Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-129. Dengan senang hati guru!


Sementara itu, di kediaman tetua Liu Changhai, Lin Tian nampak sedang menyiapkan makanan untuk mereka berdua, biasanya Lin Tian selalu memasak bersama Lin Feng, namun sejak kepergiannya, Lin Tian selalu memasak sendiri, suasana kediaman tetua Liu Changhai juga bertambah sepi sejak kepergian Lin Feng.


Seringkali tetua Liu Changhai dan Lin Tian merindukan sosok Lin Feng, meskipun sikapnya dingin dan kaku, namun dengan adanya Lin Feng, keceriaan dan semangat mereka pasti akan bertambah, karena Lin Feng selalu mengajarkan mereka untuk tidak menyerah dengan keadaan.


Setelah selesai memasak, Lin Tian kemudian membawa makanan tersebut ke meja makan, yang mana di meja makan tersebut, tetua Liu Changhai sudah menunggu dengan perut yang keroncongan, raut wajahnya nampak agak sedikit kesal, karena Lin Tian terlambat memasak makanan untuk mereka berdua.


"Akhirnya selesai juga, aku kira kau akan membuatku menunggu lebih lama lagi" ujar tetua Liu Changhai.


"Maaf guru, aku benar-benar ceroboh" jawab Lin Tian.


"Nasibku benar-benar sial, mempunyai dua orang murid yang tidak berbakti, yang satu pergi entah kemana, yang satu lagi pemalas" ucap Liu Changhai kesal.


"Guru, seharusnya guru bersyukur, karena telah memiliki murid hebat seperti aku dan kak Feng" ujar Lin Tian.


"Terserah kau saja, cepat makan" kata Liu Changhai.


Lin Tian sama sekali tidak marah karena ucapan gurunya barusan, karena Lin Tian menyadari bahwa kata-kata tersebut bukan berasal dari hati gurunya, melainkan berasal dari rasa rindu yang dia lampiaskan dengan kekesalan, tapi Lin Tian juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena dirinya juga merindukan Lin Feng.


Saat mereka berdua tengah menyantap makanan dengan lahap, Lin Tian secara tidak sengaja menatap keluar jendela, yang kebetulan tempat mereka makan tidak terlalu jauh dari salah satu jendela kediaman tersebut, Lin Tian memfokuskan pandangannya ke arah halaman kediaman mereka, karena di sana nampak ada seorang pria berpakaian serba hitam yang sedang berdiri menatap ke arah kediaman tetua Liu Changhai.


"Guru, ada seseorang sedang melihat kemari" ucap Lin Tian.


"Abaikan saja, mungkin dia adalah salah satu dari murid-murid yang jahil" jawab tetua Liu Changhai acuh.


"Aku rasa tidak begitu guru, karena orang itu terlihat sangat familiar" ujar Lin Tian.


"Memang siapa ya.."


Ucapan tetua Liu Changhai tiba-tiba saja terpotong saat dia mengalihkan pandangannya ke arah halaman, raut wajah tetua Liu Changhai langsung berubah, saat matanya menatap seorang pemuda yang sedang berdiri di halaman kediamannya, meskipun berpenampilan layaknya seorang Assassin, namun tetua Liu Changhai tentunya mengetahui siapa orang tersebut.


Karena telah mengetahui siapa yang datang, tetua Liu Changhai langsung menghilang dari tempat makan dan langsung muncul di hadapan Lin Feng, tidak hanya itu saja, tetua Liu Changhai bahkan langsung melayangkan satu pukulan cepat ke arah Lin Feng.


Namun sesaat sebelum pukulan tersebut tepat mengenai wajah Lin Feng, tetua Liu Changhai tiba-tiba saja menghentikan pukulannya.


"Kenapa kau tidak menghindar?" tanya tetua Liu Changhai.


"Murid tidak akan pernah menghindar dari hukuman gurunya" jawab Lin Feng tegas.


