Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-152. Kembali ke ibukota kekaisaran 1


Qing Xiu Yin langsung menyetujui permintaan tetua Liu Changhai, karena sebenarnya dia juga harus meminta izin kepada suaminya terlebih dahulu, namun Qing Xiu Yin merasa bahwa suaminya yaitu sang kaisar, akan sangat setuju dengan sarannya untuk menjadikan tetua Liu Changhai sebagai guru dari anak-anaknya.


Tidak hanya Qing Xiu Yin saja yang setuju dengan hal tersebut, bahkan Qing Zhong Xian juga sangat setuju untuk menjadikan tetua Liu Changhai sebagai guru dari ketiga cucunya. Sementara Feng Baojia dan kedua saudaranya juga merasa sangat senang jika bisa menjadi murid tetua Liu Changhai, karena dengan begitu, mereka bertiga bisa berteman dengan Lin Feng dan menjadi saudara seperguruannya.


"Tian'er, apa kau melihat kakakmu?" tanya tetua Liu Changhai.


"Tidak guru, setelah bangun dari tidur aku sempat mencari kakak di kamarnya, tapi kakak sudah tidak ada di kamarnya" jawab Lin Tian.


"Sayang sekali, padahal guru ingin kalian berdua berteman dengan mereka bertiga" ucap tetua Liu Changhai.


"Aku tidak masalah untuk berteman dengan mereka guru, bahkan aku bisa saja menganggap mereka sebagai saudara, tapi aku tidak tahu dengan kak Feng dan guru tentunya mengetahui seperti apa sifat kak Feng" ujar Lin Tian.


"Semoga saja tuan Lin Feng bisa memaafkan kakak pertama" ucap Feng Yue Yin.


"Tuan putri tenang saja, aku pasti akan memb..."


Perkataan Lin Tian tiba-tiba saja terhenti saat matanya melihat ke arah putri Feng Yue Yin, dia yang sebelumnya masih bersikap tenang dan biasa-biasa saja, tiba-tiba saja menjadi salah tingkah dan tidak bisa tenang setelah bertatapan dengan putri Feng Yue Yin, hatinya tiba-tiba saja terasa gelisah dan jantungnya berdetak dengan cepat.


"Cantik sekali" batin Lin Tian.


"Tuan Lin Tian, kenapa anda tiba-tiba diam?" tanya Feng Yue Yin.


"Eh... Ti-tidak apa-apa tuan putri, maksudku adalah Anda tenang saja, aku pasti akan membujuk kak Feng agar bisa memaafkan pangeran mahkota" jawab Lin Tian gugup.


"Terimakasih tuan..."


"Tidak tuan putri, panggil aku Lin Tian saja" ujar Lin Tian.


Feng Yue Yin tersenyum lembut ke arah Lin Tian, kemudian berkata. "Kalau begitu panggil aku Yue."


"Baik tuan putri Yue" jawab Lin Feng.


"Kau sangat beruntung Lin Tian, ini adalah pertama kalinya Yue'er seperti itu, biasanya dia hanya dipanggil begitu oleh kami saja" ujar Qing Xiu Yin.


Degh... jantung Lin Tian kembali berdetak dengan cepat saat mendengar perkataan permaisuri, Lin Tian benar-benar tidak menyangka bahwa dia bisa memanggil nama putri Feng Yue Yin dengan panggilan yang sama seperti keluarganya dan entah kenapa, untuk beberapa saat Lin Tian merasa seperti sedang terbang di atas awan.


"Tian'er, sebaiknya kau cari kakakmu dan ajak dia kemari" ujar tetua Liu Changhai.


"Ba-baik guru" jawab Lin Tian tegas.


Setelah itu Lin Tian langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk mencari Lin Feng, namun sebelum pergi, Lin Tian kembali mengalihkan pandangannya kepada Feng Yue Yin kemudian tersenyum padanya, Feng Yue Yin tentunya juga melakukan hal yang sama, sehingga membuat Lin Tian merasa sangat senang.


