Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-350. Bertemu iblis kembar


Setelah menghabiskan makanan dan minumannya, Lin Feng kemudian pergi meninggalkan restoran tersebut dan mulai memulai misinya untuk mencari iblis kembar, walaupun sudah mengetahui bahwa iblis kembar adalah perempuan, tapi Lin Feng tetap memutuskan untuk mencari mereka, setidaknya rasa penasarannya terhadap iblis kembar bisa hilang.


Sebenarnya yang membuat Lin Feng penasaran bukanlah kecantikan ataupun keindahan paras mereka, melainkan kekejaman yang telah mereka lakukan. Selama ini, Lin Feng hanya mengenal satu perempuan yang lumayan kejam, dia adalah Luo Ning yang sekarang tengah berada di istana dewa petir, namun kekejaman Luo Ning masih belum bisa dikategorikan sebagai kekejaman bagi Lin Feng, karena Luo Ning masih memiliki sifat yang lembut dalam dirinya.


Sedangkan untuk iblis kembar, Lin Feng menganggap kekejaman mereka sudah lumayan untuk kultivator perempuan, karena dari cerita yang ia dengarkan, iblis kembar tidak segan-segan untuk memotong setiap anggota tubuh musuhnya, lalu membiarkan mereka mati dalam keadaan tersiksa. Hal itulah yang membuat Lin Feng penasaran dengan mereka, karena Lin Feng ingin melihat secara langsung kekejaman sang iblis kembar.


Lin Feng memulai pencariannya di sebuah hutan luas yang masih berada di wilayah ibukota kekaisaran, karena menurutnya, hutan adalah tempat bersembunyi yang paling tepat untuk iblis kembar. Lin Feng bergerak dengan kecepatan sedang sambil terus mengawasi daerah sekitarnya, tidak ada satupun yang lepas dari pengawasan mata Lin Feng, entah itu manusia ataupun monster, pasti akan ia temukan dengan sangat mudah.


Namun hari ini bukanlah hari keberuntungan Lin Feng, karena sampai matahari hampir tenggelam Lin Feng tak kunjung menemukan iblis kembar, hingga akhirnya Lin Feng memutuskan untuk berhenti mencari mereka dan akan melanjutkannya esok hari.


Saat ini Lin Feng sedang beristirahat di pinggir sungai kecil yang ada di kedalaman hutan, ia juga menyalakan api unggun untuk membakar beberapa ikan yang telah ia tangkap sebelumnya, sambil menunggu ikan bakarnya matang, Lin Feng membersihkan dirinya di sungai kecil tersebut, airnya yang sangat jernih dan dingin membuat tubuh Lin Feng segar kembali.


Di sisi lain hutan.


Zhu bersaudara yang baru saja selesai berburu tengah dalam perjalanan menuju ke sungai tempat mereka beristirahat sebelumnya, mereka kembali dengan membawa tiga kelinci hasil buruannya hari ini. Awalnya mereka nampak senang, namun setelah mereka hampir tiba di sungai, raut wajah mereka berdua tiba-tiba berubah, karena mereka merasakan keberadaan seseorang di sungai.


"Kakak!" ucap Zhu Ling.


"Aku tahu, sembunyikan aura mu dengan baik dan kita akan melihat siapa yang ada di sana" ujar Zhu Lien.


Setelah menyembunyikan aura dengan baik, mereka berdua kemudian berjalan mendekati sungai dengan sangat pelan, agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh seseorang yang sedang berada di sana, saat mereka cukup dekat dengan sungai, mereka kemudian bersembunyi dibalik semak-semak dan kemudian mengintip ke arah sungai.


Namun hal yang sangat mengejutkan terjadi, karena mereka berdua melihat pemandangan yang harusnya tidak mereka lihat, karena di sungai ada seorang pemuda yang sedang mandi, yang tidak lain adalah Lin Feng, beruntung sebagian tubuh Lin Feng berada di dalam sungai, sehingga mereka hanya melihat bagian atas tubuhnya saja.


"Si-sial, ternyata hanya seseorang yang sedang mandi" ujar Zhu Lien, kemudian mengalihkan pandangannya.


