Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-135. Night King 1


Lin Feng yang sedang fokus berlatih tiba-tiba saja menghentikan latihannya, tatapan matanya yang tajam tertuju ke satu arah yang berada di luar tembok sekte Phoenix Emas, meskipun hanya sedikit dan terasa samar, namun Lin Feng bisa mengetahui bahwa ada pembunuh bayaran yang sedang berada di luar gerbang sekte.


"Mereka benar-benar tidak pernah belajar dari kesalahan" gumam Lin Feng kemudian menghilang dari halaman kediaman tetua Liu Changhai.


Tidak lama kemudian, Lin Feng telah muncul kembali di luar tembok sekte, tepatnya di hadapan pembunuh bayaran yang sekarang langkahnya terhenti karena kemunculan Lin Feng, tubuh pembunuh bayaran tersebut tiba-tiba bergetar, hanya dengan melihat tatapan tajam yang ditunjukkan oleh Lin Feng.


"Katakan padaku, dengan cara seperti apa kau ingin mati!?" tanya Lin Feng sinis.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Lin Feng membuat pembunuh bayaran menjadi merinding, tubuhnya gemetar hebat, bahkan lututnya terasa sangat lemas dan tidak sanggup lagi untuk berdiri, melihat Lin Feng yang sekarang, tidak ada ubahnya seperti melihat dewa kematian yang siap mencabut nyawanya kapan saja.


Dengan tubuh bergetar dan keringat dingin yang mulai bercucuran, pembunuh bayaran tersebut langsung memutar tubuhnya dan langsung pergi dari tempat tersebut, meskipun wajahnya ditutupi oleh topeng tengkorak, namun sangat jelas terlihat bahwa dia benar-benar merasa takut dengan Lin Feng.


"Cih, jangan pernah berpikir untuk bisa kabur setelah kau datang ke sini" ujar Lin Feng kemudian pergi menyusul pembunuh bayaran tersebut.


Lin Feng kemudian mencabut pedang di punggungnya dan berniat untuk langsung menghabisi pembunuh bayaran tersebut, namun entah kenapa Lin Feng merasa ada sesuatu yang aneh, padahal beberapa hari yang lalu dia sudah menghabisi lima belas pembunuh bayaran, seharusnya jika mereka ingin membalas dendam, mereka setidaknya akan mengirim lebih banyak pembunuh lagi.


Tapi entah kenapa sekarang hanya datang satu pembunuh saja, jangankan untuk menghabisi Lin Feng, bahkan pembunuh tersebut langsung ketakutan saat bertemu dengan Lin Feng dan kabur begitu saja. Bahkan jika dipikirkan lagi, tidak mungkin pembunuh tersebut sangat nekat dan begitu berani mengorbankan nyawanya.


"Ada sesuatu yang aneh, sebenarnya apa tujuan Asosiasi pembunuh bayaran mengirimkan penakut ini" gumam Lin Feng.


Meskipun mengetahui ada sesuatu yang aneh, namun Lin Feng tidak bisa menebak maksud dari Asosiasi pembunuh bayaran, karena penasaran dan ingin tahu yang sebenarnya, Lin Feng kemudian memutuskan untuk terus mengikuti pembunuh bayaran tersebut, lagipula membunuh satu serangga pengganggu tidaklah sulit bagi Lin Feng.


Semakin lama Lin Feng mengikuti pembunuh bayaran tersebut, firasat dan insting Lin Feng seperti memperingatkan dirinya untuk tetap waspada, tidak hanya itu saja, bahkan Lin Feng bahkan bisa merasakan adanya bahaya besar yang sedang menantinya di suatu tempat.


"Ada apa ini sebenarnya" gumam Lin Feng kesal.


Ingin sekali Lin Feng menghabisi pembunuh bayaran tersebut, namun Lin Feng selalu berusaha untuk menahan rasa haus darahnya, karena hanya pembunuh bayaran tersebut yang bisa menjadi petunjuk bagi Lin Feng, bahkan ada kemungkinan bahwa pembunuh bayaran tersebut sedang mengarah pada lemparan batunya.


