
Setelah itu Zhang Jiangwu memberikan bayaran yang lebih besar lagi kepada pembunuh topeng emas, dia juga meminta pembunuh topeng emas untuk menyampaikan kepada pemimpin Asosiasi untuk membunuh Zhao Feng bagaimanapun caranya, sedangkan untuk masalah keluarga Lin, akan dia urus nantinya.
"Baiklah, jika memang begitu aku akan pergi sekarang" ucap pembunuh topeng emas kemudiang menghilang dari hadapan Zhang Jiangwu dan jendral Zhang Hao.
Setelah pembunuh topeng emas pergi, Zhang Jiangwu mengajak jendral Zhang Hao untuk pergi ke ruang rahasia yang ada di bawah istana, jalan masuk ke ruang rahasia itu sendiri berada di belakang kursi singgasana penguasa kota.
"Maaf yang mulia, tapi apa yang akan kita lakukan di ruang rahasia ini?" tanya jendral Zhang.
"Sejak aku memutuskan untuk membunuh Zhao Feng, aku sudah siap dengan segala resiko yang ada, bahkan jika harus berhadapan dengan sekte Phoenix Emas, tapi sepertinya masalah terbesar yang akan segera kita hadapi adalah keluarga Lin dan untuk menghadapi keluarga Lin, apa yang ada di ruang rahasia ini akan sangat berguna" ucap Zhang Jiangwu.
"Memangnya apa yang ada di ruang rahasia ini yang mulia?" tanya jendral Zhang Hao.
"Kau akan melihatnya nanti" jawab Zhang Jiangwu.
Jendral Zhang Hao nampak sangat penasaran dengan apa yang ada di ruang rahasia tersebut, bahkan dia benar-benar tidak menyangka bahwa di istana raja kota ada sebuah ruang rahasia, padahal dia sudah menjadi jendral utama dan pengawal raja kota sejak lama.
Sudah lebih dari lima menit mereka berdua berjalan menuruni anak tangga, namun mereka masih belum kunjung sampai di ruang rahasia yang di maksud, hanya saja semakin mereka turun ke bawah jendral Zhang Hao semakin bisa merasakan tekanan aura yang sangat kuat.
"Jendral gunakan energi Qi mu untuk menahan tekanan aura ini, jika tidak kau akan mendapatkan luka dalam yang sangat serius" ucap Zhang Jiangwu.
Dengan sigap jendral Zhang Hao langsung mengalirkan energi Qi-nya ke seluruh tubuhnya, karena memang sejak awal dia sudah merasakan adanya energi aneh yang mencoba masuk ke tubuhnya, namun jendral Zhang Hao tidak pernah menyangka bahwa energi tersebut akan membuatnya terluka.
Beberapa menit kembali berlalu, Zhang Jiangwu dan jendral Zhang Hao semakin mendekati ruang rahasia dan tekanan aira yang mereka rasakan juga semakin besar, jika sejak awal Zhang Jiangwu tidak memperingatkan jendral Zhang Hao mungkin saat ini dia sudah mendapatkan luka dalam akibat serangan aura tersebut.
Setelah mereka berdua sampai di ruang rahasia istana, jendral Zhang Hao langsung mematung saat melihat di hadapannya ada seekor singa yang sangat besar, jendral Zhang Hao mungkin tidak akan terkejut jika singa tersebut adalah singa biasa, akan tetapi singa di hadapannya adalah salah satu Beast Spirit yang paling di takuti oleh para kultivator, Beast Spirit singa tersebut adalah singa api.
Tentunya Beast Spirit singa api tersebut juga bukan singa api biasa, sebab surai singa tersebut bukanlah bulu, melainkan api yang membara, lalu di ujung ekornya juga terdapat api kecil yang membara, kulit singa api tersebut terbuat dari sisik tebal berwarna hitam yang menyerupai sisik naga, serta Beast Spirit singa api tersebut adalah Beast Spirit tingkat Emperor yang kekuatannya setara dengan kultivator ranah Nirvana atau bahkan lebih tinggi.