"Tubuhnya sangat bagus, bahkan wajahnya sangat tampan, tapi sayangnya dia bukan seorang kultivator" ucap Zhu Ling, yang masih memandangi tubuh Lin Feng dengan serius.


"Bukan kultivator? Apa maksudmu?" tanya Zhu Lien bingung.


"Karena aku tida bisa merasakan aura kultivasi ditubuhnya" jawab Zhu Ling.


"Itu tidak mungkin! Meski hutan ini bukan hutan yang berbahaya, tapi sangat tidak mungkin untuk dimasuki oleh manusia biasa, apalagi sampai masuk kebagian terdalam hutan ini" ucap Zhu Lien yang masih tidak percaya dengan adiknya.


"Tidak! Aku tidak mau mengintip pria yang sedang mandi!" Zhu Lien sedikit kesal dengan perkataan adiknya.


Sementara Zhu bersaudara sedang berada di balik semak-semak, Lin Feng juga telah selesai membersihkan dirinya, namun saat Lin Feng hendak keluar dari sungai, ia tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, lalu memandangi semak-semak tempat Zhu bersaudara bersembunyi.


"Sampai kapan kalian akan mengintip di sana?" tanya Lin Feng.


Zhu Lien dan Zhu Ling sangat kaget mendengar perkataan Lin Feng, karena tidak menyangka kalau Lin Feng bisa merasakan keberadaan mereka, padahal mereka sudah menyembunyikan auranya dengan sangat baik.


"Kenapa dia bisa mengetahui keberadaan kita? Bukankah tadi kau bilang dia hanya manusia biasa?" tanya Zhu Lien.


"A-aku juga tidak tahu!" jawab Zhu Ling kebingungan.


Karena mereka tidak kunjung menunjukkan diri, Lin Feng kemudian menghilang dari pandangan mereka berdua, setelah beberapa detik berlalu, Lin Feng muncul lagi dan sudah berpakaian lengkap. "Selama ini aku hanya tahu jika yang suka mengintip adalah para pria, tapi sepertinya para wanita juga suka mengintip" ucap Lin Feng, dengan tatapan tajam ke arah semak-semak di hadapannya.


"Aku tidak mengintip!" ujar Zhu Lien lalu keluar dari semak-semak, kemudian diikuti oleh sang adik.


"Tidak mengintip? Lalu apa yang kalian lakukan? Menangkap semut?" tanya Lin Feng.


"Cihh! Sudah aku katakan kalau aku tidak mengintip!" ujar Zhu Lien, kemudian menghilang dari pandangan.


Dalam sekejap mata, Zhu Lien telah muncul kembali dihadapan Lin Feng sambil mengayunkan tinjunya ke wajah Lin Feng, namun serangan tersebut berhasil dihindari dengan sangat muda oleh Lin Feng. Zhu Lien tersentak kaget karena tidak menyangka jika Lin Feng berhasil menghindari serangan kejutannya, namun Zhu Lien tidak putus asa dan langsung menyerang Lin Feng lagi. Tapi hasilnya sama saja, karena tidak satupun dari serangan Zhu Lien yang berhasil mengenai Lin Feng.


Melihat sang kakak yang sepertinya kesulitan, Zhu Ling tidak ingin tinggal diam saja, ia kemudian mengeluarkan kedua pedangnya lalu menyerang Lin Feng, dengan kecepatannya yang sangat luar biasa, tentu tidak akan sulit bagi Zhu Ling untuk mendekat ke arah Lin Feng, terlebih jarak mereka yang memang tidak terlalu jauh. Zhu Lien menghentikan serangannya setelah sang adik ikut menyerang Lin Feng, lalu ia mengeluarkan dua pedang yang sama seperti sang adik, kemudian menyerang Lin Feng lagi.


"Sepertinya mereka berdua kembar, sangat mirip dengan ciri-ciri iblis kembar" Lin Feng bergumam pelan dalam hatinya.


"Apa kalian iblis kembar?" tanya Lin Feng, disela-sela menghindari serangan Zhu Lien dan Zhu Ling.


"Ternyata kau juga mengenal kami!" jawab Zhu Ling.


"Kau salah, aku tidak mengenal kalian sama sekali, tadi itu hanya tebakanku saja" ucap Lin Feng.