Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-410. Ada yang aneh?


Dhuaar!


Sambaran demi sambaran terus menghantam tubuh Lin Feng yang sedang mengambang di udara di dalam kamarnya, namun Sambaran petir tersebut tidak berpengaruh sedikitpun pada tubuhnya, karena semua kekuatan petir yang menyambarnya, terserap masuk kedalam tubuhnya dan menjadi kekuatannya, hal itu disebabkan oleh kekuatan tanda petir surga yang ada di tangan kanannya.


Kalaupun tidak ada tanda petir surga dan Lin Feng tidak memiliki kekuatan petir surga ditubuhnya, sambaran petir tersebut juga tidak akan berdampak apapun pada dirinya, karena saat ini tubuhnya dilindungi oleh kekuatan yang lebih dahsyat daripada sambaran petir tersebut, kekuatan itu tidak lain adalah kekuatan dari api emas yang sedang menyelimuti tubuhnya.


Boom!


Boom!


Wush!


Setelah sambaran ke sembilan berakhir, ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Lin Feng sebanyak dua kali, kemudian di susul dengan ledakan aura yang sangat besar, yang lagi-lagi berhasil membuat seluruh kerajaan dunia bawah bergetar karenanya. Ledakan teredam serta ledakan aura tersebut, menandakan jika kultivasi Lin Feng telah meningkat lagi dan sekarang, ia telah berhasil menembus ranah Supreme Emperor, serta kultivasinya naik satu bintang.


Bersamaan dengan berakhirnya ujian sembilan surga, api emas yang semula menyelimuti tubuh Lin Feng akhirnya mulai menghilang, bahkan hawa panas yang memenuhi kamar Lin Feng juga sudah menghilang, bersamaan dengan menghilangnya api emas tersebut, lalu tubuh Lin Feng juga mulai turun ke tempat tidur dengan perlahan-lahan, namun Lin Feng masih belum tersadar dari pingsannya.


Sementara itu, di luar istana kerajaan.


Huise dan yang lainnya langsung bergegas masuk ke istana dan pergi ke kamar Lin Feng setelah ujian sembilan surga berakhir, ketika mereka sampai di sana, Huise langsung menghilangkan penghalang aura yang ia pasang sebelumnya. Setelah itu, mereka langsung mendekati Lin Feng yang masih terbaring tak sadarkan diri ditempat tidurnya, kemudian memeriksa keadaan tubuh Lin Feng, karena mereka takut jika Lin Feng akan terluka akibat sambaran sembilan petir.


Namun setelah memeriksa keadaan Lin Feng, akhirnya mereka bisa menghela nafas lega, karena mereka tidak menemukan adanya luka ditubuh Lin Feng, entah itu luka luar ataupun luka dalam, bahkan kondisi Lin Feng masih sama seperti sebelumnya, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa padanya, bahkan sambaran petir sebelumnya tidak meninggalkan bekas sedikitpun pada tubuhnya.


"Syukurlah tuan tidak apa-apa, sekarang kita hanya perlu menunggunya bangun" ucap Lang Diyu.


"Sebaiknya kita menunggu diluar saja, agar tuan bisa beristirahat setelah ia bangun nanti" ujar Huise, kemudian mereka semua keluar dari kamar Lin Feng.


Setengah jam berlalu, Lin Feng akhirnya tersadar dari pingsannya, ia mencoba untuk bangkit dari tempat tidur, namun seluruh badannya terasa sangat sakit dan sangat sulit digerakkan, terutama pada bagian punggungnya, yang tidak hanya terasa sakit, tapi juga terasa sangat panas seperti baru saja dibakar. Karena masih bingung dengan apa yang terjadi, Lin Feng akhirnya memanggil Huise, agar bisa membantunya.


"Huise, datang ke kamarku sekarang juga!" ucap Lin Feng melalui telepati.


Huise yang sedang berada di luar kamar, bergegas membuka pintu dan langsung masuk kedalam kamar setelah ia dihubungi oleh Lin Feng, begitu juga dengan yang lainnya yang nampak kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Huise, padahal sebelumnya dialah yang mengajak mereka keluar kamar, tapi sekarang malah ia sendiri yang menerobos masuk ke kamar Lin Feng.