"I-ini, bagaimana Beast Spirit legendaris ini ada di ruang rahasia istana?" tanya jendral Zhang Hao gemetaran.
"Aku juga tidak bisa menjawabnya, sebab aku juga tidak tanu bagaimana singa ini bisa berada di sini, hanya saja dari catatan yang ada di batu itu, singa api ini hanya bisa dikendalikan oleh penguasa kota" jawab Zhang Jiangwu sambil menunjuk ke arah batu besar yang ada di dekat singa api yang sedang tidur.
"Dan satu lagi, dia bukanlah singa api biasa, melainkan singa api abadi" lanjutnya.
"Benar sekali, lalu dengan adanya singa ini, keluarga Zhang kita akan menjadi penguasa kota selamanya dan tidak akan ada yang berani menantang kita" jawab Zhang Jiangwu.
"Yang anda katakan memang benar yang mulia, bahkan jika yang mulia ingin menguasai kekaisaran, aku rasa hal itu tidaklah mustahil" ujar jendral Zhang Hao.
Setelah melihat singa api abadi, Zhang Jiangwu kemudian mengajak jendral Zhang Hao menuju ke ruang rahasia yang lainnya, di ruangan rahasia tersebut terdapat begitu banyak senjata spiritual tingkat tinggi dan tidak hanya itu saja, di ruangan rahasia tersebut juga terdapat banyak jurus, ramun, sumberdaya yang juga merupakan tingkat tinggi.
"Hahahahaha dengan adanya senjata spiritual dan sumberdaya tingkat tinggi ini, aku yakin keluarga Zhang akan benar-benar berjaya di masa depan" ucap jendral Zhang Jiangwu.
"Kau benar sekali jendral, dan mulai sekarang keluarga Zhang akan mendominasi semua keluarga bangsawan yang ada di kota Zuanshi, lalu setelah itu aku Zhang Jiangwu akan mengubah kekaisaran Feng menjadi kekaisaran Zhang" ujar Zhang Jiangwu.
Setelah selesai melihat benda apa saja yang ada di ruang rahasia, Zhang Jiangwu mengajak jendral Zhang Hao untuk kembali namun sebelum itu, Zhang Jiangwu meminta jendral Zhang Hao untuk memilih senjata spiritual untuk dirinya, Zhang Jiangwu juga memperbolehkan jendral Zhang Hao untuk memilih satu jurus yang dia inginkan.
**
Setelah melewati beberapa hari perjalanan, akhirnya Lin Jianheeng dan rombongannya akhirnya telah sampai di kota Zuanshi, Lin Hua sangat terkesan saat melihat keadaan kota Zuanshi yang sudah sangat banyak berubah, bahkan kota Zuanshi sudah menjadi semakin besar dan jauh lebih indah daripada lima belas tahun yang lalu.
"Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali lagi ke kota ini, tapi semuanya sudah nampak sangat berbeda dan jauh lebih baik daripada lima belas tahun yang lalu" ucap Lin Hua.
"Tunggu sampai kau melihat wilayah klan kita" ujar Lin Jianheeng.
"Memangnya ada apa dengan wilayah klan kita?" tanya Lin Hua.
"Kau bisa melihatnya sendiri" jawab Lin Jianheeng.
Lin Hua merasa sangat kagum saat melihat wilayah klan Lin yang sudah sangat besar, bahkan bangunan-bangunan yang ada di wilayah klan Lin terlihat jauh lebih megah daripada saat ia masih berada di klan lima belas tahun yang lalu.
Setelah mereka semua sampai di wilayah keluarga Lin, semua anggota keluarga Lin sudah berkumpul di depan gerbang untuk menyambut kedatangan Lin Hua, begitu juga dengan Lin Feng dan Lin Tian, lalu setelah Lin Hua memasuki gerbang semua orang yang ada di sana langsung berlutut.
"Selamat datang kembali, tuan putri" ucap semua orang serempak.