"Aku bahkan tidak melihat adanya rasa takut dalam dirinya" batin tetua Liu Changhai.


"Dengan senang hati guru" jawab Lin Feng.


Tanpa basa-basi lagi, tetua Liu Changhai langsung melayangkan pukulan cepat ke arah Lin Feng sekali lagi, namun kali ini, Lin Feng langsung menghindar dengan melompat ke belakang, tetua Liu Changhai nampak sedikit terkejut dengan reaksi Lin Feng yang sudah jauh lebih cepat dari sebelumnya.


Akan tetapi, hal tersebut justru membuat tetua Liu Changhai merasa senang, tetua Liu Changhai kemudian melesat ke arah Lin Feng dan langsung menyerangnya lagi, namun Lin Feng lagi-lagi berhasil menghindari serangan cepat tersebut, tidak hanya menghindar, Lin Feng bahkan melakukan serangan balasan dengan melayangkan tendangan ke arah tetua Liu Changhai.


Tendangan cepat Lin Feng, berhasil ditahan oleh tetua Liu Changhai dengan menggunakan tangan kirinya, dengan sangat cepat, tetua Liu Changhai kembali melesatkan pukulan ke arah Lin Feng, namun pukulan tetua Liu Changhai hanya mengenai udara kosong, karena Lin Feng telah menghilang dari tempat tersebut.


"Hahahaha, ternyata kepergian mu selama setahun tidak sia-sia sama sekali!" ujar tetua Liu Changhai.


"Tentu saja guru, karena aku tidak ingin membuatmu merasa kecewa padaku" jawab Lin Feng yang telah muncul di belakang tetua Liu Changhai.


"Kalau begitu, hadapi aku dengan kekuatan penuh, tunjukkan padaku apa saja yang telah kau dapat selama setahun ini" ucap tetua Liu Changhai.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua langsung menghilang dari pandangan, bersamaan dengan itu, ledakan kecil yang terjadi karena pukulan yang beradu terdengar menggema sampai hampir ke seluruh sekte, pergerakan mereka berdua benar-benar sangat cepat, bahkan yang bisa terlihat hanyalah dua kilatan cahaya yang terus melesat kesana kemari.


Lin Tian yang juga menyadari siapa yang datang hanya bisa tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa gurunya benar-benar melakukan apa yang selama ini dia katakan. Sebelum Lin Feng kembali, tetua Liu Changhai selalu mengatakan akan menantang Lin Feng untuk berduel saat dia kembali nanti dan benar saja, ucapan tetua Liu Changhai memang benar-benar terbukti.


"Guru benar-benar nampak senang dengan kepulangan kak Feng" ucap Lin Tian sambil menyaksikan pertarungan mereka berdua.


**


Suasana sekte yang tenang dan para murid yang sedang sibuk melakukan kegiatan masing-masing, tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari kediaman tetua Liu Changhai, mereka semua tentunya menyadari bahwa suara ledakan tersebut terjadi karena adanya sebuah pertarungan.


Mereka yang merasa penasaran kemudian memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi, namun ada juga yang tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.


Tidak hanya para murid saja yang penasaran dengan suara pertarungan tersebut, bahkan pemimpin sekte dan para tetua juga ikut merasa penasaran, pasalnya sudah sangat lama, sekte merak tidak mendengar suara pertarungan yang sampai menyebabkan keributan seperti itu.


"Dari mana suara pertarungan ini berasal?" tanya Jin Feng Huang.


"Dari kediaman tetua Liu Changhai pemimpin" jawab seorang tetua.


"Aneh, selama setahun ini kediaman tetua Liu Changhai selalu sepi, lalu kenapa sekarang ada suara pertarungan?" tanya Jin Feng Huang.


"Kami juga tidak tahu pemimpin, mungkin tetua Liu Changhai sedang berlatih dengan muridnya" jawab tetua yang lain.


"Kalau begitu, sebaiknya kita ke sana untuk memeriksanya" ajak Jin Feng Huang.