"Hahahaha! Sekarang kau memang bisa berkata demikian, tapi ayah yakin kau akam segera menyusul ayah, bahkan mungkin kekuatanmu akan jauh lebih besar dari ayah" ucap Luo Ming An.


"Sudahlah, sekarang kau kembali saja ke kamarmu, ayah yakin kau sudah sangat lelah" lanjutnya.


"Baik ayah" jawab Luo Ning, kemudian pergi menuju ke kamarnya.


Senyum yang sebelumnya terukir di wajah Luo Ming An langsung menghilang saat putrinya pergi, meskipun wajahnya nampak bahagia, namun hatinya benar-benar tidak tenang ketika memikirkan putrinya, karena mau bagaimanapun juga, Luo Ming An adalah seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya, tentunya Luo Ming An ingin anaknya merasakan kebahagiaan.


"Ning'er, kapan kau akan membuang kesedihan dalam hatimu itu, sudah sangat lama kau diam dalam kesedihan karena kematian ibumu" gumam Luo Ming An.


"Ayah hanya berharap agar kau bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, yang bisa membuatmu kembali ceria seperti dulu lagi" lanjutnya kemudian pergi dari tempat tersebut.