Lin Feng benar-benar menjadi bingung dengan situasinya saat ini, dia tidak tahu harus menghabisi pembunuh bayaran tersebut atau tidak, jika Lin Feng membunuhnya maka dia tidak akan menemukan jawaban apapun, akan tetapi kalau tidak menghabisinya, bisa saja ada ancaman yang sangat besar yang sedang menunggu kedatangannya.


**


Lin Feng menghentikan langkahnya saat melihat pembunuh bayaran yang ia kejar juga menghentikan langkahnya, Lin Feng tidak mengetahui entah pembunuh tersebut berhenti karena kelelahan, atau karena ada sesuatu yang lain yang membuatnya berhenti.


Pembunuh bayaran tersebut tiba-tiba saja tertawa lantang, kemudian ia berkata dengan sinis. "Akhirnya, aku berhasil membawa mu ke depan pintu neraka."


"Pintu neraka? kau sudah salah besar mengira kalau aku tidak mengetahui apa yang kau rencanakan " gumam Lin Feng


Tidak lama kemudian, pembunuh bayaran mulai bermunculan dari berbagai arah di padang rumput tersebut, mereka terus bermunculan sampai mengelilingi Lin Feng, jumlah pasukan pembunuh bayaran tersebut sangatlah banyak, karena pada misi kali ini, pemimpin Asosiasi menurunkan semua anggotanya.


"Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa bertemu langsung denganmu, meskipun aku tidak bisa melihat wajahmu secara langsung," ucap pemimpin Asosiasi, dia kemudian tersenyum sinis, lalu berkata. "Tapi tidak masalah, karena setelah kau mati aku akan tetap bisa melihat wajahmu."


"Kenapa kau malah diam, bukankah kau sudah menghabisi beberapa pembunuh terbaik Asosiasi, apa sekarang kau sangat ketakutan sampai tidak bisa bicara lagi?" tanya ketua topeng emas sinis.


"Apa kalian kira, dengan jumlah kalian yang tidak seberapa ini mampu membuatku takut? kalau begitu kalian salah besar, karena aku malah semakin bersemangat." jawab Lin Feng.


"Hebat, benar-benar hebat! kau bahkan masih bisa bersikap arogan, padahal sebentar lagi kau akan mati" ujar pemimpin Asosiasi.


"Siapa yang akan mati masih belum ditentukan, mari kita buktikan apakah kalian para kumpulan sampah ini yang akan mati, atau diriku" ucap Lin Feng sombong.


"Cihh, habisi dia sekaran!" ujar ketua topeng perak.


Pasukan pembunuh bayaran kemudian bergerak maju untuk menyerang Lin Feng, mereka semua juga melepaskan aura membunuhnya untuk membuktikan kepada Lin Feng bahwa mereka adalah pembunuh yang sangat handal dan haus akan darah.


Lin Feng tertawa sinis, kemudian berkata dengan lantang. "Datanglah, akan aku ajari kepada kalian semua cara membunuh yang baik dan benar!"


Lin Feng menarik pedang kayu roh di punggungnya, setelah itu Lin Feng langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke lautan pasukan pembunuh bayaran, semangatnya tidak sedikitpun tergoyahkan oleh aura membunuh yang menerpa tubuhnya, bahkan aura membunuh tersebut malah membuat semangatnya menjadi semakin berkobar.


Semua pembunuh bayaran yang ada di sana sangat kaget ketika melihat pergerakan Lin Feng yang sangat cepat, padahal bila diperhatikan lagi, Lin Feng benar-benar terlihat seperti manusia biasa yang tidak bisa berkultivasi, jangankan untuk berkultivasi, bahkan sedikit aura saja tidak ada di tubuh Lin Feng.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Lin Feng mulai menebaskan pedang kayu roh ke arah pembunuh bayaran yang ada di sekitarnya, meskipun berhadapan dengan begitu banyak pembunuh bayaran, Lin Feng tidak terlihat kesulitan sedikitpun, bahkan Lin Feng telah berhasil membunuh beberapa diantara mereka dan seperti biasa, korban Lin Feng selalu berakhir dengan kepala terpenggal.