Tapi, setelah mereka melihat Lin Feng yang sudah tersadar dari pingsannya, mereka semua akhirnya mengerti kenapa Huise tiba-tiba menerobos masuk ke kamar Lin Feng, namun mereka tidak terlihat senang sama sekali, mereka justru nampak kaget ketika melihat ada sesuatu yang berbeda dengan Lin Feng, sama halnya dengan Huise yang juga merasakan perbedaan pada tuannya tersebut.


"Ada apa? Cepat bantu aku!" ujar Lin Feng mengagetkan mereka semua.


"Ba-baik tuan!" ujar Huise, kemudian membantu Lin Feng duduk di tempat tidurnya.


"Apa yang terjadi padaku?" tanya Lin Feng.


"Tuan baru saja mengalami beberapa kejadian aneh, pertama dari tubuh tuan tiba-tiba saja muncul hawa panas yang sangat luar biasa, lalu yang kedua, tubuh tuan diselimuti api berwarna emas dan yang terakhir, terjadi ujian sembilan surga dan tuan telah berhasil mencapai ramah Supreme Emperor" jawab Huise.


"Apa ini karena api emas itu?" tanya Lin Feng dalam hatinya.


"Tuan kami ucapkan selamat atas peningkatan kultivasi tuan" ucap Huise dan yang lainnya serempak.


"Terimakasih" jawab Lin Feng singkat.


"Lin Feng, apa kau tidak merasa ada yang aneh?" tanya Zhu Lien.


"Maksudmu?" tanya Lin Feng bingung.


"Sebentar, aku akan mengambilkan cermin" jawab Zhu Lien, kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil cermin.


Tidak lama kemudian, Zhu Lien kembali lagi ke kamar Lin Feng dengan membawa cermin bersamanya, lalu ia menyerahkan cermin tersebut kepada Lin Feng. "Coba kau lihat wajahmu di cermin, pasti kau akan menemukan sesuatu yang aneh" ucap Zhu Lien.


Lin Feng masih tidak mengerti dengan perkataan Zhu Lien, namun ia langsung meraih cermin tersebut, Awalnya Lin Feng tidak menemukan apapun yang aneh di wajahnya, bahkan wajahnya masih terlihat tampan seperti biasanya, bahkan ia berpikir jika wajahnya semakin tampan, tapi sesaat kemudian, Lin Feng akhirnya menyadari, jika yang aneh adalah pupil matanya yang telah berubah menjadi warna emas.


"Kenapa mataku bisa seperti ini?" tanya Lin Feng bingung.


"Kami juga tidak tahu tuan" jawab Huise.


"Jangan-jangan karena api emas itu lagi" gumam Lin Feng.


"Sudahlah, hal ini tidak penting untuk dipikirkan, lalu apa semuanya baik-baik saja?" tanya Lin Feng.


"Semuanya baik-baik saja tuan, tidak ada kerusakan apapun saat terjadi sambaran petir" jawab Huise.


"Baguslah, kalau begitu kalian bisa keluar sekarang, aku ingin beristirahat!" ucap Lin Feng, kemudian merebahkan tubuhnya ditempat tidur.


"Baik tuan!" jawab Huise dan yang lainnya serempak, kemudian mereka pergi dari kamar Lin Feng.


Setelah semua bawahannya pergi, Lin Feng kemudian menutup matanya agar bisa tidur, meski sebenarnya ia sangat senang karena telah berhasil mencapai ranah Supreme Emperor, tapi kesenangannya tidak berarti jika ia masih kelelahan, bahkan seluruh tubuhnya masih terasa sangat sakit dan masih sedikit sulit untuk digerakkan.


Tapi di sisi lain, Lin Feng juga masih sangat penasaran dengan sosok misterius yang ia temui sebelumnya, karena sosok misterius tersebut terlihat sangat kuat, bahkan ia sendiri tidak bisa melihat tingkatkan kekuatannya, sama halnya dengan pengemis tua yang telah memberinya sembilan pil misterius. Selain itu, Lin Feng juga penasaran dengan api emas yang sekarang ada dalam tubuhnya, karena api emas sepertinya tidak sesederhana yang ia pikirkan.


"Kenapa selalu saja ada yang namanya sosok misterius dalam hidupku, apakah setelah ini akan ada hal aneh lagi?" gumam Lin Feng, sebelum akhirnya benar-benar tertidur lelap.


(Jangan lupa follow IG Author ya @zhie_n15)