Qing Xiu Yin dan kedua putranya merasa sedikit terkejut dengan sikap Feng Yue Yin yang nampak sangat berbeda kepada Lin Tian, padahal sebelumnya Feng Yue Yin selalu bersikap tegas dan juga dingin kepada orang-orang yang baru saja dia kenal, namun entah kenapa sikapnya terhadap Lin Tian sangat berbeda.


***


Setelah setengah jam berlalu, Lin Tian akhirnya kembali ke taman yang ada di belakang kediaman Patriark keluarga Qing bersama dengan Lin Feng, meskipun sebenarnya Lin Feng tidak mau datang ke tempat tersebut, namun Lin Feng juga tidak bisa menolak, karena ini adalah perintah dari gurunya.


"Ada apa guru?" tanya Lin Feng.


"Tidak ada apa-apa, guru hanya memanggilmu ke sini agar kau bisa lebih akrab dengan mereka bertiga, guru juga ingin kau melupakan masalah yang telah terjadi kemarin" jawab tetua Liu Changhai.


"Aku sudah tidak memikirkan hal itu lagi dan aku juga sudah memaafkan pangeran mahkota" ucap Lin Feng.


"Terimakasih tuan Lin" ujar pangeran mahkota.


"Baguslah kalau kau sudah memaafkan pangeran mahkota, lalu, apa kau bisa berteman dengan mereka?" tanya tetua Liu Changhai.


"Kalau itu yang guru inginkan kenapa tidak" jawab Lin Feng.


Meskipun Lin Feng adalah orang yang dingin dan juga kejam, namun Lin Feng bukanlah seorang yang pembangkang dan tidak mau mengikuti perkataan gurunya, walaupun sebenarnya Lin Feng masih sangat kesal dengan pangeran mahkota, namun Lin Feng masih bisa mencoba untuk melupakan masalah yang telah terjadi antara mereka.


Mendengar hal tersebut tentunya membuat mereka semua merasa senang, terutama pangeran mahkota, dia benar-benar sangat menyesal karena sebelumnya telah menghina Lin Feng dan juga ibunya.


Bahkan pangeran mahkota merasa sangat beruntung, sebab setelah mendengar cerita tetua Liu Changhai, pangeran mahkota bisa menyimpulkan bahwa, kemungkinan besar dia adalah satu-satunya orang yang selamat setelah menghina Lin Feng dan juga ibunya.


"Terimakasih tuan Lin, aku benar-benar menyesal atas kebodohan ku" ucap pangeran mahkota.


"Lin Feng, cukup Lin Feng saja" ujar Lin Feng.


"Baiklah, karena masalahnya sudah selesai, bagaimana kalau sekarang kita makan bersama, aku yakin kalian juga sudah lapar" ajak Qing Zhong Xian.


Setelah itu, mereka semua langsung kembali ke kediaman Patriark keluarga Qing untuk makan bersama.


***


Keesokan harinya, sesuai dengan yang telah mereka rencanakan sebelumnya, hari ini adalah hari dimana Qing Xiu Yin bersama anak-anaknya untuk kembali ke ibukota kekaisaran, mereka sekarang sedang berkumpul di halaman kediaman Patriark keluarga Qing dan bersiap-siap untuk segera berangkat.


Para prajurit elit yang diperintahkan oleh Qing Zhong Xian untuk menjadi pengawal anak dan cucunya, juga sudah berkumpul di tempat tersebut dan sesuai dengan permintaan tetua Liu Changhai, jumlah mereka tidak terlalu banyak dan tidak mengenakkan armor prajurit.


Memang awalnya Qing Zhong Xian agak keberatan dengan permintaan tetua Liu Changhai, namun setelah dijelaskan dengan baik, akhirnya Qing Zhong Xian menyetujui permintaan tetua Liu Changhai tersebut.


Dan setelah berpamitan kepada Qing Zhong Xian, mereka langsung berangkat menuju ke ibukota kekaisaran, kali ini mereka berangkat dengan menggunakan kuda, sementara Qing Xiu Yin dan anak-anaknya menggunakan kereta kuda yang tidak terlalu mewah dan mencolok.